Dear Diary......
Anez punya temen cewek yang menurut Anez istimewa dihati.
Cewek ini berulang tahun tanggal 15 September, Jumat lalu.
Ketika tengah malam dihari Jumat, Anez menelepon dia untuk mengucapkan ulang tahun.
Dan dia amat berterimakasih dan dia berkata bahwa Anezlah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.
Kemudian Anez minta ijin untuk kerumah dia malam harinya.
Dan dia menyetujuinya.
Dengan hati yang berbunga-bunga di malam yang indah Anez datang kerumahnya.
Dengan kado di tangan Anez mengucapkan selamat ulang tahun lagi kepadanya.
Kebetulan dirumah dia lagi sepi.
Dengan 1 pan Pizza di meja kami makan hanya berdua.
Hari itu akan kukenang selamanya.
Tapi sang waktu tetap berjalan dan Anez tak dapat menghentikannya.
Tiba saatnya Anez harus kembali.
Senyuman perpisahannya masih terbayang hingga kini.
Ketika hari berlalu, kami kembali bertemu di hari minggu kemarin.
Tapi,
Kali ini di acara ulang tahun teman.
Betapa kaget ketika aku melihatnya berdua dengan seorang cowok.
Mesra banget.
Anez menjadi geram.
Dan teman-teman Anez udah siap buat mukulin tuh cowok.
Tapi, Anez ga mau itu jadi masalah besar.
Lagian, belum tentu itu cowoknya.
Dan lagian, siapa Anez?
Anez ga punya hak buat ngelarang dia keluar ma cowok lain.
Tuhan bila masih ku diberi kesempatan
Ijinkan aku untuk mencintainya.
Namun bila waktuku telah habis dengannya
Biarkan cinta ini
Hidup untuk sekali ini saja.........
