Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Community » Curhat

Curhat Curahkan isi hati kamu di sini. Boleh curhat pribadi, seputar kantor, sekeliling kampus, situasi di sekolah, atau teman, dan lain-lain...

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 03 July 2008, 09:35 PM
tajri's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: jambi
Posts: 112
Rep Power: 3
tajri is on a distinguished road
Default Refleksi Diri Dari Sebuah Negeri

Dahulu kami mengidam-idamkan negeri yang aman, nyaman, tertib dan sejahtera serta dengan pemimpin yang oke punya. Angan ini kami mulai dengan cita-cita luhur dan semangat juang yang tinggi. Para orang tua membimbing kami dan memberi suport terhadap ide-ide dan tindakan kami untuk merobohkan benteng tirani. Semua ini memberi nilai lebih dan cita rasa yang berbeda. Keberhasilan kami di tandai dengan runtuhnya sistem yang kami sebut dengan orde baru (orba), meski banyak peluh dan darah yang kami keluarkan, bahkan puluhan nyawa terbang melayang untuk melawan para tirani, kami tetap tegar dan kokoh. Kami bangga , kami puas, kami gembira!.

Angan dan cita kami sudah mulai muncul kepermukaan, ini ditandai dengan lahirnya suatu sistem yang kami sebut dengan reformasi. Namun sistem ini juga tidak memberi kami negeri ini kondisi yang maksimum bagi sebuah negara yang dikatakan MERDEKA, dari sang Kyai yang memimpin dalam ketidak jelasan yang membuat orang berkata-kata mau dibawa kemana bis ini jika jalannya saja mesti dibimbing tapi memang itulah negeri kami memilih orang aneh tapi nyata. Seiring berjalannya waktu sang Kyai pun mesti turun dari singgasana. Sang ibu pun hadir sebagi suluh dalam kegelapan, tapi apa mau di kata meski ia mampu mengurangi derita kami pada waktu itu, tetap saja tidak memberi kepuasan yang maksimal. Kami tetap merasa ada yang timpang dalam kebijakan yang diambil. Kami menjadi orang-orang sensitive, ternyata kebebasan yang ada tidak menyelesaikan permasalahan, kebebasan yang ada kebablasan sehingga kami pun menjadi beringas, liar, dan mebuat kami merasa yang paling benar.

Waktu bergulir sepertinya ibupun harus turun tahta meski belum waktunya untuk turun. Tapi itulah idealisme dan komitmen yang kami buat untuk negeri ini, pemilu istimewapun dilaksanakan. Banyak tokoh yang muncul untuk menawarkan segala janji manisnya bahkan bapak reformasipun yang kami anggap tidak punya pendirian, muncul lagi setelah ketidak berdayaannya selama menjadi kepala Lembaga Tertinggi Negara pada era pak Kyai. Sungguh manusia yang berkulit tebal….., dari event ini muncul tokoh yang tidak terduga yang membuat kami senang sekaligus bertanya-tanya, diakah orangnya? Apalagi dengan krisis moral dan krisis kepemimpinan yang kami alami.

Selang beberapa waktu bapak ini diuji dengan bencana besar yang terjadi di ujung banda, ribuan orang tewas, saudara kami disana kasak kusuk, harta, benda, jiwa musnah. Belum lagi pemberontakan yang terjadi disana tutup buku sudah munsul masalah baru, sungguh hari yang berat bagi orang baru tersebut. Disinilah mulai gonjang ganjing tetang kepemimpinannya, mulai dari pemukiman yang tidak layak smpai pengelapan dana bantuan bagi para korban. Masalah ini hilang begitu saja, entah kenapa negeri ini banyak masalah yang tidak pernah jelas kemana perginya, muncul masalah baru dan masalah lama hilang tanpa ada kejelasan. Ya itulah negeri kami dengan segala keragamannya, banyak suku, agama, ras bahkan masalahnya pun beragam sehingga para pemimpin di negeri inipun kewalahan menyelesaikannya. Kebijakan yang ini membuat yang itu gerah, kebijakan yang itu membuat yang ini gerah. Memang pelik masalah di negeri ini, mulai dari pejabat yang korup, pengusaha yang picik, warga yang kolot,warga yang tidak sadar hukum, pemuda yang goblok , bruital, sombong, malas dan banyak hal lain yang menambah catatatan kebobroka bangsa ini dan satu lagi tidak lupa anggota dewan yang terhormat ternya tidak terhormat.

Hal diatas hanyalah gambaran singkat kondisi Negara kita saat ini. Mestinya kita belajar banyak dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi tapi kenapa hal yang sama terus saja terjadi silih berganti. Unjuk rasa terus dilakukan tapi sebanyak itu juga kekacauan terjadi, kebijakan terus dilakukan tapi sebanyak itu juga menimbulkan kericuhan , pemimpinan terus melakukan perubahan tapi sebanyak itupulah kepentingan rakyat di korbankan, semua letih, semua lelah, semua bosan dan muak dengan segala permasalahan. Lalu apakah kita mesti diam dan terus menyaksikan penderitaan.

Keputusan kita sudah sejauh mana pengabdian kita, apa yang sudah kita berikan dan jangan hanya bias menuntut, menuntut dan menuntut. Sadarlah saudaraku tak ada manusia yang tanpa cela sebab manusia yang baik bukanlah mereka yang tidak pernah berbuat kesalahan tapi manusia yang baik adalah apabila mereka salah dan mereka merusaha untuk merubahnya. Kepada Allah kita berserah diri dan kembali, kebenaran itu datang dari-Nya dan kesalahan itu dating dari nafsu tiap manusia.

Hari kebangkitan nasional sebagai titik tolak pembaharuan semangat, untuk melanjutkan perjuangan, harapan dan cita mereka yang pergi di bulan mei dan para pendahulu perjuangan ini, hari ini dan selamanya.

Hidup keadilan

Hidup para pejuang bangsa ini

Revolusi sampai mati…
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links


  #2  
Old 08 July 2008, 10:29 PM
Andree_22's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2005
Location: Oil City
Posts: 3,891
Rep Power: 7
Andree_22 is on a distinguished road
Default

Di negri permai ini...
berjuta rakyat berlimpah rupa...
anak buruh tak sekolah,pemuda desa tak kerja....
Mereka dirampas haknya,terbusung dan lapar....
Bunda relakan darah juang kami,padamu kami berjanji....
__________________
Awas bahaya Kaum Islam Liberal n Kapitalis....
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On




All times are GMT +8. The time now is 05:15 PM.
Powered by vBulletin®
Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74