 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan! |  | |  31 January 2007, 07:57 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Kaltim Post Selasa, 30 Januari 2007 “Nggak Tahu, Pak. Kok Bisa Saya Makan” MESKI sempat mengelak dan membantah telah menganiaya dan memotong kedua puting payudara istrinya, Ina Salmiati (27), Jhoni Effendi (25) akhirnya mengaku telah melakukan perbuatan nista tersebut. Jhoni juga mengaku tak hanya memotong payudara istrinya, lalu memakan potongan daging payudara tersebut di hadapan sang istri. “Nggak tahu saya Pak, kok bisa saya makan,” aku Jhoni, Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PTTB) sebuah instansi Pemprov Kaltim di Jl Basuki Rahmat, saat ditemui harian ini di ruang Unit Lidik Poltabes Samarinda, kemarin. Menurut dia, kejadian itu berawal dari janji sang istri yang dinikahinya pada Juni 2006 lalu. Saat itu Ina mengatakan, seandainya kelak berselingkuh dengan pria lain, bersedia untuk dibunuh ataupun payudaranya dipotong. Jhoni lalu menuturkan latar belakang aksi brutalnya. Dikatakan, Jumat (12/1) siang lalu, ketika dirinya pulang kerja, dia melihat Ruslan, saudara sepupunya, keluar dari rumahnya melalui pintu belakang. Ruslan, menurut Jhoni, memang sering bertandang ke rumahnya di Perumnas Bengkuring Jl Bengkuring Raya III RT 74, Blok B Nomor 479, Kelurahan Sempaja Selatan. “Begitu saya masuk ke rumah, saya lihat istri saya sedang tidur. Tapi saya tidak percaya kalau dia benar-benar tidur,” sebut Jhoni. Begitu sang istri terbangun, lantaran menaruh curiga, Jhoni menanyakan kepada istrinya, apa yang telah dilakukan bersama Ruslan. “Saya meminta pengakuan dia (Ina, Red), tetap saja tidak mengaku. Habis kata-kata, saya ambil mandau (sejenis parang, Red), tapi bukan untuk mengancam,” ujar Jhoni. Tidak hanya itu, sambil memegang kitab suci Alquran, Jhoni meyakinkan Ina bahwa ia tidak akan menyakiti apabila berkata jujur. Menurut Jhoni, akhirnya Ina mengaku berselingkuh dengan Ruslan. “Istri saya bilang, Ruslan menanyakan hubungannya dengan saya selama ini. Lalu, istri saya juga bilang payudaranya dipegang oleh Ruslan,” ucap Jhoni. Namun kepada Kaltim Post, sambil bersumpah, Ina membantah berselingkuh dengan siapa pun. Begitu mendengar pengakuan istrinya, Jhoni tidak langsung menyakiti istrinya. Dia hanya mengingatkan janji Ina di awal pernikahan. Setelah itu, Jhoni mengambil pisau dapur dan memotong payudara istrinya. “Usai saya potong, saya makan,” ucap Jhoni singkat. Saat ditanya apakah juga memasukkan botol parfum ke dalam organ intim istrinya, sebagaimana pengakuan istrinya, Jhoni mengaku tidak ingat. SETELAPAK TANGAN Ditemui terpisah, Mardiyah (35), istri Ketua RT 74 Kelurahan Sempaja Selatan, Ahmidin Nurjali (42) mengaku amat terkejut melihat bekas potongan kedua payudara Ina (27). “Potongannya sebesar telapak tangan,” kata Mardiyah, saat mengingat Ina memperlihatkan payudaranya. Menurut Mardiyah berdasar pengakuan Ina yang didengarnya, perbuatan bejat suaminya dengan cara memotong payudara dilakukannya pada Jumat (12/1) dini hari. Malam harinya, ketika diminta Jhoni membeli sebungkus rokok, Ina pun menyempatkan melaporkan kejadian yang dialaminya. “Beli rokoknya kebetulan di rumah saya. Sekaligus meminta perlindungan kepada suami saya sebagai ketua RT,” ujar Mardiyah, yang berjualan sembako di rumahnya. Kala itu lengan dan paha Ina tampak terlihat membiru. Saat ditanya, Ina mengaku dipukuli suaminya. Ina juga mengaku pelipis matanya pernah dijahit sebanyak 7 jahitan lantaran dipukuli Jhoni. “Sebenarnya sudah mau kami laporkan ke polisi malam itu. Tapi permintaan Ina, jangan dulu,” ucap Mardiyah. Sabtu (13/1) pagi, Ina pun pamit pulang ke kampung halamannya di Kutai Barat, lantaran takut kepada Jhoni. Sementara itu, Yurni, tetangga sebelah rumah Ina, mengaku tidak pernah mendengar keributan rumah tangga Ina dan Jhoni. “Lha, masak sih (payudaranya) dipotong,” sebut Yurni terkejut. Sehari-hari, menurut Yurni, Jhoni terbilang akrab dengan tetangganya. Hanya saja, ketika Ina berada di Kutai Barat, Jhoni pernah terlihat membawa 3 wanita muda yang semua rambutnya dicat pirang. “Saya nggak tahu siapa ketiga wanita itu,” ujar Yurni. Yurni berpendapat, Jhoni pantas mendapat hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya terhadap Ina. “Ya kalau menurut saya, dia (Jhoni, Red) itu ada kelainan,” tandas Yurni tanpa merinci. (dee/eri) |  31 January 2007, 08:14 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2006 Location: di goa Posts: 10,450 Rep Power: 13 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang Kaltim Post Selasa, 30 Januari 2007 “Nggak Tahu, Pak. Kok Bisa Saya Makan” MESKI sempat mengelak dan membantah telah menganiaya dan memotong kedua puting payudara istrinya, Ina Salmiati (27), Jhoni Effendi (25) akhirnya mengaku telah melakukan perbuatan nista tersebut. Jhoni juga mengaku tak hanya memotong payudara istrinya, lalu memakan potongan daging payudara tersebut di hadapan sang istri. “Nggak tahu saya Pak, kok bisa saya makan,” aku Jhoni, Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PTTB) sebuah instansi Pemprov Kaltim di Jl Basuki Rahmat, saat ditemui harian ini di ruang Unit Lidik Poltabes Samarinda, kemarin. Menurut dia, kejadian itu berawal dari janji sang istri yang dinikahinya pada Juni 2006 lalu. Saat itu Ina mengatakan, seandainya kelak berselingkuh dengan pria lain, bersedia untuk dibunuh ataupun payudaranya dipotong. Jhoni lalu menuturkan latar belakang aksi brutalnya. Dikatakan, Jumat (12/1) siang lalu, ketika dirinya pulang kerja, dia melihat Ruslan, saudara sepupunya, keluar dari rumahnya melalui pintu belakang. Ruslan, menurut Jhoni, memang sering bertandang ke rumahnya di Perumnas Bengkuring Jl Bengkuring Raya III RT 74, Blok B Nomor 479, Kelurahan Sempaja Selatan. “Begitu saya masuk ke rumah, saya lihat istri saya sedang tidur. Tapi saya tidak percaya kalau dia benar-benar tidur,” sebut Jhoni. Begitu sang istri terbangun, lantaran menaruh curiga, Jhoni menanyakan kepada istrinya, apa yang telah dilakukan bersama Ruslan. “Saya meminta pengakuan dia (Ina, Red), tetap saja tidak mengaku. Habis kata-kata, saya ambil mandau (sejenis parang, Red), tapi bukan untuk mengancam,” ujar Jhoni. Tidak hanya itu, sambil memegang kitab suci Alquran, Jhoni meyakinkan Ina bahwa ia tidak akan menyakiti apabila berkata jujur. Menurut Jhoni, akhirnya Ina mengaku berselingkuh dengan Ruslan. “Istri saya bilang, Ruslan menanyakan hubungannya dengan saya selama ini. Lalu, istri saya juga bilang payudaranya dipegang oleh Ruslan,” ucap Jhoni. Namun kepada Kaltim Post, sambil bersumpah, Ina membantah berselingkuh dengan siapa pun. Begitu mendengar pengakuan istrinya, Jhoni tidak langsung menyakiti istrinya. Dia hanya mengingatkan janji Ina di awal pernikahan. Setelah itu, Jhoni mengambil pisau dapur dan memotong payudara istrinya. “Usai saya potong, saya makan,” ucap Jhoni singkat. Saat ditanya apakah juga memasukkan botol parfum ke dalam organ intim istrinya, sebagaimana pengakuan istrinya, Jhoni mengaku tidak ingat. SETELAPAK TANGAN Ditemui terpisah, Mardiyah (35), istri Ketua RT 74 Kelurahan Sempaja Selatan, Ahmidin Nurjali (42) mengaku amat terkejut melihat bekas potongan kedua payudara Ina (27). “Potongannya sebesar telapak tangan,” kata Mardiyah, saat mengingat Ina memperlihatkan payudaranya. Menurut Mardiyah berdasar pengakuan Ina yang didengarnya, perbuatan bejat suaminya dengan cara memotong payudara dilakukannya pada Jumat (12/1) dini hari. Malam harinya, ketika diminta Jhoni membeli sebungkus rokok, Ina pun menyempatkan melaporkan kejadian yang dialaminya. “Beli rokoknya kebetulan di rumah saya. Sekaligus meminta perlindungan kepada suami saya sebagai ketua RT,” ujar Mardiyah, yang berjualan sembako di rumahnya. Kala itu lengan dan paha Ina tampak terlihat membiru. Saat ditanya, Ina mengaku dipukuli suaminya. Ina juga mengaku pelipis matanya pernah dijahit sebanyak 7 jahitan lantaran dipukuli Jhoni. “Sebenarnya sudah mau kami laporkan ke polisi malam itu. Tapi permintaan Ina, jangan dulu,” ucap Mardiyah. Sabtu (13/1) pagi, Ina pun pamit pulang ke kampung halamannya di Kutai Barat, lantaran takut kepada Jhoni. Sementara itu, Yurni, tetangga sebelah rumah Ina, mengaku tidak pernah mendengar keributan rumah tangga Ina dan Jhoni. “Lha, masak sih (payudaranya) dipotong,” sebut Yurni terkejut. Sehari-hari, menurut Yurni, Jhoni terbilang akrab dengan tetangganya. Hanya saja, ketika Ina berada di Kutai Barat, Jhoni pernah terlihat membawa 3 wanita muda yang semua rambutnya dicat pirang. “Saya nggak tahu siapa ketiga wanita itu,” ujar Yurni. Yurni berpendapat, Jhoni pantas mendapat hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya terhadap Ina. “Ya kalau menurut saya, dia (Jhoni, Red) itu ada kelainan,” tandas Yurni tanpa merinci. (dee/eri) | orang kayak gini enaknya dipasung di tengah hutan ditelanjangin trus seluruh badannya dilumurin ama madu, biar matinya kayak candy man  __________________ yang baca ... sapi  |  31 January 2007, 08:18 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by pokip orang kayak gini enaknya dipasung di tengah hutan ditelanjangin trus seluruh badannya dilumurin ama madu, biar matinya kayak candy man  | Biarlah hukum yang menyelesaikan masalah ini. kalo hukum manusia tidak bisa mengakomodir ya kita serahkan aja pada hukum Tuhan. |  31 January 2007, 08:56 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Quote: | Originally Posted by pokip orang kayak gini enaknya dipasung di tengah hutan ditelanjangin trus seluruh badannya dilumurin ama madu, biar matinya kayak candy man  | Bnoollll.........  |  31 January 2007, 09:23 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by hen_mart2006 Bnoollll.........  | ngomong apaan hen? |  31 January 2007, 09:30 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang ngomong apaan hen? | tau tuh..yang buat thread... rada-rada gendheng juga....  |  31 January 2007, 09:35 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by hen_mart2006 tau tuh..yang buat thread... rada-rada gendheng juga....  | sepertinya emang parah anak ini. |  31 January 2007, 10:57 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: Selalu ada di hati kamu Posts: 6,672 Rep Power: 9 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang sepertinya emang parah anak ini. | Baru tau y om.......ciannnnnnn....  __________________ kemana kau pergi CINTA |  31 January 2007, 11:07 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by cleo_maniez Baru tau y om.......ciannnnnnn....  | Val sich... gak mau kasih tahu aku lebih awal! gimana khabar sayang? |  31 January 2007, 11:22 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | |  04 February 2007, 12:40 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,638 Rep Power: 7 | | Quote: | Originally Posted by wagner_cris secara gw ini cewe'... otomatis kebayang kalee kalo itu di......  | ooo cw to..kirain co.....kok salah mulu yah...mengidentifikasi gendernya anak forum....  __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  04 February 2007, 12:57 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,638 Rep Power: 7 | | Quote: | Originally Posted by bidadarimerah yachhh,...semoga gw ga dapeet suami kayak gitu deh amin,..sadis amat siy jadi orang???sakit jiwa kalo menurut gw | wah.... bi DADA ri MERAH  __________________ ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..? |  04 February 2007, 01:05 PM | | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang Kaltim Post Selasa, 30 Januari 2007 Di Samarinda, Suami Potong Payudara Istri Potongannya Dikunyah dan Ditelan, Bekas Luka Ditaburi Kopi SAMARINDA - Sadis dan mengerikan seperti kanibal (pemakan daging manusia). Itulah aksi Jhoni Effendi (27), warga Perum Bengkuring Raya III No 479 Samarinda utara. Dipicu cemburu buta karena mengira istrinya berselingkuh, kedua puting payudara istrinya, Ina Salmiati (27) dipotong. Yang bikin bergidik, potongan bagian tubuh yang sangat vital bagi perempuan itu dikunyah, lalu ditelannya. Akibat perbuatannya, Jhoni Effendi yang berstatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Dinas Sosial Kaltim dijemput paksa personel Poltabes Samarinda, Senin (29/1) kemarin, di tempat kerjanya di Jl Basuki Rahmat. Selama di tahanan Poltabes, tidak banyak kalimat yang meluncur dari mulutnya. Sesekali dia berusaha menutupi wajahnya saat akan dipotret wartawan. Perbuatan sadis yang dikategorikan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dilakukan Jhoni Jumat (12/1) lalu, sekitar pukul 00.30 Wita. Setelah memotong puting istrinya, Ina disabet berkali-kali pakai ikat pinggang. “Setelah puas mencambuk saya dengan ikat pinggang, dia (pelaku, Red) mengambil mandau (parang khas Kaltim, Red) lalu membuka baju saya. Setelah itu, kedua puting susu saya dipotong lalu diletakkan di atas piring,” beber Ina Salmiati, menceritakan keberutalan suaminya yang baru 6 bulan menikahinya. Jhoni bahkan sempat mencuci daging puting tersebut sampai bersih, sebelum mengunyah dan menelannya. “Sebelum daging puting susu saya ditelan, dia sempat menjulurkan lidahnya untuk memperlihatkan daging yang sudah dikunyahnya,” kata korban polos. Meski sangat kesakitan akibat kebrutalan suaminya, Ina tidak mampu berbuat banyak, bahkan untuk sekadar berontak. Kepada polisi, Ina mengaku dianiaya suaminya di ruang tamu rumah mereka. “Saya tidak berani berteriak, karena parang di tangannya,” sebut Ina. Aksi sadis menimbulkan kecederaan yang dialami sang istri sangat parah. Sayatan mandau itu besar dan lebar mendekati ukuran telapak tangan. Apalagi untuk menghentikan darah yang mengucur deras dari payudara yang dipotong, pelaku dengan santainya mengambil bubuk kopi di ruang dapur dan menaburkannya ke payudara Ina. “Saya minta diantar berobat ke rumah sakit, tapi dilarang. Malah saya dikunci di kamar sementara dia kembali tidur dan baru bangun setelah jam 6 sore,” bebernya. Sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku kembali mendatangi korban yang masih disekap di dalam kamar. Aksi kekerasan pun kembali terulang, kali ini pelaku minta korban yang sudah tidak berdaya itu meminum air seninya. Takut dengan ancaman, korban yang bertubuh padat berisi itu terpaksa meminum air seni suaminya, meski harus muntah-muntah karenanya. Penderitaan Ina masih berlanjut. Setelah memaksa sang istri meminum air seninya, tanpa beban pelaku kemudian menyuruh istrinya membeli rokok di warung dekat rumahnya. “Pada saat itulah saya melarikan diri ke rumah Ketua RT 74, Aminuddin Nur. Tapi Pak RT sedang tidak berada di rumah, yang ada hanya istrinya. Oleh istri Pak RT, saya disuruh bersembunyi di rumahnya,” beber Ina, yang kondisinya kemarin tampak cukup sehat. Esok harinya, Sabtu (13/1), korban sempat berniat pulang ke kampung halamannya di Damai, Kutai Barat. Tapi, dilarang oleh Aminuddin Nur, karena pertimbangan takut pelaku mencegat korban di pelabuhan Sei Kunjang. Korban baru diantar ke terminal Sungai Kunjang, oleh Ketua RT 74, pada Minggu (14/1) pukul 07.00 Wita ke kampung halamannya. Ina tinggal bersama kakak laki-lakinya bernama Hasbi. Setibanya di Damai, Kutai Barat, Ina langsung dibawa ke RS Harapan Insan Sendawar oleh kakaknya. Selain harus menjalani perawatan akibat bekas luka di payudaranya yang mulai mengalami infeksi, korban juga menjalani visum et repertum untuk pembuktian saat kasus kekerasan dalam rumah tangga itu dilaporkan ke polisi. Sehari setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, Ina melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polres Kutai Barat. Sambil menunggu polisi memproses laporannya, korban pulang ke Damai untuk beristirahat, sekaligus menyembuhkan bekas luka di kedua payudaranya. Dua hari sebelum jajaran Poltabes Samarinda menjemput paksa suaminya, Sabtu (27/1), korban bertolak menuju Samarinda. Kepergiannya itu seiring laporan yang dilimpahkan dari Polres Kubar ke Poltabes Samarinda. Aksi brutal Jhoni bermula dari kecurigaan pelaku terhadap istrinya yang dituding telah berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL). “Demi Allah saya tidak pernah berselingkuh. Kalau saya benar berselingkuh, berani dikutuk jadi apa pun. Bahkan, saya sempat dituduh pernah ditiduri mertua saya,” beber korban. Usai memproses pengaduan Ina dan menjemput Jhoni Effendi di kantornya, jajaran Unit Lidik Satreskrim Poltabes Samarinda bergegas mendatangi rumah kedua suami istri tersebut di Perumnas Bengkuring, Jl Bekuring Raya III Nomor 479 RT 74, Kelurahan Sempaja Selatan, bersama Ina. Polisi mencari barang bukti sesuai keterangan yang diberikan Ina. Usai menggeledah rumahnya sendiri, Ina menemukan mandau, pisau dapur yang digunakan untuk memotong payudaranya, gelas, ikat pinggang yang digunakan suaminya untuk memukulinya, serta selimut. Petugas bergegas meninggalkan rumah tersebut. Ina pun memutuskan pulang ke Kutai Barat. Kapoltabes Samarinda Kombes Polisi Marwoto Soeto melalui Kasatreskrim Kompol Novi Irawan SIK mengatakan, Jhoni Effendi ditetapkan sebagai tersangka. Ditegaskan Novi, Jhoni dijerat dengan pasal 353 KUHP tentang penganiayaan yang termasuk kategori berat serta UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Di UU KDRT, ancamannya 15 tahun penjara,” ucap Novi. Mulai kemarin Jhoni mendekam di balik jeruji sel sementara Poltabes untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (eri/dee) | Enak cuma 15 tahun paling yg di jalanin nda akan ada 15 itu,,,orang kayak begini harusnya jgn di penjara kasih aja ke masa biar tahu rasa hukumam yg sangat berat klo penjara mah,,,yaaa,,,masi enak,,,  |  04 February 2007, 07:43 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: Ada dech...mau tau ajjah... Posts: 4,719 Rep Power: 6 | | Iiiihhh....mengerikan!  !! |  05 February 2007, 10:38 AM |  | Senior Member | | Join Date: November 2006 Location: indonesia....:) Posts: 5,578 Rep Power: 7 | | ihhhhhhh...........  trus misal sempuh bentuknya kek mana ya...  __________________ hidih......game gw payah banet.... |  05 February 2007, 10:56 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by kiky_lee ihhhhhhh...........  trus misal sempuh bentuknya kek mana ya...  | kok malah kiky yang berimajinasi...?  |  05 February 2007, 11:09 AM |  | Senior Member | | Join Date: November 2006 Location: indonesia....:) Posts: 5,578 Rep Power: 7 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang kok malah kiky yang berimajinasi...?  | kan turut prihatin om.... bener....masih kebayang nich...... trus kalo dia punya suami lagi....itunya gimana...?  __________________ hidih......game gw payah banet.... |  05 February 2007, 11:23 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by kiky_lee | Ya mesti harus saling sepakat dulu dan memaklumi. kan semua masalah bisa diselesaikan asal akur, ya kan? tapi kalo untuk menyusui anak, mungkin perlu operasi plastik, kali! |  05 February 2007, 11:32 AM |  | Senior Member | | Join Date: November 2006 Location: indonesia....:) Posts: 5,578 Rep Power: 7 | | Quote: | Originally Posted by numpang_doang Ya mesti harus saling sepakat dulu dan memaklumi. kan semua masalah bisa diselesaikan asal akur, ya kan? tapi kalo untuk menyusui anak, mungkin perlu operasi plastik, kali! | kan itunya dah ditelen...... trus emang bisa diganti ma barang sejeniskah...??? misal bisa...trus ngasih asi....pa ga takut lepas trus ketelen banyinya.....  ...makin negatif thinking ajjah ni.....  __________________ hidih......game gw payah banet.... |  05 February 2007, 01:47 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Posts: 7,189 Rep Power: 10 | | Quote: | Originally Posted by kiky_lee kan itunya dah ditelen...... trus emang bisa diganti ma barang sejeniskah...??? misal bisa...trus ngasih asi....pa ga takut lepas trus ketelen banyinya.....  ...makin negatif thinking ajjah ni.....  | ya mungkin dokter sebagai ahlinya lebih tahu dech! tapi pasti ada solusinya tuch, cuma aku sendiri gak begitu paham. soalnya emang aku gak mempelajari detail, cuma ***** aja!  | |