 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan! |  28 August 2007, 05:42 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2006 Location: di goa Posts: 10,450 Rep Power: 13 | | Quote: | Originally Posted by Andree_22 dikasih makan ap kip hari ni.... | bawang bombai  __________________ yang baca ... sapi  |  28 August 2007, 05:44 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | wah bakal seneng dia kip.....jd klo dia nyerocos..bau bawang se forum.... __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  28 August 2007, 09:19 PM | | Senior Member | | Join Date: March 2006 Location: kalsel Posts: 8,704 Rep Power: 11 | | kenapa dinamakan bawang bombay kenapa gak bawang jakarta gitu |  29 August 2007, 12:41 PM |  | Senior Member | | Join Date: July 2007 Location: di kota sederhana yg aman, nyaman, dan damai Posts: 2,873 Rep Power: 4 | | Quote: | Originally Posted by nonasurabaya kenapa dinamakan bawang bombay kenapa gak bawang jakarta gitu | soalna org jkt ga ada yg jd petani, apalagi yg nanam bawang. kalo jkt kota agropolitan...si pitoeng ga bakalan betah di jkt. mana kuat kerja jd petani... biarlah yg di daerah2 yg menikmati sengsaranya jd petani. hiks.. |  13 September 2007, 11:51 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | please info ke teman2 yang lain, supaya semua anak indonesia berpendidikan Trim's Jika tidak berkeberatan forward di milis2 di mana anda bergabung. Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade, Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta12770 telp. 7990412 HP. 085691500258, Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu .. __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  13 September 2007, 01:56 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: REPUBLIK INDONESIA Posts: 1,472 Rep Power: 4 | | Quote: | Originally Posted by Andree_22 wah bakal seneng dia kip.....jd klo dia nyerocos..bau bawang se forum.... | Enak lageee.... bawang bombay..gue demen tuh. makan bawang bombay..... __________________  TOO OLD TO ROCK  TOO YOUNG TO DIE  |  13 September 2007, 09:32 PM |  | Senior Member | | Join Date: July 2007 Location: lubuklinggau city Posts: 3,488 Rep Power: 5 | | pantesan gedeanune.....  __________________ SHUT DOWN the past and START a new beginning |  14 September 2007, 01:41 PM |  | Senior Member | | Join Date: July 2007 Location: di kota sederhana yg aman, nyaman, dan damai Posts: 2,873 Rep Power: 4 | | Quote: | Originally Posted by Andree_22 please info ke teman2 yang lain, supaya semua anak indonesia berpendidikan Trim's Jika tidak berkeberatan forward di milis2 di mana anda bergabung. Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade, Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta12770 telp. 7990412 HP. 085691500258, Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu .. | Ndre..kpn balik dr ladang? oleh2nya mana? wah..km care jg yah dg pendidikan di indo (org kayak gini nih yg diperlukan indo, ngejunk sih jalan terus tp ada waktu jg buat mikirin sesama.. ga kyk......ngujunk aj kerjaane) hueheheuehe. __________________ keep ur nationalism |  14 September 2007, 03:01 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: white water Posts: 1,628 Rep Power: 3 | | ....................  |  15 September 2007, 11:06 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | Teriakkan Tukang Roti Setiap pagi sehabis sholat subuh, pukul 5.30 di gang rumah pasti terdengar teriakkan tukang roti, Ti..roti! Ti..roti! nampak penjual roti umur sudah separuh baya. Dulu waktu awal saya tinggal tukang roti itu sudah ada dan selalu lewat di gang rumah saya. Pernah saya ngobrol dengannya, dari saya awal tinggal sampai sekarang tidak ada yang berubah, masih juga menjual roti pak, kata saya. Dia katakan seorang ayah harus berkorban untuk keluarganya, jika saya tidak melakukan ini tentunya anak-anak saya tidak akan bisa menjadi sarjana. Pengorbanan itu nilai teratas yang ada pada tukang roti itu sehingga memancar diwajah tukang roti biar sudah tua nampak selalu berseri jika bertemu dengan para pembelinya. Namun beberapa hari ini teriakkan tukang roti itu tidak terdengar, saya tanya istri saya, dek..tukang roti kok nggak pernah kedengarannya beberapa pagi ini ya? Iya mas, katanya sih sakit. Sampai pada suatu hari saya mendengarkan bahwa dia telah tiada. Rasa kehilangan menghinggapi diri, terbayang wajahnya yang sederhana. Pengorbanan dan keihlasan adalah dua kata yang melekat pada tukang roti itu. Sayapun kehilangan teriakkan di pagi hari tukang roti. __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  15 September 2007, 11:14 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota. Seperti biasa saya duduk bersama rekan rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan Koran kepada semua penduduk shelter. " Koran, Koran, Kompas, Media, tempo, repblika, warta kota" begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan Koran kepada kami. "Koran bang…" dia menawari ku untuk membeli Koran. "seperti biasa kompas satu" kataku meminta Koran yang biasa kubaca setiap pagi. Tangan mungilnya dengan cekatan memilih Koran yang kuminta diantara tumpukan Koran dagangannya. " ini bang Koran kompasnya" memberi Koran yang aku minta kepadanya, "nih ada kembaliaanya engga" kataku sambil menyodorkan uang Rp 50000, kepadanya. "beres bang, pasti ada" segera dikeluarkan kembaliannya dari tas gembloknya yang kotor, "wah pagi-pagi uangnya dah banyak ya" kataku kepada bocah tersebut. "Allhamdulilah bang, rejeki saya lagi lancar" katanya sambil tersenyum senang. Dan setelah itu diapun berlalu menawarkan Koran kepada para penghuni shelter lainnya. Saat ini pukul 05.20, masih terlalu lama jemputan ku datang, maka saya menyempatkan membca Koran kompas yang tadi saya beli pada bocah tukang Koran tersebut. Tanpa sadar saya memperhatikan betapa gigih seorang bocah tukang Koran tersbut mencari uang, dengan menawarkan daganganya kepada semua orang yang datang dan pergi silih beranti. Sepintas tampak keringat membasahi wajahnya yang tegar dalam usia beliaya harus berjuang memperoleh uang secara halal dan sebagai pekerja keras. " Koran, mba ada tabloid nova, ada berita selebritisnya nih mba, atau ini tabloid bintang, ada kabar artis bercerai" katanya bagai seorang marketing ulung tanpa menyerah dia menawarkan Koran kepada seorang wanita setengah baya yang pada akhirnya menyerah dan membeli satu tabloid yang disebut sang bocah tersbut. Sambil memperhatikan terbersit rasa kagum dan rasa haru kepada bocah tersebut, dan memperhatikan betapa gigihnya dia berusaha, hanya tampak senyum ceria yang membuat semua orang yang ditawarinya tidak marah. Tidak terdapat sedikit pun rasa putus asa dalam dirinya, walaupun terkadang orang yang ditawarinya tidak membeli korannya. Sesaat mungkin bocah tersebut lelah menawarkan korannya, dan dia terduduk disampingku, "kamu engga sekolah dik" tanyaku kepadanya "engga bang, saya tidak ingin sekolah tinggi-tinggi" katanya. "engga ada biaya dik' tanyaku menyelidik, "Bukan bang, walau saya tukang Koran saya pnya cita-cita" jawabnya, "maksudnya, kan dengan sekolah kamu bisa mewujudkan cita-cita kamu dengan lebih mudah" kataku menjawab. "Aku sering baca Koran bang, banyak orang yang telah sekolah tinggi bahkan sarjana tidak bekerja bang, alias nganggur. Mending saya walau sekolah tidak tinggi saya punya penghasilan bang" katanya berusaha menjelaskan kepadaku. "abang ku bang, tidak sekolah bisa buka agen Koran penghasilan sebulannya bisa 3-4 juta bang, saya baca di Koran gaji pegawai honorer Cuma 700ribu, jadi buat apa saya sekolah bang" tanyanya kepadaku Saya mengerutkan kening, tertanda saya tekejut dengan jawaban bocah kecil tersebut pemikiran yang tajam, dan sebuah keritik yang dalam buat saya yang seorang sarjana. Dalam hati saya membenarkan perkataan anak tersebut, UMR kota bekasi saja +/-900rb untuk golongan smu. Saya pun tersenyum mendengar jawaban anak tersebut, kemudian bus jenputan saya pun tiba dan saya meninggalkan bocah tersebut tanpa bisa menjawab pertanyaanya, apa tujuan kita sekolah, menjadi sarjana….? Karena banyak sarjana sekarang yang begitu lepas kerja mengaggur, tidak punya penghasilan, dan banyak juga karena belum bisa bekerja yang melanjutkan S2 dengan alas an ingin mengisi waktu luang dan menabah nilai jual dirinya. Tapi pernyataan bocah penjual Koran tersebut menyadarkan saya, tentang rejeki, dan tujuan dari bersekolah, yang saat ini saya mungkin kalah dengan bocah kecil tersebut, walau saya seorang yang mempunyai penghasilan dan mempunyai suatu jabatan saya hanyalah manusia gajian, saya hanya seorang buruh. Beda dengan bocah kecil tersbut, dalam usia belia dia sudah bisa menjadi majikan untuk dirinya sendri. Sungguh hebat pemikiran lugu bocah penjual Koran tersebut. __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  16 September 2007, 10:25 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | Ketika saya berkendara di jakarta saya merasakan seemakin tidak nyaman berkendara I jakarta hampir setiap harinya, tidak peduli hari kerja dan hari libur.beberapa hal berikut yang menyebabkan ketidak nyamanan saya. Kemacetan yang semakin parah, kemacetan adalah masalah kelasik yang terjadi dijalanan ibu kota, saya sering merasa lelah saat erkendara di kemacetan, terkadang emosi ikut terpancing, semua pengendara berusaha untuk saling mendahului di situasi kemacetan, terkadang polisi tidak ada, atau sengaja menghindar di saat kemacetan ada. Kejahatan yang semakin bervariasi, kejahatan dijalan raya semakin bervariasi yang membuat kita tidak nyaman saat kita berkendara, mulai dari penebar paku, dijalan raya yang berbuntut pemerasan dari oknum tambal ban, sampai perampokan atau pencurian barang dimobil saaat kita lengah. Saat lampu merah kita juga diwaibkan waspada dengan kapak merah yang dengan garangnya berani memecahkan kaca kita untuk meminta Hp dan barang-barnag lainya. Dimana aparat, saat dibutuhkan mereka lenyap Dan lagi pengemis, pengamen yang berseliweran saat lampu merah yang memeras rasa kemanusiaan kita, malah dengan sedikit kekerasan bila tidak dikasih terkadang meraka menggaret kendaraan kita. Aduh cape deh. .. Belum lagi banyak pasar yang sering membuat kemacetan bertambahparah, dimana transaksi terjadi dijalan raya dan mengambil jalan kendaraaan, dan ditambah kebiasaan jelek angkot yang berhenti sembarangan tanpa melihat keadaan jalan, menambah keruwetan jalan. Masuk tol sebagai jalan alternatif, hal yang sama akan kita dapati malah terkadang jalan tol yang notabene kita bayar, malah kemacetan yang parah terjadi dijalan tol. Payah udah bayar macet juga. Cape lagi deh. Kita diwajibkan membayar pajak kendaraan, tetapi kondisi jalan yang tambal sulam, dan lobang dimana-mana sangat membahayakan bagi pengguna jalan, kemana uang pajak kita, kok jalanan banyak yang berlubang. Jangan-jangan dikorupsi lagi. Belum lagi maaf ulah para pejalan kaki yang melintas semaunya, yang membahayakan mereka sendiri, dan para pengendara kendaraan bermotor. Terkadang ada anggapan keliru, biarpun pejalan kaki menyebrang sembarangan, bila kita berkendara, tetap kendaraan bermotor yang salah. Serem banget. Padahal pemerintah telah membangun dengan biaya yang tidak murah membangun jembatan penyebrangan, membuat zebra cross, sia-sia semua. Suara kelakson kendaraan yang saat ini hampir semua kendaraan berpacu memperbesar suara kelakson, bising banget… terkdang saya sering kesal dengan ulah pengendara lain yang membunyi kan kelakson secara terus-terusan. Apakah mereka engga punya telinga. Ulah dari pak ogah, yang dengan mengejar uang receh, mereka tega mengorbankan pengendara lain yang harus sabar mengantri, demi kendaraan yang didahulukan karena telah membayar uang receh ke pak ogah. Dan terkadang aparat polisi yang sengaja mengumpat, disaat kita salah mereka baru keluar untuk menilang kita, apa yang terjadi transaksi pun terjadi dari sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu uang masuk kantong oknum polisi tersebut. Kondisi jalan yang tidak bertambah, pengendara yang tidak tertib, dan aparat yang tidak tegas adalah beberapa factor utama tejadi kemacetan di ajakrta. Kita yang menginginkan kondisi fresh saat menuju tempat aktivitas terkadang sering berubah mood karena kondisi jalan yang semerawaut. Terkadang urusan bisnis sering terhambat karena kita tidak bisa tepat waktu karena jalanan macet. Terbersit keinginan untuk naik kendaraan umum tetapi kondisi kendaraan umum yang tidak berperi kemanusiaan, kurang layak, dan tidak terjamin keamnan dalam angkutan umum membuat orang berpikir ulang untuk menggunakannya. Yah begitu lah cerita berkendara di Jakarta, harus rela menyiapkan waktu, mental, dan keberanian dalam berkendara. Selamat berkendara di Jakarta, semoga tidak mengalami hal-hal yang menjengkelkan. Kalau ada kritiks saran atas tulisan ini dapat di layangkan di erwinarianto@ gmail.com. membayangkan mengemudi yang menyenangkan di ibu kota Jakarta, kapan ya… bisa terwujud. __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  17 September 2007, 12:26 AM | | Senior Member | | Join Date: March 2006 Location: kalsel Posts: 8,704 Rep Power: 11 | | andree nona minta maaf ya....hp mu udah ta simpan tapi aku ga bisa kasih no hp nya orang turen ituu solanya dia gak bisa kerja ama lambat sekali Last edited by nonasurabaya; 17 September 2007 at 09:22 PM. |  18 September 2007, 09:32 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | ya udah gpp.....mungkin bukan rejeki.....no ku jgn di ilangin lagi yah.....coba km tu skali2 sms ak napa....pengen liat smsnya tetep ga pake titik ma koma ga yah.... __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  18 September 2007, 10:26 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | 7 Keajaiban Indonesia Impian - Ditengah krisis kedamaian, NAD menuju kedamaian - Ditengah krisis pendidikan, (siapa namanya) menjadi juara dunia olimpiade fisika tahun - Ditengah krisis pertanian, pak tani Murjiyo (63), petani di Jetis, Bantul, DIY menciptakan menciptakan 87 resep pembasmi hama dan penyakit, serta 16 resep pupuk kompos, pupuk cair, dan perangsang tumbuh - Ditengah krisis teknologi informasi, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo PhD (35) menciptakan antena satelit setebal 1,6 mm yang tembus pandang. - Ditengah krisis energi listrik, Desa Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Nabire, Papua cukupi energi listrik secara mandiri - Ditengah krisis birokrasi, Kabupaten Jembrana yang tergolong miskin membebaskan anak-anaknya dari biaya pendidikan dan masyarakatnya dari biaya pelayanan kesehatan - Ditengah krisis kejujuran, Waras (56), warga Siring, Porong Sidoarjo mengembalikan kelebihan pembayaran uang muka ganti rugi sebesar Rp. 429 juta ke PT Minarak Lapindo Jaya Sekarang, Giliran kamu ciptakan keajaibanmu! !! __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  18 September 2007, 10:43 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | Lihat lah Ke bawah.... Siang hari, suasana pelabuhan Tanjung Priok ini sungguh sangat menyengat. Panas dan gersang sudah merupakan cuaca yang akrab ditemui di sini. Dengan langkah malas aku menuju ke warung nasi terdekat untuk mengisi perut ini. Terlihat di sekitarku kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kontainer yang naik dan turun dari kapal laut, para pekerja yang sibuk mengangkut barang yang akan dikirimkan, dan para mandor yang sibuk berteriak mengatur para pekerjanya. Truk besar kecil, truk kontainer, forklift dan kendaraan lainnya yang tak hentinya berlalu lalang. Kegiatan di sini tak pernah ada kata diam. Selesai makan, aku langsung menuju kantorku. "Lebih baik aku di kantor yang sejuk daripada di luar yang sudah pasti panas dan membuat berkeringat ini." Ah, sejenak kulihat pekerja-pekerja yang tanpa komando berjalan teratur menuju sebuah kontainer. Rupanya ada perusahaan yang sedang melakukan bongkar muat gula pasir. "Pasti ini impor deh, dan yang sudah pasti ketahuan ruginya dalah para petani gula lokal kita," batin ini menyelisik. Angkat karung, turunkan, angkat lagi, turunkan. Kuperhatikan dari jauh apa yang dilakukan pekerja itu. Tunggu dulu, aku lihat seraut wajah bapak tua yang masih menjadi pekerja. Dari garis mukanya kutaksir dia sudah tidak pantas untuk bekerja sekeras ini. Duh, hati ini seperti teriris. Esok lusa aku sempat berpapasan dengan bapak tua itu yang sedang menikmati sarapannya di sebuah gudang tua. Dari perawakannya dia masih tampak bugar walaupun guratan-guratan ketuaan sudah jelas tampak di sana sini. Segera kusapa dia, "Sedang sarapan, Pak?" tanyaku. "Ya, Dik. Buat isi perut. Adik yang kerja di kantor itu?" dengan logat sunda kulon kental dia balas bertanya sambil menunjuk ke arah kantorku. "Ya, Pak. Bapak sudah lama kerja di sini?" aku mulai mencari tahu. "Yah, begitulah. Bapak sudah puluhan tahun di sini. Maklum, pendidikan minim, daripada menganggur. Saya harus menghidupi keluarga," jawab si Bapak dengan raut sedikit muram. Sambil membungkus sisa nasi yang tadi dimakan, lalu diselipkan di sela dinding ruangan tempat dia istirahat. Di tempat itu banyak juga pekerja lain yang istirahat di sini. "Nasinya buat nanti siang lagi, lumayan buat ngirit," jelas si Bapak tanpa menunggu aku bertanya. "Saya mengerti, Pak. Semoga Allah memberikan barakah atas setiap rezeki yang Bapak peroleh," aku menjawab dengan senyum getir dan juga sayatan pilu kembali di hati ini. Sungguh aku terhenyak melihat enyataan di hadapanku ini. Si Bapak juga menjelaskan bahwa ia dibayar perkarung yang dia angkat sebesar seratus rupiah. Ya Allah, berapa karung yang harus ia angkat supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung sana. Aku langsung terdiam dan merasa malu pada diri ini yang kadang tidak puas akan rezeki yang Allah berikan. "Alhamdulilllah, kalo bisa bawa pulang dua ratus ribu buat keluarga di rumah," lanjutnya. "Makasih, Pak. Nanti kita sambung lagi," sambil tersenyum aku pamit, karena jam kerja sudah dimulai pagi ini. Dengan langkah gontai aku kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaanku sebagai teknisi. Terekam jelas perdebatan beberapa kawan kerjaku beberapa hari yang lalu yang ingin segera menuntut naik gaji. Pembicaraan yang alot yang kulihat rona wajah penuh ambisi tak berujung di wajah mereka. Sungguh, aku sudah tak bersemangat lagi mengikuti pembicaraan kawan-kawan mengenai hal itu setelah mengobrol dengan si Bapak Tua. Pesan bapak mertua di rumah juga masih kuingat baik-baik, "Nak, bekerjalah bersungguh-sungguh, jika kau tidak suka atau kurang puas, silahkan keluar. Itu lebih jantan daripada kamu membuat hal yang tidak baik di tempat kerja. Banyak bersyukur karena tidak banyak orang yang bisa bekerja saat ini." Sangat kontras apa yang Allah perlihatkan kepadaku kali ini. Semoga setiap diri ini bisa bersyukur dan istiqomah dalam syukurnya kepada Dzat Yang Maha Pemberi. "Dan (ingatlah juga), tatkala Allah mengatakan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim: 7) Sumber : Anonymous __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  18 September 2007, 11:53 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2007 Location: jakarta Posts: 6,899 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by Andree_22 Lihat lah Ke bawah.... Siang hari, suasana pelabuhan Tanjung Priok ini sungguh sangat menyengat. Panas dan gersang sudah merupakan cuaca yang akrab ditemui di sini. Dengan langkah malas aku menuju ke warung nasi terdekat untuk mengisi perut ini. Terlihat di sekitarku kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kontainer yang naik dan turun dari kapal laut, para pekerja yang sibuk mengangkut barang yang akan dikirimkan, dan para mandor yang sibuk berteriak mengatur para pekerjanya. Truk besar kecil, truk kontainer, forklift dan kendaraan lainnya yang tak hentinya berlalu lalang. Kegiatan di sini tak pernah ada kata diam. Selesai makan, aku langsung menuju kantorku. "Lebih baik aku di kantor yang sejuk daripada di luar yang sudah pasti panas dan membuat berkeringat ini." Ah, sejenak kulihat pekerja-pekerja yang tanpa komando berjalan teratur menuju sebuah kontainer. Rupanya ada perusahaan yang sedang melakukan bongkar muat gula pasir. "Pasti ini impor deh, dan yang sudah pasti ketahuan ruginya dalah para petani gula lokal kita," batin ini menyelisik. Angkat karung, turunkan, angkat lagi, turunkan. Kuperhatikan dari jauh apa yang dilakukan pekerja itu. Tunggu dulu, aku lihat seraut wajah bapak tua yang masih menjadi pekerja. Dari garis mukanya kutaksir dia sudah tidak pantas untuk bekerja sekeras ini. Duh, hati ini seperti teriris. Esok lusa aku sempat berpapasan dengan bapak tua itu yang sedang menikmati sarapannya di sebuah gudang tua. Dari perawakannya dia masih tampak bugar walaupun guratan-guratan ketuaan sudah jelas tampak di sana sini. Segera kusapa dia, "Sedang sarapan, Pak?" tanyaku. "Ya, Dik. Buat isi perut. Adik yang kerja di kantor itu?" dengan logat sunda kulon kental dia balas bertanya sambil menunjuk ke arah kantorku. "Ya, Pak. Bapak sudah lama kerja di sini?" aku mulai mencari tahu. "Yah, begitulah. Bapak sudah puluhan tahun di sini. Maklum, pendidikan minim, daripada menganggur. Saya harus menghidupi keluarga," jawab si Bapak dengan raut sedikit muram. Sambil membungkus sisa nasi yang tadi dimakan, lalu diselipkan di sela dinding ruangan tempat dia istirahat. Di tempat itu banyak juga pekerja lain yang istirahat di sini. "Nasinya buat nanti siang lagi, lumayan buat ngirit," jelas si Bapak tanpa menunggu aku bertanya. "Saya mengerti, Pak. Semoga Allah memberikan barakah atas setiap rezeki yang Bapak peroleh," aku menjawab dengan senyum getir dan juga sayatan pilu kembali di hati ini. Sungguh aku terhenyak melihat enyataan di hadapanku ini. Si Bapak juga menjelaskan bahwa ia dibayar perkarung yang dia angkat sebesar seratus rupiah. Ya Allah, berapa karung yang harus ia angkat supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung sana. Aku langsung terdiam dan merasa malu pada diri ini yang kadang tidak puas akan rezeki yang Allah berikan. "Alhamdulilllah, kalo bisa bawa pulang dua ratus ribu buat keluarga di rumah," lanjutnya. "Makasih, Pak. Nanti kita sambung lagi," sambil tersenyum aku pamit, karena jam kerja sudah dimulai pagi ini. Dengan langkah gontai aku kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaanku sebagai teknisi. Terekam jelas perdebatan beberapa kawan kerjaku beberapa hari yang lalu yang ingin segera menuntut naik gaji. Pembicaraan yang alot yang kulihat rona wajah penuh ambisi tak berujung di wajah mereka. Sungguh, aku sudah tak bersemangat lagi mengikuti pembicaraan kawan-kawan mengenai hal itu setelah mengobrol dengan si Bapak Tua. Pesan bapak mertua di rumah juga masih kuingat baik-baik, "Nak, bekerjalah bersungguh-sungguh, jika kau tidak suka atau kurang puas, silahkan keluar. Itu lebih jantan daripada kamu membuat hal yang tidak baik di tempat kerja. Banyak bersyukur karena tidak banyak orang yang bisa bekerja saat ini." Sangat kontras apa yang Allah perlihatkan kepadaku kali ini. Semoga setiap diri ini bisa bersyukur dan istiqomah dalam syukurnya kepada Dzat Yang Maha Pemberi. "Dan (ingatlah juga), tatkala Allah mengatakan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim: 7) Sumber : Anonymous |  ................. Salut buat elo.......  __________________ BE YOURSELF DON'T WORRY....... BE HAPPY!!!!! |  04 October 2007, 05:40 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | Salah Benar Indonesa Adalah Negara Ku Sering kali saya mendengar, orang-orang selalu menghujat, menjelek-jelekan bangsa sendiri, terkadang sikap pesimistis terhadap bangsa sendiri bergitu besar, dan hal ini tidak hanya dilakukan oleh rakyat biasa, bahkan pejabat, seorang intelektual, terkadang menghujat bangsa sendiri. " ah payah Indonesia seperti ini" sungguh menggugah hati saya, kita sering menjelek-jelekan kelemahan bangsa ini, tapi sadarkah kita hidup dimana, kita mencari rejeki dimana, dimana keluarga kita berada… satu jawabnya adalah Indonesia. Terkadang orang menjelekan negara Indonesia, tapi sadarkah kita beruntung hidup di bumi Indonesia dalam keadaan seperti ini, seperti layaknya sebuah manusia, bangsa Indonesia memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti biasa orang hanya memperhatikan kekurangan bangsa ini. Sadarkah, di negera Indonesia tercinta ini kita hidup merdeka, terlepas dari ketakutan-ketakutan , tidak seperti beberapa negara tetangga kita, seperti Myanmar yang rakyatnya hidup dalam ketakukan, tidak merdeka, mereka di jajah pemerintahnya sendiri, dan banyak negara yang seperti itu, tidak kah ini suatu anugerah tinggal di Indonesia, karena kemerdekaan adalah awal dari kreativitas. Di Indonesia kita memiliki banyak etnis, suku bangsa, tetapi tidak ada diskriminasi seperti di Malaysia mereka hanya terdiri dari 3 suku bangsa utama, India, melayu dan china, tetapi etnis minoritas merasa di tekan dalam kehidupannya, kita di Indonesia tidak ada namanya suku minonritas, karena kita memiliki Bhineka Tunggal Ika, karena kita mengakui keragaman, kita bangsa Indonesia bisa tidak mendeskriminasikan suku-suku tertentu. Semua bebas mendapat fasilitas dan kesempatan yang sama. Kita banyak memiliki suku bansa suku aceh, dayak, papua, jawa, bali, batak, ambon, cina dan lainya. Kita hidup dalam kerukunan yang indah. Inilah kelebihan Indonesia. Kadang kita mengeluh negara lain lebih maju lebih cepat, benar memang Malaysia, singapura bisa berkembang lebih cepat kenapa kita lihat dari luas wilayah, mereka bisa lebih maju karena yang mereka bangun lebih sedikit, dan kita harus membangun luas wilayah yang luas dengan dipersatukan lautan yang luas, maka mungkin pembangunan di Indonesia memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi di beberapa kota telah berkembang dengan baik, jadi jangan terlalu menyalahkan pembangunan yang lambat, dengan luasnya negera Indonesia biaya untuk membangun, lama waktu membangun akan lebih lama dan lebih besar. Terkdaang orang yang menghujat, atau pesimistis terhadap Indonesia hany bisa memberi kritik, ketika saya bertanya kepada beberapa sahabat yang sering mengkritisi tentang Indonesia, memang solusinya seperti apa, dan hanya tergagap dan lebih sering berkata "tidak tahu", kalau tidak tahu akan solusi, kenapa harus mengeluh, boleh mengkritik, kalau kita memiliki solusi dari yang kita kritik. Di Indonesia kita memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapat dengan bebas tanpa rasa takut, di beberapa negara komunis, china, rusia, beberapa negara Asean di negara yang dibilang lebih maju di Malaysia, Thailand, Singapura, tidak terdapat kebebasan mengmukan pendapat. Walau memang tidak lepas dari kekurangan yang dimiliki, saya bangga menjadi warga negara Indonesia, karena Indonesia sedang membangun, dan disini lah kita dilahirkan, menjalankan kehidupan,, dan mungkin kita akan dimakamkan di bumi Indonesia tercinta. Jadi jangan hanya bisa mengkritik Indonesia, mari kita bangun Indonesia dengan pemikiran kita sebagai rakyat. Karena Right or wrong Indonesia is my countrym, karena Indonesia adalah bangsa yang besar, bermartabat dan terhormat." "Mari satukan Visi, bersatu membangun Indonesia yang lebih baik" Menjadikan Indonesia lebih baik __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  05 October 2007, 04:49 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,723 Rep Power: 7 | | Lagu Rasa Sayang Sayange Di BAJAK Malaysia Anda pasti hafal atau setidaknya pernah mendengar lagu 'Rasa Sayang Sayange' kan? Selama ini bangsa Indonesia mengenalnya sebagai lagu daerah dari Sulawesi/Maluku. Namun, saat ini lagu terkenal ini jadi lagu iklan pariwisata Malaysia. Dengan dijadikannya lagu ini sebagai sound track iklan pariwisata di Malaysia, maka diskusi mengenai lagu ini pun menjadi heboh. Apalagi, sudah banyak orang yang melihat iklan pariwisata ini diiklankan di televisi-televisi Malaysia. Orang Indonesia pun langsung teringat, "Lho.. lagu ini kan lagu Indonesia?" Heboh lagu 'Rasa Sayang Sayange' ini juga menjadi bahan diskusi menarik di DetikForum. Banyak juga informasi yang berkembang di arena diskusi secara online tersebut. Siapa sebenarnya yang menciptakan lagu ini pertama kali? Apakah memang orang Malaysia ataukah orang Maluku? Jiplak-menjiplak lagu seperti ini sudah sering terjadi. Namun, agar masyarakat tidak bingung, tentu pemerintah Indonesia atau lembaga berkompeten sebaiknya menelusurinya. Anda bisa menyimak iklan pariwisata Malaysia yang menggunakan lagu 'Rasa Sayang Sayange' ini di atau di website resmi pariwisata Malaysia: http://www.rasasayang.com.my/index.cfm. Memang lirik lagu ini tidak sama dengan lagu Rasa Sayang Sayange yang beredar di Indonesia. Bahkan, ada tambahan lirik dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan India. Lirik dalam banyak bahasa ini memperlihatkan keragaman suku atau asal di Malaysia. Namun, nada yang digunakan iklan pariwisata Malaysia ini sama. "Tapi, ini adalah lagu Indonesia. Tidak ada bahasa Melayu pakai akhiran 'e' (Rasa Sayang Sayange)," komentar salah peserta diskusi. Intinya, peserta diskusi di detikForum mempertanyakan mengapa lagu Maluku itu dipakai iklan Malaysia. Kalau diperhatikan lebih jauh, ternyata lirik lagu yang digunakan Malaysia itu tidak menggunakan kalimat 'Rasa Sayang Sayange'. Tapi, Malaysia menggunakan lirik 'Rasa Sayang Sayang Hey...'. Sumber Detik.com __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  06 October 2007, 05:49 AM |  | Senior Member | | Join Date: July 2007 Location: lubuklinggau city Posts: 3,488 Rep Power: 5 | | |