 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan! |  11 September 2005, 08:41 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Brisbane,Queensland Posts: 323 Rep Power: 3 | | Pekerjaanku Pekerjaanmu Di thread ini, silahkan sharing apapun di sekitar dunia kerja. Monggo.... __________________ God works in mysterious way... |  11 September 2005, 09:02 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by Syahrul_Istiqlali Di thread ini, silahkan sharing apapun di sekitar dunia kerja. Monggo.... | wah saya akan coba memulai isu buat rekan rekan yang sudah bekerja. Ada kantor yang sering ada diskriminasi antara karyawan baru dengan karyawan yang sudah lama dalam indeks gaji. Sebagai contoh karyawan yang sudah mengabdi di perusahaan 7 tahun bisa jadi gajinya sama besarnyal dari karyawan yang baru masuk. Dari tingkat latar belakang pendidikan sama yakni jenjang Strata 1. Yang jadi pertanyaan dimana sebenarnya ukurannya bisa menjadi beda begitu. yang kedua soal CUTI. Ada karyawan yang mengajukan cuti tahunan tetapi pusing mencari pengganti orang yang menghandle pekerjaannya selama dia cuti. Seharusnya kan pihak perusahaan yang menjamin pengganti kita selama kita cuti. Tetapi si karyawan itu yang sibuk mencari penggantinya. Pertanyaannya gimana cara menegosiasikan ini kepada perusahaan?. __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini |  11 September 2005, 09:28 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Brisbane,Queensland Posts: 323 Rep Power: 3 | | Masalah gaji karyawan baru yg mengalahkan besarnya gaji karyawan lama juga terjadi di tempatku. Sampai rame tuh, muncul surat2 kaleng/berantai yg mensosialisasikan ketimpangan tersebut sampai akhirnya EDP kantor memblokir semua imel dari yahoo. Pangkal masalahnya bisa saja karena yg menentukan/mengajukan besarnya gaji karyawan baru tsb tidak dari satu sumber(misalnya HRD), tapi dari pejabat setingkat AVP (Asisten Vice Pres.) atau Vice Pres.Nah,kalo sudah di ACC sama SVP (Senior Vice Pres.) ya sudah, keluarlah si gaji tersebut. Begitu bang neo.. BTW, sebenarnya yg ngusulin topik ini bang neo loh, inspired by statement kristina masalah pengangguran. __________________ God works in mysterious way... |  13 September 2005, 02:22 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Sepertinya persoalan seperti ini jamak terjadi. Setahuku, salah satu penyebabnya adalah starting fee, terkait dengan standar gaji terkini. Katakanlah, berlaku kebijakan kenaikan gaji per tahun sebesar 10 persen. Karyawan dengan starting fee standar (mis, dia masuk kerja "5 tahun lalu") jelas akan "terbalap" oleh karyawan dengan starting fee standar (yang masuk "tahun ini", walaupun dari sisi nominalnya tahun ini masih lebih rendah dari karyawan senior ini) dalam waktu sekian tahun ke depan. Pada saat ini terjadi, kesenjangan akan terlihat jelas. Apalagi klo ga ada penyesuaian apa pun dari HRD (yang merupakan wakil perusahaan untuk menghadapi karyawan). Dan hal ini banyak terjadi di perusahaan yang menganggap SDM bukan sebagai investasi, namun sebagai aset belaka. Kasarnya, "Kalo ga mau, masih banyak yang mau kok." Kalau dihadapkan pada statement seperti ini, terus gimana? Mau tidak mau kita akan berpikir dua kali untuk keluar, apalagi dengan tanggungan keluarga, umur di atas 40, ga ada modal untuk buka usaha sendiri, dan sebagainya.... Sudah waktunya perusahaan2 menganggap karyawannya sebagai investasi, supaya tidak "bayar pake pisang, dapetnya ya monyet". __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  Last edited by terran; 13 September 2005 at 02:25 PM. |  14 September 2005, 05:04 AM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Brisbane,Queensland Posts: 323 Rep Power: 3 | | untung gw belum 40th. __________________ God works in mysterious way... |  15 September 2005, 01:22 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: Oil City Posts: 3,302 Rep Power: 7 | | Atau biasanya saat test masuk kerja biasanya kita ditanyakan berapa gaji yg kita inginkan, nah mungkin orang yang dah lama kerja/karyawan lama malu2 kucing kali dalam menyebutkan nominal (ini bagian dari budaya kita) nah karyawan baru dengan PD nya n mungkin juga karena emang skillnya mumpuni berani mengajukan gaji lebih tinggi.....ini yang biasa terjadi pada kami lulusan teknik (tp saya blom lulus lo,masih TA),kmi yang mo lulus ini dah diajarin teknik wawancara yang begituan....... |  15 September 2005, 02:26 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by Andree_22 Atau biasanya saat test masuk kerja biasanya kita ditanyakan berapa gaji yg kita inginkan, nah mungkin orang yang dah lama kerja/karyawan lama malu2 kucing kali dalam menyebutkan nominal (ini bagian dari budaya kita) nah karyawan baru dengan PD nya n mungkin juga karena emang skillnya mumpuni berani mengajukan gaji lebih tinggi.....ini yang biasa terjadi pada kami lulusan teknik (tp saya blom lulus lo,masih TA),kmi yang mo lulus ini dah diajarin teknik wawancara yang begituan....... | Yup, mas Andre, aku sarankan untuk JANGAN PERNAH malu2 kucing. Perusahaan tidak akan langsung menolak lamaran Anda hanya karena Anda minta gaji lebih dari standar. Paling2 mereka akan menyebutkan standar mereka. Klo sudah begini, silakan dicari jalan tengah antara kedua belah pihak. Jangan sampai Anda menyesal setelah 15 tahun berkarya di perusahaan itu (artinya Anda sudah berumur, katakanlah, 40 thn), sedangkan untuk keluar mencari perusahaan baru tidak semudah yang dibayangkan (bagi mantan karyawan nonmanajemen terutama). __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  |  15 September 2005, 02:49 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by terran Sepertinya persoalan seperti ini jamak terjadi. Setahuku, salah satu penyebabnya adalah starting fee, terkait dengan standar gaji terkini. Katakanlah, berlaku kebijakan kenaikan gaji per tahun sebesar 10 persen. Karyawan dengan starting fee standar (mis, dia masuk kerja "5 tahun lalu") jelas akan "terbalap" oleh karyawan dengan starting fee standar (yang masuk "tahun ini", walaupun dari sisi nominalnya tahun ini masih lebih rendah dari karyawan senior ini) dalam waktu sekian tahun ke depan. Pada saat ini terjadi, kesenjangan akan terlihat jelas. Apalagi klo ga ada penyesuaian apa pun dari HRD (yang merupakan wakil perusahaan untuk menghadapi karyawan). Dan hal ini banyak terjadi di perusahaan yang menganggap SDM bukan sebagai investasi, namun sebagai aset belaka. Kasarnya, "Kalo ga mau, masih banyak yang mau kok." Kalau dihadapkan pada statement seperti ini, terus gimana? Mau tidak mau kita akan berpikir dua kali untuk keluar, apalagi dengan tanggungan keluarga, umur di atas 40, ga ada modal untuk buka usaha sendiri, dan sebagainya.... Sudah waktunya perusahaan2 menganggap karyawannya sebagai investasi, supaya tidak "bayar pake pisang, dapetnya ya monyet". | ya ya benar terran. Seperti nya proses alamiah seiring dengan berjalannya sang waktu. "starting fee" memang bisa menjadi faktor pembedanya. Maka beruntunglah kepada mereka mereka yang masuk angkatan kerja pada tahun ini dan juga tahun 2006 mendatang. Mereka yang diterima pada tahun ini dan juga masuk sudah dengan Indeks gajinya sudah tinggi. lalu terran menyebut "keluar dari pekerjaan", nah ini ada benang merahnya. Apa sih yang menjadi faktor orang mau pindah pekerjaan atau keluar dari kantor?. Saya rasa salah satu faktor penyebabnya adalah masalah gaji. Siapa sih yang tidak ingin mendapat gaji yang layak? __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini |  15 September 2005, 04:07 PM | | Senior Member | | Join Date: July 2005 Location: INA Posts: 193 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by Syahrul_Istiqlali Di thread ini, silahkan sharing apapun di sekitar dunia kerja. Monggo.... | saya ingin tahu pendapat teman2 di komunitas ini gimana kalo sebuah perusahaan profit (jelas2 dong carinya keuntungan)......... untuk karyawannya yg kerja lembur dihargai hanya dengan sanjungan "ini karyawan yang loyalitasnya pada perusahaan patut diacungi jempol" tanpa ada penghargaan lainnya |  15 September 2005, 05:40 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by borneo ya ya benar terran. Seperti nya proses alamiah seiring dengan berjalannya sang waktu. "starting fee" memang bisa menjadi faktor pembedanya. Maka beruntunglah kepada mereka mereka yang masuk angkatan kerja pada tahun ini dan juga tahun 2006 mendatang. Mereka yang diterima pada tahun ini dan juga masuk sudah dengan Indeks gajinya sudah tinggi. lalu terran menyebut "keluar dari pekerjaan", nah ini ada benang merahnya. Apa sih yang menjadi faktor orang mau pindah pekerjaan atau keluar dari kantor?. Saya rasa salah satu faktor penyebabnya adalah masalah gaji. Siapa sih yang tidak ingin mendapat gaji yang layak? | Betul... betul... Dan ada satu aturan umum lagi, jangan keluar kalau belum dapat yang baru. Perusahaan boleh pinter, tapi karyawan ga boleh kalah pinter... Dan lakukan ini sebelum umur menjadi kendala. __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  |  15 September 2005, 07:30 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: KL Posts: 1,835 Rep Power: 5 | | kalau masalah gaji pas wawancara bilang aja semua diserahkan pada kebijakan perusahaan dan sesuai dengan standar perusahaan. kalo harus bilang nominalnya bilang aja yg tinggi, berapaa gitu... pokoknya perusahaan udah punya standarnya, meskipun minta gaji lebih tinggi atau lebih rendah pasti akan disesuaikan dengan standar. Perusahaan tidak akan nolak seorang calon karyawan yang meminta gaji tinggi, kalo memang perusahaan benar2 menginginkan calon karyawan tersebut masuk ke perusahaannya tersebut.. Trus selain masalah gaji ya... environment juga perlu dibahas kayaknya.. biasanya karyawan baru akan di 'jutekin' ma senior2nya (kayak ospek aja gitu..), padahal ini kan dunia kerja, seharusnya kerjasama yg baik harus dimulai dari awal, itu akan lebih baik.. Dan kayaknya banyak senior2 yg 'pelit' untuk berbagi pengetahuan dan kalo yg baru bikin kesalahan, disalah2in... Mungkin ga semua kayak gitu ya.... Peace!!!!!  __________________ Life is a great big canvas, and you should throw all the paint on it you can. -- Danny Kaye GReaTdaYiNMyLiFe |  15 September 2005, 07:55 PM |  | Senior Member | | Join Date: March 2005 Location: Norwich - UK Posts: 1,122 Rep Power: 5 | | Quote: | Originally Posted by borneo ya ya benar terran. Seperti nya proses alamiah seiring dengan berjalannya sang waktu. "starting fee" memang bisa menjadi faktor pembedanya. Maka beruntunglah kepada mereka mereka yang masuk angkatan kerja pada tahun ini dan juga tahun 2006 mendatang. Mereka yang diterima pada tahun ini dan juga masuk sudah dengan Indeks gajinya sudah tinggi. lalu terran menyebut "keluar dari pekerjaan", nah ini ada benang merahnya. Apa sih yang menjadi faktor orang mau pindah pekerjaan atau keluar dari kantor?. Saya rasa salah satu faktor penyebabnya adalah masalah gaji. Siapa sih yang tidak ingin mendapat gaji yang layak? | Ya........kita harus PD dengan kemampuan kita , jadi jangan ragu-ragu untuk mengajukan gaji tinggi. Tapi aku pernah punya pengalaman pahit nih mengenai gaji tinggi.... AKu pernah melamar di salah satu perusahaan di surabaya, karena aku merasa mampu dan punya kualifikasi tinggi di bidang pekerjaanku, aku mengajukan gaji tinggi (sebagai strategi / jaga-jaga kalau di negosiasi sama itu perusahaan) eh ternyata perusahaan tempat aku melamar itu tidak menego gaji yang aku ajukan. Maka diterimalah aku bekerja disana. Tapi kok setelah dua tahun bekerja gajiku diturunkan sesuai standard gaji mereka - tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karena dongkol dan gak terima dengan alasan yang mereka ajukan akhirnya aku keluar. Bukannya masalah gaji yang aku permasalahkan, tapi harga diri. Kalau mereka mau membicarakan dahulu denganku, aku pasti mau bernegosiasi dengan mereka, karena sebetulnya aku mencintai lingkungan / suasana kantor dan orang-orangnya. Oh ya soal faktor penyebab orang mau pindah kerja itu kompleks, gak cuma gaji saja. Aku juga pernah bekerja di suatu tempat, gaji lumayan tinggi, belum satu tahun aku bekerja, aku sudah dapat bonus akhir tahun (padahal kebijaksanaan perusahaan setelah satu tahun bekerja baru dapat bonus akhir tahun), tapi aku putuskan untuk keluar setelah 1,5 bekerja. Karena ada seseorang yang merasa "SENIOR" yang menteror ku, apalagi kalau bos sedang tugas ke luar dan si SENIOR ini menjadi pengganti peran si BOS / bertanggung jawab. Wah sudah deh, dianya petentang-petenteng kaya preman ......Aku gak mau mengadukan hal ini ke pada BOS, karena aku gak mau di bilang tukang ngadu / cari muka. Yah udah dengan berat hati keluar saja, tapi sebelumnya sudah mencari pekerjaan pengganti, jadi pas ditanya kenapa keluar, jawabku udah dapat pekerjaan yang lebih pas.... |  15 September 2005, 08:24 PM |  | Senior Member | | Join Date: April 2005 Location: KL Posts: 1,835 Rep Power: 5 | | Kalo gw prinsipnya kalo kerja, no.1 adalah environmentnya yang laen belakangan.. kalo environmentnya udah ga enak dan bikin ga betah mendingan caaaabbbbuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt... meskipun gajinya lumayan..... ENJOY no.1! __________________ Life is a great big canvas, and you should throw all the paint on it you can. -- Danny Kaye GReaTdaYiNMyLiFe |  15 September 2005, 09:13 PM |  | Senior Member | | Join Date: March 2005 Location: Norwich - UK Posts: 1,122 Rep Power: 5 | | Quote: | Originally Posted by GreatDay Kalo gw prinsipnya kalo kerja, no.1 adalah environmentnya yang laen belakangan.. kalo environmentnya udah ga enak dan bikin ga betah mendingan caaaabbbbuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt... meskipun gajinya lumayan..... ENJOY no.1! | Ane juga setujuh dah |  16 September 2005, 05:42 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Perusahaan seperti orang tua dalam satu kekuarga, kalau orang tuanya miskin bagaimana mau dapat banyak. Kalau papa kita pelit, dia banyak uang tapi tidak mau kasi, kan tdk bisa apa apa... Jadi kalau kita memang punya sesuatu, kan bisa pindah kerja ke tempat lain. Hidup memang begitu. Apalagi di zaman sekarang, tidak usah terlalu berharap dari orang lain...... |  16 September 2005, 08:41 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by kristina Ya........kita harus PD dengan kemampuan kita , jadi jangan ragu-ragu untuk mengajukan gaji tinggi. Tapi aku pernah punya pengalaman pahit nih mengenai gaji tinggi.... AKu pernah melamar di salah satu perusahaan di surabaya, karena aku merasa mampu dan punya kualifikasi tinggi di bidang pekerjaanku, aku mengajukan gaji tinggi (sebagai strategi / jaga-jaga kalau di negosiasi sama itu perusahaan) eh ternyata perusahaan tempat aku melamar itu tidak menego gaji yang aku ajukan. Maka diterimalah aku bekerja disana. Tapi kok setelah dua tahun bekerja gajiku diturunkan sesuai standard gaji mereka - tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karena dongkol dan gak terima dengan alasan yang mereka ajukan akhirnya aku keluar. Bukannya masalah gaji yang aku permasalahkan, tapi harga diri. Kalau mereka mau membicarakan dahulu denganku, aku pasti mau bernegosiasi dengan mereka, karena sebetulnya aku mencintai lingkungan / suasana kantor dan orang-orangnya. Oh ya soal faktor penyebab orang mau pindah kerja itu kompleks, gak cuma gaji saja. Aku juga pernah bekerja di suatu tempat, gaji lumayan tinggi, belum satu tahun aku bekerja, aku sudah dapat bonus akhir tahun (padahal kebijaksanaan perusahaan setelah satu tahun bekerja baru dapat bonus akhir tahun), tapi aku putuskan untuk keluar setelah 1,5 bekerja. Karena ada seseorang yang merasa "SENIOR" yang menteror ku, apalagi kalau bos sedang tugas ke luar dan si SENIOR ini menjadi pengganti peran si BOS / bertanggung jawab. Wah sudah deh, dianya petentang-petenteng kaya preman ......Aku gak mau mengadukan hal ini ke pada BOS, karena aku gak mau di bilang tukang ngadu / cari muka. Yah udah dengan berat hati keluar saja, tapi sebelumnya sudah mencari pekerjaan pengganti, jadi pas ditanya kenapa keluar, jawabku udah dapat pekerjaan yang lebih pas.... | ya ya kalaw Kristina bilang ada SENIOR yang merasa gitu, kalaw di perusahaan saya kebalikannya. Ada orang baru masuk kerja LAGAKNYA sudah kaya bos. Selidik punya selidik orang baru ini masih satu daerah asal dengan salah satu manajer saya. Suka printah printah, dan seperti tidak punya etika sama sekali. Saya kurang senang sama orang yang tidak ada etika sama sekali. Dibawa HAPPY aja, kalikan saja NOL. Yang penting saya nda ganggu urusan dia, dan dia ngga ganggu pekerjaan saya __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini |  16 September 2005, 08:49 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by borneo ya ya kalaw Kristina bilang ada SENIOR yang merasa gitu, kalaw di perusahaan saya kebalikannya. Ada orang baru masuk kerja LAGAKNYA sudah kaya bos. Selidik punya selidik orang baru ini masih satu daerah asal dengan salah satu manajer saya. Suka printah printah, dan seperti tidak punya etika sama sekali. Saya kurang senang sama orang yang tidak ada etika sama sekali. Dibawa HAPPY aja, kalikan saja NOL. Yang penting saya nda ganggu urusan dia, dan dia ngga ganggu pekerjaan saya | Aku pernah kerja di perkebunan, istri manager yang lenih mengatur dari manegernya.. Aku mau dapat pembantu cantik aja tidak boleh... he..he.. |  16 September 2005, 08:59 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by lsy Aku pernah kerja di perkebunan, istri manager yang lenih mengatur dari manegernya.. Aku mau dapat pembantu cantik aja tidak boleh... he..he.. | Wah wah ini sudah melenceng dari Topik "pekerjaan". Ya sudah. Buat Isy kalaw soal pembantu yang cantik mah di kota Pontianak gudangnya. Banyak pembabntu rumah tangga di kota saya ini yang parasnya cantik cantiki. Mereka rata rata berpendidikan SMP dan SMA, kadang juga tidak bersekolah. Malah sebelah kantor saya ada petugas cleaning service yang langsing, putih , dan cantik. __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini |  16 September 2005, 09:24 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by borneo Wah wah ini sudah melenceng dari Topik "pekerjaan". Ya sudah. Buat Isy kalaw soal pembantu yang cantik mah di kota Pontianak gudangnya. Banyak pembabntu rumah tangga di kota saya ini yang parasnya cantik cantiki. Mereka rata rata berpendidikan SMP dan SMA, kadang juga tidak bersekolah. Malah sebelah kantor saya ada petugas cleaning service yang langsing, putih , dan cantik. | Memang banyak, masalahnya lu lagi tidak ada pembantu, kebetulan lantas dapat yang cantik, sang ibu manager menveto....Apa tidak jengkel.. Mau melawan tidak berani... Bagaimana..he... |  16 September 2005, 09:44 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by lsy Memang banyak, masalahnya lu lagi tidak ada pembantu, kebetulan lantas dapat yang cantik, sang ibu manager menveto....Apa tidak jengkel.. Mau melawan tidak berani... Bagaimana..he... | Nah saya jadi ada ide dari soal "pembantu" ini. Barangkali bisa jadi bahan pertimbangan keluarga keluarga Indonesia yang mau ambil pembantu rumah tangga. Di Pontianak sendiri tidak mudah mencari pembantu yang jujur. Terlepas dia pembantu laki laki atau wanita. Dari beberapa berita kriminal di Pontianak, ada beberapa kejahatan (pencurian dan asusila) yang diakibatkan oleh pembantu. Bagaimana sih cara yang aman mencari pembantu yang jujur?. Majikan kecurian uangnya oleh pembantu, anak majikan yang (maaf) diperkosa oleh Pembantu Pria. Atau sebaliknya Pembantu wanita yang jadi korban majikan, ntah dianiaya atau diperlakukan tidak senonoh. Jadi siapa yang salah donk. Pembantu atau Majikan?. Saya mau fokus pembantu saja di sini. Satu masalah lagi. Kalaw ambil pembantu pria muda (ganteng terlebih) dikuatirkan naksir pembantu tetangga sebelah rumah bisa selingkuh dan hamil. Bisa juga Majikan Istri takut nyeleweng sama pembantu yang kaya Adjie Massaid misalnya. Duh repot. Begitujuga sebaliknya jika ambil pembantu wanita, para istri istri pasti was was jika Suami sendirian di rumah dengan pembantu wanita. Apalagi pembantunya langsing, mulus dan seksi ala Nadine putri Indonesia 2005 itu. hohohooho... borneo selalu ada ide untuk di share di forum ini. ApA pendapat rekan rekan di sini? __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini | | Thread Tools | | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You may not edit your posts HTML code is Off | | | All times are GMT +8. The time now is 11:27 AM. Powered by vBulletin®, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd. |  |