 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | Curhat Curahkan isi hati kamu di sini. Boleh curhat pribadi, seputar kantor, sekeliling kampus, situasi di sekolah, atau teman, dan lain-lain... |  |  20 March 2008, 11:40 PM | | Junior Member | | Join Date: March 2008 Posts: 1 Rep Power: 0 | | sekali lagi...bullying...gimana nyetopnya? All... help me... ada yang udah punya anak sekolah? atw adik, ponakan, dll? Saya minta masukan gimana cara nyetop bullying ya? Anak saya, PEREMPUAN, kelasa 5 SD swasta ternama di kota kami. SD tersebut milik salah satu instansi pelindung negara. Kami memang baru pindah dari kota lain. Masalahnya, di sini anak2nya nuakalll banget. Baru masuk aja anak saya udah di dorong sampai luka2 di sikunya. Lalu ditendang. Disikut ulu hatinya sampai muntah dan panas. Didorong sampai luka besar di lutut dan meninggalkan parutan yang lebar dan dalam. HP nya dicuri teman, uang tabungan juga. Saya bingung mengadu kemana. Lapor ke guru ditanggapi standar tanpa action. Lapor ke kepsek malah panjang n akibatnya malah akan membahayakan posisi anak saya dihadapan teman n gurunya (ini nasehat sesama ibu2).Kalau dibiarkan, kasihan anak saya. saya sudah ajarkan dia "dekati kawanmu dan akrabi musuhmu".. nampaknya lumayan berhasil, meski belum 100%. Payahnya, anak saya mudah percaya n mudah memaafkan meski udah sakit banget. Tapi akhir2 ini dia malah murung.. bukan soal temannya lagi.. tapi malah guru2nya yang selalu berkata kasar. "Goblok, Tolol, Bodoh, Bangsat, dll kata yang di rumah kami memang diharamkan. dia terpukul sekali. Sebab jika kurang jelas ttg suatu pelajaran dan dia bertanya ke guru ybs, yang ada malah dimaki dan diancam. Rasanya guru bukan lagi pelindung, tetapi monster. sehingga dia makin enggan ke sekolah. Nilainya makin menurun dan tidak ada semangat belajar. Jika saya tawari pindah sekolah, dia menolak, karena takut tertinggal. Saat saya mau lapor kepsek atw guruya, anak saya takut, karena temannya yang orang tuanya lapor, malah diancam "Awas kamu, tukang adu!" demikian ancaman gurunya, padahal ketika di depan ortunya, guru tersebut buaik luar biasa. Haruskah saya pasang minihandycam ke anak saya agar saya punya data otentik ttg bullying? Ini sudah bentuk pelanggaran berat. Cuci otak dan kekerasan. Saya sebagai orangtua merasa sangat berdosa karena saya tak berdaya berbuat apapun kecuali terus mengawal anak saya dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore (masuk jam 6.30 pulang jam 17.30) spy g ada teman yang ganggu. Tolong... ada yang bisa bantu saya? Sebab orang tua lain yang saya tahu bertindak, efeknya ke nilai dan perlakuan thd anak. Sedang yang lain memilih aman seperti saya (menjaga anak). Help me, give me suatu ide... sebelum saya minta tolong ashari buat ngebom mereka aja.. |  20 March 2008, 11:57 PM |  | Senior Member | | Join Date: July 2005 Location: Dreamland Posts: 1,402 Rep Power: 4 | | gw jg dulu waktu SD lemah bgt ...tiap hari pasti ada yg malak...ada yg nyikut... emang susah sih .... selama 3 taun sekolah (kelas 4-6) gw tiap hari nyetor rp.200 ke si bully  .. btw ... kyny azhari dah ko'it deh bu ...  __________________ All work and no play makes jack a dull boy |  21 March 2008, 12:00 AM |  | Senior Member | | Join Date: December 2005 Location: Jakarta Posts: 355 Rep Power: 3 | | Hanya berbagi pendapat ; dalam suatu kejadian baik yg menyenangkan maupun menyedihkan adalah bukan menjadi indikasi hasil dari sebuah perbuatan dikatakan final , tapi dapat ditilik kembali bagaimana proses pelaksanaan yg terjadi dalam pencapaiannya tsb . untuk kasus bulying , bilamana upaya / prosedur formal yg dilakukan sdh deadlock , maka memang selayaknya kita harus melihat sebab musababnya dari mengapa bisa terjadi " bulying" tsb , artinya , selain anda mempersiapkan strategi eksternal permasalahan ( mendekati/merangkul musuh) , Terlebih Utama lagi adalah membangun jiwa si anak tsb utk lbh bersikap lebih brhati hati pada apa2 yg dijadikan sarana yg akan ditampilkan , ataupun sikap pendewasan si anak tersebut (effisiensi dan effektifitas dll) dalam segala macam aspek kehidupan . Tapi tetap jangan sampai terpengaruh pd pergaulan negatif yg terjadi . |  22 March 2008, 01:39 PM |  | Senior Member | | Join Date: May 2006 Posts: 445 Rep Power: 3 | | Quote: Originally Posted by mama Dien (MD) All... help me... ada yang udah punya anak sekolah? atw adik, ponakan, dll? Saya minta masukan gimana cara nyetop bullying ya? Anak saya, PEREMPUAN, kelasa 5 SD swasta ternama di kota kami. SD tersebut milik salah satu instansi pelindung negara. Kami memang baru pindah dari kota lain. Masalahnya, di sini anak2nya nuakalll banget. Baru masuk aja anak saya udah di dorong sampai luka2 di sikunya. Lalu ditendang. Disikut ulu hatinya sampai muntah dan panas. Didorong sampai luka besar di lutut dan meninggalkan parutan yang lebar dan dalam. HP nya dicuri teman, uang tabungan juga. Saya bingung mengadu kemana. Lapor ke guru ditanggapi standar tanpa action. Lapor ke kepsek malah panjang n akibatnya malah akan membahayakan posisi anak saya dihadapan teman n gurunya (ini nasehat sesama ibu2).Kalau dibiarkan, kasihan anak saya. saya sudah ajarkan dia "dekati kawanmu dan akrabi musuhmu".. nampaknya lumayan berhasil, meski belum 100%. Payahnya, anak saya mudah percaya n mudah memaafkan meski udah sakit banget. Tapi akhir2 ini dia malah murung.. bukan soal temannya lagi.. tapi malah guru2nya yang selalu berkata kasar. "Goblok, Tolol, Bodoh, Bangsat, dll kata yang di rumah kami memang diharamkan. dia terpukul sekali. Sebab jika kurang jelas ttg suatu pelajaran dan dia bertanya ke guru ybs, yang ada malah dimaki dan diancam. Rasanya guru bukan lagi pelindung, tetapi monster. sehingga dia makin enggan ke sekolah. Nilainya makin menurun dan tidak ada semangat belajar. Jika saya tawari pindah sekolah, dia menolak, karena takut tertinggal. Saat saya mau lapor kepsek atw guruya, anak saya takut, karena temannya yang orang tuanya lapor, malah diancam "Awas kamu, tukang adu!" demikian ancaman gurunya, padahal ketika di depan ortunya, guru tersebut buaik luar biasa. Haruskah saya pasang minihandycam ke anak saya agar saya punya data otentik ttg bullying? Ini sudah bentuk pelanggaran berat. Cuci otak dan kekerasan. Saya sebagai orangtua merasa sangat berdosa karena saya tak berdaya berbuat apapun kecuali terus mengawal anak saya dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore (masuk jam 6.30 pulang jam 17.30) spy g ada teman yang ganggu. Tolong... ada yang bisa bantu saya? Sebab orang tua lain yang saya tahu bertindak, efeknya ke nilai dan perlakuan thd anak. Sedang yang lain memilih aman seperti saya (menjaga anak). Help me, give me suatu ide... sebelum saya minta tolong ashari buat ngebom mereka aja.. | (^_^) salam damai ah bu, sayang sekali ya kalau masih ada guru yang seperti itu. namun juga kitanya harus mawas diri, cari dulu akar permasalahannya, umumnya bukan cuman hal-hal diatas saja penyebabnya,kemudian bila orang tua mengawalnya disekolah itu juga tidak tepat, anak tidak akan pernah mandiri,sedangkan salah satu tujuan melepas anak kesekolah adalah membuat anak mampu mandiri. saya juga memperhatikan ada keinginan anda untuk memindahkan anak kesekolah lain, itu juga bagus selama sesuai dengan keadaan dan kondisi si anak namun saya juga menangkap anak anda juga mengalami yang saya sebut keracunan kewajiban dan keharusan bila sekolah, saya berbicara sebagai pribadi yang pernah mengajar dibeberapa sekolah didaerah saya , sangat disayangkan pendidikan kita adalah cuman sarana transfer ilmu doank,sedangkan sekolah yang sesungguhnya yang diharapkan oleh ki Hajar Dewantara adalah sekolah yang mengembangkan kepribadian anak menjadi manusia seutuhnya. sekolah sekarang sudah jadi momok, karena keharusan anak untuk dipaksa mengikuti pola pendidikan yang sekarang saya anggap mengerikan, namun jangan lupa mungkin orang tua juga yang mendorong dengan harapan-harapan mereka.ingat anak bukan photocopy kita namun anak adalah manusia dengan karakternya sendiri. untuk menyelesaikan masalah anda saya sarankan sekali lagi berbicara dengan gurunya berbicara dengan hati terbuka jangan menghakimi gurunya, juga jangan membenarkan anak, posisi ada harus netral, juga ajak bicara teman anak anda yang mungkin sering menggangu . bila tidak mungkin jalan terakhir pindahkan sekolahnya, tak ada kata tertinggal dalam mencari ilmu. sekian dulu dari saya damai selalu (^_^) |  27 March 2008, 02:03 PM |  | Senior Member | | Join Date: May 2006 Posts: 445 Rep Power: 3 | | (^_^) salam damai nah ini hpagi tadi daku nonto berita ada lagi murid yang dianiaya gurunya. duh kok gitu lagi ya. seharusnya guru kagak seperti itu, dalam memilih karier ada tiga pekerjaan yang mulia, dokter yang menyembugkan orang sakit tanpa pamrih, pengacara yang membela demi kebenaran, dan yang terbaik adalah guru yang mendidik. guru seharusnya berjiwa seniman sehingga dalam menanggapi setiap anak didiknya ia akan berusaha mengapresiasikan yang terbaik bagi anak muridnya. pendidikan kita mengandung kesalahan utama, yaitu murid adalah sama, pada setiap murid adalah individu yang unik, hanya menjalankan program pendidikan buta tanpa memperhatikan murid yang menerimanya, tak lebih dari proses copy saja. huh, semoga dunia pendidikan kita kedepan lebih baik.amien damai selalu (^_^) | | Thread Tools | | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You may not edit your posts HTML code is Off | | | All times are GMT +8. The time now is 01:44 PM. Powered by vBulletin®, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
|  |