utk refreshing., ssst yg masih kecil
jangan baca yach !
Friend's ini cerita beneran
terjadi...
Guys, this is from a good friend of
mine who is an officer at a
famous
five star Hotel in Jakarta. He
always has amazing stories !!
Sorry I deleted his name, to
protect his identity.
Teman, jika kalian rata2 sedang
berbagi kebahagiaan, maka
maafkan saya jika kali ini saya
berbagi lelah.
Gimana nggak capek...malam ini saya
sebetulnya selesai kerja jam 11
malam, tapi baru bisa pulang
jam 3 malam. Apa sebab?
Begini ceritanya.
Sekitar jam 11 malam, ada tamu yang
panik minta dipanggilkan
dokter.
Jantung saya 'mak ceplos' rasanya
karena tamu yg satu ini sudah
tua. Takutnya dia kena serangan yg
cukup fatal. Tapi waktu saya
tanya ada apa, dia gak mau cerita.
Hanya dengan panik terus-terusan
minta dipanggilin dokter segera.
Dokter akhirnya muncul juga jam
setengah satu malam, bawa
peralatan lengkap. Malah sampe
susternya bawa2 tabung oksigen
segala, mengingat usia tamu yg udah
renta. (kali2 aja susah napas).
TERNYATA.... tamu-nya gak papa
sehat wal afiat, tapi 'temennya'
yang kenapa-kenapa. Jadi... si Opa
ini ceritanya bawa cewek ke
kamar.
After they had sex, ternyata kondom-
nya ketinggalan di 'DALAM'.
Tamunya panik, dan bahkan jadi
lebih panik lagi waktu dokternya
kesulitan mengeluarkan kondom dari
dalam (rupanya peralatan
dokternya masih kurang lengkap,
karena gak ada alat khusus
ngeluarin kondom).
Maka jam satu malam, si cewek
dilarikan ke rumah sakit MMC,
lengkap pake ambulans

Waktu saya
nganterin si cewek,
sebenernya saya pengen ketawa..
karena ceweknya jalannya gak bisa
rapet.. Sebenarnya
ini salah siapa dan siapa yang
berbuat.. yang jelas tamunya
melampiaskan kepanikannya dalam
bentuk marah2 dan memaki2 saya,
termasuk
memaki2 kualitas kondom buatan
Republik Indonesia. Saya cuma
bisa manggut2..ya mau gimana, tamu
adalah raja.
Di rumah sakit, saya nunggu dengan
ngantuk dan bete sementara
tamunya mundar-mandir gak karuan.
Mungkin beginilah kira-kira rasanya
nungguin orang melahirkan. Cuma
bedanya kali ini kita menunggu
kelahiran
kondom. Setelah berhasil
dikeluarin, kita kembali lagi ke
hotel.
Nah,... ceritanya belum selesai
sampai disini.
Karena sekembalinya kehotel, ada
lagi keributan.
Kali ini antara si tamu dan si
cewek. Jadi waktu diinformasikan
bahwa biaya dokter dan rumah sakit
plus obat adalah sebesar Rp. 400
ribu sekian, tamunya nolak bayar
dan nyuruh si cewek yang
bayar. Katanya harga dia sewa cewek
itu sudah nett, tidak
termasuk biaya 'tak terduga'.
Ceweknya jelas gak mau bayar juga.
Katanya gini, "Masa gue cuma
dibayar 200 ribu tapi malah suruh
bayar 400 ribu? Gue
nombok dong!!"
Dan kemudian si tamu dan si cewek
ribut main
salah-salahan. ..Haduuuuuh. ..!!!
Teman-teman semua, dari cerita ini
mari kita petik hikmah,
yaitu SADARLAH AKAN UKURAN. Kalo
memang ukuran S, jangan pake
kondom ukuran L. Sebaliknya, kalo
ukurannya L, jangan pake kondom ukuran
S
hanya supaya keliatan 'kekar'. CARI
YANG PAS !!
Sekian renungan hari ini..