Lidya Pratiwi - Himbauan utk Keluarga Korban Terus terang, saya kurang suka nonton infotainment. Seperti kata Dian Sastro: "Infotainment itu ibarat Makanan Enak tapi Tak Bergizi". Namun, semenjak kasus pemukulan Lidya Pratiwi (yang kedua?), pemeran sinetron yg menjadi terdakwa kasus pmebunuhan Choki, mendadak saya merasa infotainment menjadi acara yang "bergizi", terutama karena infotainment di semua TV stations terkesan "membela" Lidya. "Pembelaan" ini saya rasa hal yg wajar, mengingat sikap pihak keluarga korban yang seperti "kesetanan" ingin menyeret Lidya ke tiang gantungan. I think (ca'ilah!), justru hal ini akan membalikan opini masyarakat yg sebelumnya menganggap Lidya adalah "Iblis Cantik", barbalik simpati kepada "Ibis Cantik" ini, termasuk saya. Betapa tidak, sikap keluarga korban yang begitu kesetanan ingin menyeret Lidya ke depan regu penembak (atau tiang gantungan, pokoknya something like that - lah!) dan walaupun sudah dan sedang menempuh jalur hukum, pihak keluarga korban seperti tidak merasa cukup, dengan melakukan penyerangan2 fisik kepada Lidya selama persidangan. Bisa dipahami betapa sakitnya keluarga korban. Putra tercinta direnggut nyawanya dengan cara yg sadis. Sayapun merasa demikian, ketika salah satu sepupu perempuan saya mengalami hal yang sama beberapa tahun yg lalu. Ingin rasanya mencongkel mata sang pelaku, membakarnya hidup2 dan bahkan memakan mentah2 jantungnya. Dendam yang begitu membara bak api nan tak kunjung padam. Namun, PUJI TUHAN, api dendam itu padam perlahan seiring dengan pedekatan diri keluarga kami kepada Tuhan YME, sesuai ajaran kami sbg orang Krsiten. Karena saya sadar, sebagai orang Kristen (yang juga dianut oleh keluarga korban kasus Lidya), ajaran utama agama kami adalah CINTA KASIH, dimana hal ini mancakup untuk memaafkan orang yg bersalah kepada kita; seperti ajaran Yesus dalam doa utama orang Kristen, Bapa Kami: .... Ampunilah mereka yang bersalah kepada kami.... " Sebagai sesama Orang Kristen, SAYA MALU melihat sikap dan reaksi keluarga korban. DIMANA AJARAN CINTA KASIH dan MENGAMPUNI spt yg di ajarkan oleh YESUS KRISTUS??? Apakah kalian akan terus membiarkan api dendam itu membara yang justru akan menjauhkan diri kalian dari ajaran YESUS KRISTUS yng bahkan sebelum mati pun sempat berdoa kepada Tuhan Allah BapaNya di Sorga untuk mengampuni mereka yang menyalibkannya kerena para penyalib ini tidak tau apa yang mereka lakukan. Lidya hanyalah korban kerserakahan ibu dan pamannya. Saya yakin dia hanya diperalat oleh dua orang ini, mengingat usia-nya yang masih muda. Dia juga tidak kekurangan uang, mengingat karirnya sbg pemain sinetron cukup cemerlang. Whatsoever-lah! Namun, kalaupun pihak keluarga susah menerima hal ini, maka biarkan hukum yang menyelesaikan. Dan PERCAYALAH, walaupun mungkin Lidya lolos dari jeratan hukum, tapi tetap toh ada HUKUM UTAMA di akhirat nanti? Justru sikap keluarga yang beitu kesetanan terbakar oleh api dendam, hanya akan menjauhkan mereka dari AJARAN YESUS sebagamana mereka yakini dan hanya akan merusak IMAN dan MENTAL mereka dimasa hidup mereka. Dan bukan tidak mungkin, masyarakat, didorong oleh sikap keluarga korban dan pemberitaan TV dan infotainment, hanya akan membuat opini masyrakat berbalik menjadi "simpatisan" Lidya. Dan hal ini SEDANG terjadi. Bukan tidak mungkin pula, akan ada masyarakat yang siap membela Lidya dengan cara apapun, termasuk menyewa tambahan pengacara andal untuk memperkuat barisan pengacara Lidya. Saya pribadi hanya bisa berdoa buat keluarga korban: Ya Allah Bapa, melalui perantara Yesus Kristus, padamlakanlah api dendam dalam hati keluarga korban yang hanya akan membuat mereka jauh dari padaMu. Tanamkanlah sekali lagi atau ingatkan kepada mereka akan ajaranMu, yaitu Cinta Kasih... Semoga demikian. Amin. By the way, kita tidak perlu menjadi Yesus untuk dapat mengampuni orang lain. |