Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Hobbies » Internet

Internet Semua hal yang berkaitan dengan internet silakan dibahas di sini

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 20 June 2008, 01:19 PM
Junior Member
 
Join Date: June 2008
Posts: 1
Rep Power: 0
bubbles is on a distinguished road
Default Kartini yang terdampar (sigi)

Lebih dari sebulan yang lalu, SCTV , dalam program sigi 30 menit, membahas, tentang kehidupan TKW di singapore. Sangat memprihatinkan. Seorang wanita baik-baik, pergi ke negeri orang dengan niat memperbaiki ekonomi keluarga di kampung halaman, dan berakhir dengan kenyataan yang pahit. Saya sendiri seorang TKW, yang sudah meninggalkan keluarga selama 6 tahun. Hidup sebagai PRT adalah hal -terakhir yang saya inginkan (gak ada satu orangpun yang menginginkannya). Saya adalah salah satu dari mereka yang beruntung, bertemu dengan majikan yang baik dan supportive. Saya di beri kesempatan untuk belajar banyak hal hanya bisa di pelajari di sekolah, kalau di Indonesia. Meskipun begitu, saya tidak melupakan teman-teman yang kurang beruntung, mereka harus benar-benar bekerja keras dengan waktu istirahat yang kurang, majikan yang cerewet, dan bahkan tidak ada sedikitpun kesempatan untuk bicara dengan teman yang lain. Satu hal yang menarik perhatian saya sewaktu menonton tayangan sigi melalui internet , "kami sebagai TKW memberikan sumbangan pada devisa negara dengan jumlah yang tidak sedikit, milyaran rupiah". Lantas, apa yang kami dapatkan dari negeri kita? Perlindungan? yah itu betul. Dan semua WNI di luar negeri pasti mendapatkan hal yang sama. Apa laagi? Sewaktu kami harus pulang ke kampung halaman, kami melewati proses yang sangat sulit, bertele-tele, neko-neko. Terutama di bandara international. Setelah turun dari pesawat, kami di pindahkan ke terminal 3 , melalui proses yang panjang, kami di "paksa" untuk menyewa taxi (travel). Ironisnya, keluarga tidak di perbolehkan untuk menjemput. Mau atau tidak, kami harus membayar orang-orang yang "membantu" menarik koper, meskipun kami tidak membutuhkan bantuannya.Mereka menginginkan uang, kami di sisi lain, tidak begitu membutuhkan bantuan mereka, karena koper memang ringan. Salah satu teman saya membutuhkan waktu sehari penuh cuma untuk keluar dari T3. Setelah bertahun-tahun berpisah dari keluarga, yang kami inginkan hanyalah PULANG KERUMAH TANPA KENDALA. Berkumpul bersama keluarga. Stelah beberapa tahun bekerja di Singapore, dan mendapatkan pelayanan yang cukup baik (meskipun hanya PRT, saya selalu merasa di hargai kemanapun saya pergi), pulang ke negeri sendiri dan mendapatkan pelayanan yang "ogah-ogahan" membuat saya frustasi dan kehilangan keinginan untuk pulang. Apakah memang sudah menjadi tradisi orong Indonesia untuk (hanya) menghargai orang yang berduit?
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links


Post New Thread  Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On




All times are GMT +8. The time now is 09:24 PM.
Powered by vBulletin®, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73