 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan! |  | |  30 January 2007, 02:39 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,056 Rep Power: 10 | | Kejam banget nich orang Kaltim Post Selasa, 30 Januari 2007 Di Samarinda, Suami Potong Payudara Istri Potongannya Dikunyah dan Ditelan, Bekas Luka Ditaburi Kopi SAMARINDA - Sadis dan mengerikan seperti kanibal (pemakan daging manusia). Itulah aksi Jhoni Effendi (27), warga Perum Bengkuring Raya III No 479 Samarinda utara. Dipicu cemburu buta karena mengira istrinya berselingkuh, kedua puting payudara istrinya, Ina Salmiati (27) dipotong. Yang bikin bergidik, potongan bagian tubuh yang sangat vital bagi perempuan itu dikunyah, lalu ditelannya. Akibat perbuatannya, Jhoni Effendi yang berstatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Dinas Sosial Kaltim dijemput paksa personel Poltabes Samarinda, Senin (29/1) kemarin, di tempat kerjanya di Jl Basuki Rahmat. Selama di tahanan Poltabes, tidak banyak kalimat yang meluncur dari mulutnya. Sesekali dia berusaha menutupi wajahnya saat akan dipotret wartawan. Perbuatan sadis yang dikategorikan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dilakukan Jhoni Jumat (12/1) lalu, sekitar pukul 00.30 Wita. Setelah memotong puting istrinya, Ina disabet berkali-kali pakai ikat pinggang. “Setelah puas mencambuk saya dengan ikat pinggang, dia (pelaku, Red) mengambil mandau (parang khas Kaltim, Red) lalu membuka baju saya. Setelah itu, kedua puting susu saya dipotong lalu diletakkan di atas piring,” beber Ina Salmiati, menceritakan keberutalan suaminya yang baru 6 bulan menikahinya. Jhoni bahkan sempat mencuci daging puting tersebut sampai bersih, sebelum mengunyah dan menelannya. “Sebelum daging puting susu saya ditelan, dia sempat menjulurkan lidahnya untuk memperlihatkan daging yang sudah dikunyahnya,” kata korban polos. Meski sangat kesakitan akibat kebrutalan suaminya, Ina tidak mampu berbuat banyak, bahkan untuk sekadar berontak. Kepada polisi, Ina mengaku dianiaya suaminya di ruang tamu rumah mereka. “Saya tidak berani berteriak, karena parang di tangannya,” sebut Ina. Aksi sadis menimbulkan kecederaan yang dialami sang istri sangat parah. Sayatan mandau itu besar dan lebar mendekati ukuran telapak tangan. Apalagi untuk menghentikan darah yang mengucur deras dari payudara yang dipotong, pelaku dengan santainya mengambil bubuk kopi di ruang dapur dan menaburkannya ke payudara Ina. “Saya minta diantar berobat ke rumah sakit, tapi dilarang. Malah saya dikunci di kamar sementara dia kembali tidur dan baru bangun setelah jam 6 sore,” bebernya. Sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku kembali mendatangi korban yang masih disekap di dalam kamar. Aksi kekerasan pun kembali terulang, kali ini pelaku minta korban yang sudah tidak berdaya itu meminum air seninya. Takut dengan ancaman, korban yang bertubuh padat berisi itu terpaksa meminum air seni suaminya, meski harus muntah-muntah karenanya. Penderitaan Ina masih berlanjut. Setelah memaksa sang istri meminum air seninya, tanpa beban pelaku kemudian menyuruh istrinya membeli rokok di warung dekat rumahnya. “Pada saat itulah saya melarikan diri ke rumah Ketua RT 74, Aminuddin Nur. Tapi Pak RT sedang tidak berada di rumah, yang ada hanya istrinya. Oleh istri Pak RT, saya disuruh bersembunyi di rumahnya,” beber Ina, yang kondisinya kemarin tampak cukup sehat. Esok harinya, Sabtu (13/1), korban sempat berniat pulang ke kampung halamannya di Damai, Kutai Barat. Tapi, dilarang oleh Aminuddin Nur, karena pertimbangan takut pelaku mencegat korban di pelabuhan Sei Kunjang. Korban baru diantar ke terminal Sungai Kunjang, oleh Ketua RT 74, pada Minggu (14/1) pukul 07.00 Wita ke kampung halamannya. Ina tinggal bersama kakak laki-lakinya bernama Hasbi. Setibanya di Damai, Kutai Barat, Ina langsung dibawa ke RS Harapan Insan Sendawar oleh kakaknya. Selain harus menjalani perawatan akibat bekas luka di payudaranya yang mulai mengalami infeksi, korban juga menjalani visum et repertum untuk pembuktian saat kasus kekerasan dalam rumah tangga itu dilaporkan ke polisi. Sehari setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, Ina melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polres Kutai Barat. Sambil menunggu polisi memproses laporannya, korban pulang ke Damai untuk beristirahat, sekaligus menyembuhkan bekas luka di kedua payudaranya. Dua hari sebelum jajaran Poltabes Samarinda menjemput paksa suaminya, Sabtu (27/1), korban bertolak menuju Samarinda. Kepergiannya itu seiring laporan yang dilimpahkan dari Polres Kubar ke Poltabes Samarinda. Aksi brutal Jhoni bermula dari kecurigaan pelaku terhadap istrinya yang dituding telah berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL). “Demi Allah saya tidak pernah berselingkuh. Kalau saya benar berselingkuh, berani dikutuk jadi apa pun. Bahkan, saya sempat dituduh pernah ditiduri mertua saya,” beber korban. Usai memproses pengaduan Ina dan menjemput Jhoni Effendi di kantornya, jajaran Unit Lidik Satreskrim Poltabes Samarinda bergegas mendatangi rumah kedua suami istri tersebut di Perumnas Bengkuring, Jl Bekuring Raya III Nomor 479 RT 74, Kelurahan Sempaja Selatan, bersama Ina. Polisi mencari barang bukti sesuai keterangan yang diberikan Ina. Usai menggeledah rumahnya sendiri, Ina menemukan mandau, pisau dapur yang digunakan untuk memotong payudaranya, gelas, ikat pinggang yang digunakan suaminya untuk memukulinya, serta selimut. Petugas bergegas meninggalkan rumah tersebut. Ina pun memutuskan pulang ke Kutai Barat. Kapoltabes Samarinda Kombes Polisi Marwoto Soeto melalui Kasatreskrim Kompol Novi Irawan SIK mengatakan, Jhoni Effendi ditetapkan sebagai tersangka. Ditegaskan Novi, Jhoni dijerat dengan pasal 353 KUHP tentang penganiayaan yang termasuk kategori berat serta UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Di UU KDRT, ancamannya 15 tahun penjara,” ucap Novi. Mulai kemarin Jhoni mendekam di balik jeruji sel sementara Poltabes untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (eri/dee) |  30 January 2007, 02:44 PM | | Senior Member | | Join Date: January 2007 Posts: 130 Rep Power: 2 | | cristin_wagner  jadi ngilu..... |  30 January 2007, 02:45 PM |  | Member | | Join Date: January 2007 Posts: 54 Rep Power: 2 | | jadi ngilu apa jadi pengen ha ha ha ...... __________________ gw baca di iklan hanya i menulis di forum menghasilkan uang lenkapnya eh bener ternyata ada yang dapet uang 250.000 coba dech klik |  30 January 2007, 02:49 PM | | Senior Member | | Join Date: January 2007 Posts: 130 Rep Power: 2 | | cristin_wagner Quote: | Originally Posted by the_shong jadi ngilu apa jadi pengen ha ha ha ...... | secara gw ini cewe'... otomatis kebayang kalee kalo itu di......  |  30 January 2007, 02:50 PM |  | Member | | Join Date: January 2007 Posts: 54 Rep Power: 2 | | ooohhh maaf __________________ gw baca di iklan hanya i menulis di forum menghasilkan uang lenkapnya eh bener ternyata ada yang dapet uang 250.000 coba dech klik |  30 January 2007, 02:57 PM | | Senior Member | | Join Date: January 2007 Posts: 130 Rep Power: 2 | | cristin_wagner Quote: | Originally Posted by the_shong ooohhh maaf | biasa aja kalee...... ga usah merasa bersalah gitu om  |  30 January 2007, 02:58 PM |  | Member | | Join Date: January 2007 Posts: 54 Rep Power: 2 | | hi hi hi ....... __________________ gw baca di iklan hanya i menulis di forum menghasilkan uang lenkapnya eh bener ternyata ada yang dapet uang 250.000 coba dech klik |  30 January 2007, 03:03 PM | | Senior Member | | Join Date: January 2007 Posts: 130 Rep Power: 2 | | cristin_wagner Quote: | Originally Posted by the_shong hi hi hi ....... | yaaa... dia nyengir... jangan2 elo yang pengen.... |  30 January 2007, 03:28 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,510 Rep Power: 6 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang Kaltim Post Selasa, 30 Januari 2007 Di Samarinda, Suami Potong Payudara Istri Potongannya Dikunyah dan Ditelan, Bekas Luka Ditaburi Kopi SAMARINDA - Sadis dan mengerikan seperti kanibal (pemakan daging manusia). Itulah aksi Jhoni Effendi (27), warga Perum Bengkuring Raya III No 479 Samarinda utara. Dipicu cemburu buta karena mengira istrinya berselingkuh, kedua puting payudara istrinya, Ina Salmiati (27) dipotong. Yang bikin bergidik, potongan bagian tubuh yang sangat vital bagi perempuan itu dikunyah, lalu ditelannya. Akibat perbuatannya, Jhoni Effendi yang berstatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Dinas Sosial Kaltim dijemput paksa personel Poltabes Samarinda, Senin (29/1) kemarin, di tempat kerjanya di Jl Basuki Rahmat. Selama di tahanan Poltabes, tidak banyak kalimat yang meluncur dari mulutnya. Sesekali dia berusaha menutupi wajahnya saat akan dipotret wartawan. Perbuatan sadis yang dikategorikan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dilakukan Jhoni Jumat (12/1) lalu, sekitar pukul 00.30 Wita. Setelah memotong puting istrinya, Ina disabet berkali-kali pakai ikat pinggang. “Setelah puas mencambuk saya dengan ikat pinggang, dia (pelaku, Red) mengambil mandau (parang khas Kaltim, Red) lalu membuka baju saya. Setelah itu, kedua puting susu saya dipotong lalu diletakkan di atas piring,” beber Ina Salmiati, menceritakan keberutalan suaminya yang baru 6 bulan menikahinya. Jhoni bahkan sempat mencuci daging puting tersebut sampai bersih, sebelum mengunyah dan menelannya. “Sebelum daging puting susu saya ditelan, dia sempat menjulurkan lidahnya untuk memperlihatkan daging yang sudah dikunyahnya,” kata korban polos. Meski sangat kesakitan akibat kebrutalan suaminya, Ina tidak mampu berbuat banyak, bahkan untuk sekadar berontak. Kepada polisi, Ina mengaku dianiaya suaminya di ruang tamu rumah mereka. “Saya tidak berani berteriak, karena parang di tangannya,” sebut Ina. Aksi sadis menimbulkan kecederaan yang dialami sang istri sangat parah. Sayatan mandau itu besar dan lebar mendekati ukuran telapak tangan. Apalagi untuk menghentikan darah yang mengucur deras dari payudara yang dipotong, pelaku dengan santainya mengambil bubuk kopi di ruang dapur dan menaburkannya ke payudara Ina. “Saya minta diantar berobat ke rumah sakit, tapi dilarang. Malah saya dikunci di kamar sementara dia kembali tidur dan baru bangun setelah jam 6 sore,” bebernya. Sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku kembali mendatangi korban yang masih disekap di dalam kamar. Aksi kekerasan pun kembali terulang, kali ini pelaku minta korban yang sudah tidak berdaya itu meminum air seninya. Takut dengan ancaman, korban yang bertubuh padat berisi itu terpaksa meminum air seni suaminya, meski harus muntah-muntah karenanya. Penderitaan Ina masih berlanjut. Setelah memaksa sang istri meminum air seninya, tanpa beban pelaku kemudian menyuruh istrinya membeli rokok di warung dekat rumahnya. “Pada saat itulah saya melarikan diri ke rumah Ketua RT 74, Aminuddin Nur. Tapi Pak RT sedang tidak berada di rumah, yang ada hanya istrinya. Oleh istri Pak RT, saya disuruh bersembunyi di rumahnya,” beber Ina, yang kondisinya kemarin tampak cukup sehat. Esok harinya, Sabtu (13/1), korban sempat berniat pulang ke kampung halamannya di Damai, Kutai Barat. Tapi, dilarang oleh Aminuddin Nur, karena pertimbangan takut pelaku mencegat korban di pelabuhan Sei Kunjang. Korban baru diantar ke terminal Sungai Kunjang, oleh Ketua RT 74, pada Minggu (14/1) pukul 07.00 Wita ke kampung halamannya. Ina tinggal bersama kakak laki-lakinya bernama Hasbi. Setibanya di Damai, Kutai Barat, Ina langsung dibawa ke RS Harapan Insan Sendawar oleh kakaknya. Selain harus menjalani perawatan akibat bekas luka di payudaranya yang mulai mengalami infeksi, korban juga menjalani visum et repertum untuk pembuktian saat kasus kekerasan dalam rumah tangga itu dilaporkan ke polisi. Sehari setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, Ina melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polres Kutai Barat. Sambil menunggu polisi memproses laporannya, korban pulang ke Damai untuk beristirahat, sekaligus menyembuhkan bekas luka di kedua payudaranya. Dua hari sebelum jajaran Poltabes Samarinda menjemput paksa suaminya, Sabtu (27/1), korban bertolak menuju Samarinda. Kepergiannya itu seiring laporan yang dilimpahkan dari Polres Kubar ke Poltabes Samarinda. Aksi brutal Jhoni bermula dari kecurigaan pelaku terhadap istrinya yang dituding telah berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL). “Demi Allah saya tidak pernah berselingkuh. Kalau saya benar berselingkuh, berani dikutuk jadi apa pun. Bahkan, saya sempat dituduh pernah ditiduri mertua saya,” beber korban. Usai memproses pengaduan Ina dan menjemput Jhoni Effendi di kantornya, jajaran Unit Lidik Satreskrim Poltabes Samarinda bergegas mendatangi rumah kedua suami istri tersebut di Perumnas Bengkuring, Jl Bekuring Raya III Nomor 479 RT 74, Kelurahan Sempaja Selatan, bersama Ina. Polisi mencari barang bukti sesuai keterangan yang diberikan Ina. Usai menggeledah rumahnya sendiri, Ina menemukan mandau, pisau dapur yang digunakan untuk memotong payudaranya, gelas, ikat pinggang yang digunakan suaminya untuk memukulinya, serta selimut. Petugas bergegas meninggalkan rumah tersebut. Ina pun memutuskan pulang ke Kutai Barat. Kapoltabes Samarinda Kombes Polisi Marwoto Soeto melalui Kasatreskrim Kompol Novi Irawan SIK mengatakan, Jhoni Effendi ditetapkan sebagai tersangka. Ditegaskan Novi, Jhoni dijerat dengan pasal 353 KUHP tentang penganiayaan yang termasuk kategori berat serta UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Di UU KDRT, ancamannya 15 tahun penjara,” ucap Novi. Mulai kemarin Jhoni mendekam di balik jeruji sel sementara Poltabes untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (eri/dee) | kenya ni pengalaman pribadi ya Num...  |  30 January 2007, 03:33 PM |  | Senior Member | | Join Date: January 2007 Location: Free sex Posts: 5,440 Rep Power: 7 | | __________________  hello |  30 January 2007, 04:05 PM |  | Senior Member | | Join Date: January 2007 Location: ahhhh ada aja Posts: 185 Rep Power: 2 | | wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh parahhhhhhhhh   |  30 January 2007, 04:35 PM | | | |  30 January 2007, 06:11 PM | | Junior Member | | Join Date: January 2007 Posts: 8 Rep Power: 0 | | yachhh,...semoga gw ga dapeet suami kayak gitu deh amin,..sadis amat siy jadi orang???sakit jiwa kalo menurut gw |  30 January 2007, 06:16 PM | | | Quote: | Originally Posted by bidadarimerah yachhh,...semoga gw ga dapeet suami kayak gitu deh amin,..sadis amat siy jadi orang???sakit jiwa kalo menurut gw | Booollll,,,gmn manggilnya nama loe,,,lam kenal dechhhh  |  30 January 2007, 06:17 PM |  | Member | | Join Date: January 2007 Posts: 54 Rep Power: 2 | | lam kenal juga yach .......... __________________ gw baca di iklan hanya i menulis di forum menghasilkan uang lenkapnya eh bener ternyata ada yang dapet uang 250.000 coba dech klik |  30 January 2007, 06:19 PM | | Junior Member | | Join Date: January 2007 Posts: 20 Rep Power: 0 | | seyem bgt seh tuh suaminya.... |  30 January 2007, 06:25 PM |  | Member | | Join Date: January 2007 Posts: 54 Rep Power: 2 | | dia mau terkenal kali kaya sumanto __________________ gw baca di iklan hanya i menulis di forum menghasilkan uang lenkapnya eh bener ternyata ada yang dapet uang 250.000 coba dech klik |  30 January 2007, 06:50 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2006 Location: Bekasi - Jakarta Posts: 985 Rep Power: 3 | | Suaminya kayaknya agak2 psycho dech. Bener banget kata Aurell, syeremm.... Para perempuan harus kenal dulu calon suaminya tuh sebelum married, stidaknya antisipasi jgn ampe kejadian kayak yang diceritain Oom NumNum. __________________ Salahkah-ku bila...Kau-lah yang ada di hatiku... // Untitled - Maliq n' D'essentials |  31 January 2007, 07:43 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2006 Location: di goa Posts: 10,450 Rep Power: 13 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang Kaltim Post Selasa, 30 Januari 2007 Di Samarinda, Suami Potong Payudara Istri Potongannya Dikunyah dan Ditelan, Bekas Luka Ditaburi Kopi SAMARINDA - Sadis dan mengerikan seperti kanibal (pemakan daging manusia). Itulah aksi Jhoni Effendi (27), warga Perum Bengkuring Raya III No 479 Samarinda utara. Dipicu cemburu buta karena mengira istrinya berselingkuh, kedua puting payudara istrinya, Ina Salmiati (27) dipotong. Yang bikin bergidik, potongan bagian tubuh yang sangat vital bagi perempuan itu dikunyah, lalu ditelannya. Akibat perbuatannya, Jhoni Effendi yang berstatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Dinas Sosial Kaltim dijemput paksa personel Poltabes Samarinda, Senin (29/1) kemarin, di tempat kerjanya di Jl Basuki Rahmat. Selama di tahanan Poltabes, tidak banyak kalimat yang meluncur dari mulutnya. Sesekali dia berusaha menutupi wajahnya saat akan dipotret wartawan. Perbuatan sadis yang dikategorikan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dilakukan Jhoni Jumat (12/1) lalu, sekitar pukul 00.30 Wita. Setelah memotong puting istrinya, Ina disabet berkali-kali pakai ikat pinggang. “Setelah puas mencambuk saya dengan ikat pinggang, dia (pelaku, Red) mengambil mandau (parang khas Kaltim, Red) lalu membuka baju saya. Setelah itu, kedua puting susu saya dipotong lalu diletakkan di atas piring,” beber Ina Salmiati, menceritakan keberutalan suaminya yang baru 6 bulan menikahinya. Jhoni bahkan sempat mencuci daging puting tersebut sampai bersih, sebelum mengunyah dan menelannya. “Sebelum daging puting susu saya ditelan, dia sempat menjulurkan lidahnya untuk memperlihatkan daging yang sudah dikunyahnya,” kata korban polos. Meski sangat kesakitan akibat kebrutalan suaminya, Ina tidak mampu berbuat banyak, bahkan untuk sekadar berontak. Kepada polisi, Ina mengaku dianiaya suaminya di ruang tamu rumah mereka. “Saya tidak berani berteriak, karena parang di tangannya,” sebut Ina. Aksi sadis menimbulkan kecederaan yang dialami sang istri sangat parah. Sayatan mandau itu besar dan lebar mendekati ukuran telapak tangan. Apalagi untuk menghentikan darah yang mengucur deras dari payudara yang dipotong, pelaku dengan santainya mengambil bubuk kopi di ruang dapur dan menaburkannya ke payudara Ina. “Saya minta diantar berobat ke rumah sakit, tapi dilarang. Malah saya dikunci di kamar sementara dia kembali tidur dan baru bangun setelah jam 6 sore,” bebernya. Sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku kembali mendatangi korban yang masih disekap di dalam kamar. Aksi kekerasan pun kembali terulang, kali ini pelaku minta korban yang sudah tidak berdaya itu meminum air seninya. Takut dengan ancaman, korban yang bertubuh padat berisi itu terpaksa meminum air seni suaminya, meski harus muntah-muntah karenanya. Penderitaan Ina masih berlanjut. Setelah memaksa sang istri meminum air seninya, tanpa beban pelaku kemudian menyuruh istrinya membeli rokok di warung dekat rumahnya. “Pada saat itulah saya melarikan diri ke rumah Ketua RT 74, Aminuddin Nur. Tapi Pak RT sedang tidak berada di rumah, yang ada hanya istrinya. Oleh istri Pak RT, saya disuruh bersembunyi di rumahnya,” beber Ina, yang kondisinya kemarin tampak cukup sehat. Esok harinya, Sabtu (13/1), korban sempat berniat pulang ke kampung halamannya di Damai, Kutai Barat. Tapi, dilarang oleh Aminuddin Nur, karena pertimbangan takut pelaku mencegat korban di pelabuhan Sei Kunjang. Korban baru diantar ke terminal Sungai Kunjang, oleh Ketua RT 74, pada Minggu (14/1) pukul 07.00 Wita ke kampung halamannya. Ina tinggal bersama kakak laki-lakinya bernama Hasbi. Setibanya di Damai, Kutai Barat, Ina langsung dibawa ke RS Harapan Insan Sendawar oleh kakaknya. Selain harus menjalani perawatan akibat bekas luka di payudaranya yang mulai mengalami infeksi, korban juga menjalani visum et repertum untuk pembuktian saat kasus kekerasan dalam rumah tangga itu dilaporkan ke polisi. Sehari setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, Ina melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polres Kutai Barat. Sambil menunggu polisi memproses laporannya, korban pulang ke Damai untuk beristirahat, sekaligus menyembuhkan bekas luka di kedua payudaranya. Dua hari sebelum jajaran Poltabes Samarinda menjemput paksa suaminya, Sabtu (27/1), korban bertolak menuju Samarinda. Kepergiannya itu seiring laporan yang dilimpahkan dari Polres Kubar ke Poltabes Samarinda. Aksi brutal Jhoni bermula dari kecurigaan pelaku terhadap istrinya yang dituding telah berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL). “Demi Allah saya tidak pernah berselingkuh. Kalau saya benar berselingkuh, berani dikutuk jadi apa pun. Bahkan, saya sempat dituduh pernah ditiduri mertua saya,” beber korban. Usai memproses pengaduan Ina dan menjemput Jhoni Effendi di kantornya, jajaran Unit Lidik Satreskrim Poltabes Samarinda bergegas mendatangi rumah kedua suami istri tersebut di Perumnas Bengkuring, Jl Bekuring Raya III Nomor 479 RT 74, Kelurahan Sempaja Selatan, bersama Ina. Polisi mencari barang bukti sesuai keterangan yang diberikan Ina. Usai menggeledah rumahnya sendiri, Ina menemukan mandau, pisau dapur yang digunakan untuk memotong payudaranya, gelas, ikat pinggang yang digunakan suaminya untuk memukulinya, serta selimut. Petugas bergegas meninggalkan rumah tersebut. Ina pun memutuskan pulang ke Kutai Barat. Kapoltabes Samarinda Kombes Polisi Marwoto Soeto melalui Kasatreskrim Kompol Novi Irawan SIK mengatakan, Jhoni Effendi ditetapkan sebagai tersangka. Ditegaskan Novi, Jhoni dijerat dengan pasal 353 KUHP tentang penganiayaan yang termasuk kategori berat serta UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Di UU KDRT, ancamannya 15 tahun penjara,” ucap Novi. Mulai kemarin Jhoni mendekam di balik jeruji sel sementara Poltabes untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (eri/dee) | laki kayak gini enaknya dikulitin, kasian istrinya...!!! __________________ yang baca ... sapi  |  31 January 2007, 07:47 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2006 Location: di goa Posts: 10,450 Rep Power: 13 | | Quote: | Originally Posted by jasmine_9394 Suaminya kayaknya agak2 psycho dech. Bener banget kata Aurell, syeremm.... Para perempuan harus kenal dulu calon suaminya tuh sebelum married, stidaknya antisipasi jgn ampe kejadian kayak yang diceritain Oom NumNum. | tapi biasanya sikap antara waktu pacaran sama udah merit beda, waktu pacaran jaim banget biar keliatan perfect. kelaut aja deh orang-2 yang jaim-2, cuiiih... pret yaaa... coba aja tanya hen ama saprol, mereka bedua sebelom dan sesudah merit gimana eh  bener harus kenal dulu, kalo perlu test drive dulu jangan jalsung (jajal langsung)  __________________ yang baca ... sapi  | | Thread Tools | | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You | | |