Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Community » The Lounge

The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan!

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #21  
Old 10 August 2006, 06:31 PM
fadliozora's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: Dibalik Awan
Posts: 1,795
Rep Power: 4
fadliozora is on a distinguished road
Default

mestinya cinta yang telah hambar itu dibuang "kayak sampah" karena memang jika tak bisa dikembalikan seperti semula buat apa???
__________________
Kita adalah Mimpi yang tak Terwujudkan

Senandungkan Nada Yang Hilang

Tanpa Perdulikan Kata mereka

Kita Berjalan Melawan Dunia
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #22  
Old 10 August 2006, 07:33 PM
momento_mori's Avatar
Senior Member
 
Join Date: May 2006
Posts: 755
Rep Power: 3
momento_mori is on a distinguished road
Default

ah ,pernah kah kau jatuh cinta.
pernah kau kau mengalami cinta sejati.
sobat tidak ada yang hambar,tidak ada yang manis,cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dibuang,sebab cinta adalah sifat manusia,sebab cinta yang memanusiakan manusia, yang tidak punya cinta, yang menganggap sepele cinta, mungkin belum mengenal cinta.yang saya maksud cinta yang bukan hanya tentang hubungan antara dua insan yang berlainan jenis kelamin,yang saya maksud cinta adalah cinta yang merupakan sifat asli manusia.jika cinta masih ada untung rugi mungkin itu bukan cinta, jika masih adaa benci itu bukan cinta,coba cari cinta yang sesungguhnya.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #23  
Old 11 August 2006, 05:00 PM
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: asl ptk
Posts: 493
Rep Power: 3
suriyanti is on a distinguished road
Default

[quote=fadliozora]mestinya cinta yang telah hambar itu dibuang "kayak sampah" karena memang jika tak bisa dikembalikan seperti semula buat apa???[/QUOTE



[size=3] SADIIIISS!!!][/SIZE]
__________________
Kocham Cie Indonezjo
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #24  
Old 11 August 2006, 05:13 PM
dogzila's Avatar
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: Wherever U Are...
Posts: 157
Rep Power: 3
dogzila is on a distinguished road
Default

Pantat Dipamerin!!!!
__________________
The true friend is someone who know the song in your heart
And can sing it back if you have forgotten the word
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #25  
Old 11 August 2006, 05:15 PM
dogzila's Avatar
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: Wherever U Are...
Posts: 157
Rep Power: 3
dogzila is on a distinguished road
Default

Ngomong2, yang lagi on brp orang seh?
__________________
The true friend is someone who know the song in your heart
And can sing it back if you have forgotten the word
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #26  
Old 11 August 2006, 05:36 PM
fadliozora's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: Dibalik Awan
Posts: 1,795
Rep Power: 4
fadliozora is on a distinguished road
Default

lagi banyak
__________________
Kita adalah Mimpi yang tak Terwujudkan

Senandungkan Nada Yang Hilang

Tanpa Perdulikan Kata mereka

Kita Berjalan Melawan Dunia
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #27  
Old 11 August 2006, 05:39 PM
fadliozora's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: Dibalik Awan
Posts: 1,795
Rep Power: 4
fadliozora is on a distinguished road
Default

[quote=suriyanti]
Quote:
Originally Posted by fadliozora
mestinya cinta yang telah hambar itu dibuang "kayak sampah" karena memang jika tak bisa dikembalikan seperti semula buat apa???[/QUOTE



[size=3] SADIIIISS!!!][/SIZE]
Bukan Sadissss tapi ini memang kenyataan.Siapapun perlu cinta yang baru perubahan harus tetap ada.
Dan kalau dibilang cinta gak kenal untung dan rugi itu bukan cinta pasti ada sesuatu yang memotivasi diri kita.
__________________
Kita adalah Mimpi yang tak Terwujudkan

Senandungkan Nada Yang Hilang

Tanpa Perdulikan Kata mereka

Kita Berjalan Melawan Dunia
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #28  
Old 11 August 2006, 06:06 PM
Del_Priyo's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: Deket Dah Ama Loe
Posts: 6,274
Rep Power: 9
Del_Priyo will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by fadliozora
lagi banyak
sekarang sepi..............




>> banyak yang ngintip.........
__________________
.
.
.
Hidup Tidak Akan Indah Tanpa
Cinta Dan Kasih Sayang
.
.
.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #29  
Old 11 August 2006, 08:18 PM
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: asl ptk
Posts: 493
Rep Power: 3
suriyanti is on a distinguished road
Default

[quote=fadliozora]
Quote:
Originally Posted by suriyanti
Bukan Sadissss tapi ini memang kenyataan.Siapapun perlu cinta yang baru perubahan harus tetap ada.
Dan kalau dibilang cinta gak kenal untung dan rugi itu bukan cinta pasti ada sesuatu yang memotivasi diri kita.

kalau cinta mengenal untung dan rugi....
itu mah bukan cinta bro....tp dagang
__________________
Kocham Cie Indonezjo
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #30  
Old 25 August 2006, 05:36 PM
momento_mori's Avatar
Senior Member
 
Join Date: May 2006
Posts: 755
Rep Power: 3
momento_mori is on a distinguished road
Default

saya punya cerita dan didalam ada pertanyaan yang bisa anda renungkan

saya tinggal di kota banjarmasin, kalsel,di suatu daerah yang lebih dikenal dengan daerah berbahaya dan lampu merah dikota ini.saya banyak mengamati penduduk yang berdomisili didaerah saya ini karena mengamati adalah bagian dari profesi saya.hari ini cerita tentang para kupu-kupu malam.
para kupu-kupu malam (kalau boleh disebut begitu, padahal banyak juga yang beroperasi siang hari),suatu frofesi yang menurut anggapan masyarakat banyak adalah profesi yang sangat hina dan menjijikkan,suatu golongan yang dianggap masyarakat umum adlah sampah masyarakat, dari mereka saya pernah belajar tentang kemunafikan manusia. tentang betapa brobroknya moral manusia yang bertopeng orang baik.
sesunggunya menurut saya mereka dapat di golongkan kedalam beberapa sub golongan
yang pertama wanita penghibur, ini belum tentu Psk,contoh escot girl, saya pernah bertemu dengan yang benar-benar cewek pemandu, mereka menghibur pria,mungkin yang paling sesuai dengan wanita penghibur imeznya adalah profesi
geisa di jepang. kemudian yang kita kenal dengan Psk, pekerja tuna susila, mereka yang menjual diri untuk mencari nafkah, kemudian pelacur ini yang mencari kepuasan sex dan duit .kupu-kupu malam ini cewek yang gentanyangan malem-malem,biasa iseng, dugem dan lain-lain.
tapi yang menarik dari sekian bayak mereka yang saya temui hampir 70% mengaku dijerumuskan, hanya sedikit yang memang berdasarkan kemauan sendiri.umumnya mereka dijerumuskan pacar atau suami.
ini menarik kaum pria yang seharusnya bertanggung jawab atas diri mereka lah yang menjerumuskan mereka.ada yang dibujuk dengan memakai narkoba,ada yang benar-benar dipaksa dengan ancaman kekerasan, bahkan saya pernah menemui yang diancam anaknya akan dibunuh bila tidak mau dijual , pelakunya suaminya sendiri.
itu tadi yang menjual, yang pembeli bermacam-macam karakter,mungkin kalau yang beli preman atau rampok itu bisa dimaklumi. tapi bagi yang kelas elitlah yang beli adalah mereka yang berposisi dimasyarakat ada yang pejabat, anggota dewan, bahkan ada yang tokoh agama, mereka yang kalau hari-hari berteriak berantas perbuatan asusila, bahkan ada wanita yang bercerita kepada saya mereka itu yang lebih sering melakukan sex yang menjurus penyiksaan. seperti yang disulut dengan rokok, korek api,lilin, dipukul dengan sabuk, bogem mentah,bahkan dilukai dengan benda tajam.
pelaku kegiatan ini adalah wanita dari berbagai tingkat usia, dari yang termuda yang pernah saya ajak bicara adalah berumur 11 tahun yang mau diajak kencan dengan diiming-imingi dengan sebutir pil 'I'., sampai yang usianya diatas 50 tahun.
tapi ada juga yang menarik mereka itu umumnya sangat meyadari perbuatan yang mereka lakukan itu tergolong dosa,saya pernah bertanya kepada seorang teman you tahu itu tidak bagus buat kamu.ia mengakui seandainya ada pekerjaan lain ia mau saja.ia sering berkata lebih baik saya yang melacurkan badan saya ketimbang mereka yang melacurkan jiwa.saya gadaikan badan saya demi makan anak-anak saya katanya, semoga mereka tidak seperti saya katanya.
nah ada yang patut kita renungkan mereka sering disebut sampah masyarakat sering kita hina, yang salah siapa, menurut saya ya masyarakat yang membuang sampah, pikirkan tidak ada sampah kalau bukan karena ada yang menyampah.ada sampah karena kita buang.mereka yang berusaha mencari makan dari lembah asusila, sebuah lembah yang sesungguhnya dibuat oleh masyarakat sendiri.

untuk saat ini sekian cerita dari saya
mungkin dilain waktu akan saya sambung lagi.
damai untuk semua.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #31  
Old 25 August 2006, 07:02 PM
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: asl ptk
Posts: 493
Rep Power: 3
suriyanti is on a distinguished road
Default

jangan mengajar orang yg sudah matang:
sia sialah bagi orang nya.
jangan mengajar orang yang tidak matang:
sia sialah kata katanya.
__________________
Kocham Cie Indonezjo
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #32  
Old 25 August 2006, 08:50 PM
pokip's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: di goa
Posts: 10,450
Rep Power: 13
pokip will become famous soon enough
Default

jangan memakan buah yang belum matang
asem-2 pahitlah rasanya
jangan memakan makanan yang belum matang
sakit perutlah jadinya
__________________
yang baca ... sapi


Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #33  
Old 25 August 2006, 08:54 PM
pokip's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: di goa
Posts: 10,450
Rep Power: 13
pokip will become famous soon enough
Default Cinta seorang lelaki biasa part 1

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit
mengungkapkan alasan kenapa dia
mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah
menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui,
gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi
bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik
banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak,
tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka
ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka
di hari Nania mengantarkan surat undangan. Saat
itu teman-teman baik Nania sedang duduk di
kantin menikmati hari-hari siding yang baru saja
berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-
pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu
matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas
watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg
barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas.
Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak
ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya
menarik nafas, mencoba bicara dan menyadari,
dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya
banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa
bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi
kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang
pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama
terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan
keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga
Nania dianggap momen yang tepat karena semua
berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab
kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga
membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda!
__________________
yang baca ... sapi


Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #34  
Old 25 August 2006, 08:56 PM
pokip's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: di goa
Posts: 10,450
Rep Power: 13
pokip will become famous soon enough
Default Cinta seorang lelaki biasa part 2

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang
tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum
serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir
dari Papa dan Mama membuat Nania
menyimpulkan: mereka serius ketika mengira
Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan
keponakan-keponakan Nania yang balita melongo
dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua
menatap Nania!
Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak,
apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa
hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak
Papa yang paling cantik!

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat
Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan
Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu
berpasang-pasang mata kembali menghujaninya,
seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang
pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya
pesakitan.

Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama
mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa
dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa
saja boleh datang melamar siapapun, tapi
jawabannya tidak harus iya, toh?

Nania terkesima.
Kenapa?
__________________
yang baca ... sapi


Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #35  
Old 25 August 2006, 08:58 PM
pokip's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: di goa
Posts: 10,450
Rep Power: 13
pokip will become famous soon enough
Default Cinta seorang lelaki biasa part 3

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan
kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba
beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris,
juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu
meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar
biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-
laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang
amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir
Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian
mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan
Nania lontarkan.

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan
airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak
suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli.
Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat.
Parah.

Tapi kenapa?

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga
biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan
biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat
biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba
membuka matanya. Tak ada yang bisa dilihat
pada dia, Nania!

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya
ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter
kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana
iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah
menentukan masa depan seseorang dengan
melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut
dan membela Rafli. Barangkali karena Nania
memang tidak tahu bagaimana harus
membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data
konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar
biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan
perasaan yang telah menuntun Nania menapaki
hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya
menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah. *Setahun pernikahan. *

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu,
masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa
sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya,
Nania masih belum mampu juga menjelaskan
kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata
mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari
Rafli, begitu besar hingga Nania bias
merasakannya hanya dari sentuhan tangan,
tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-
hal sederhana yang membuat perempuan itu
sangat bahagia. Tidak ada lelaki yang bisa
mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania. Nada
suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat,
mata mereka terlihat tak percaya. Nia, siapapun
akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu
adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!
Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan
punya kehidupan sukses!

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap
memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-
sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu
argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak! Betul. Tapi dia juga
tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar! Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya
lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan
kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung
mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi
percuma.

Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu
sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki
untuk menghidupimu.

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu
semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan
sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu
tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah
memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu
perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli
bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-
anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania
lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa,
kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk
tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup,
maksud Nania jika digabungkan dengan gaji
Abang.

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu.
Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang
berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya
maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga.
Ya? Lalu dia mengelus pipi
Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu
sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak
dan membuat pikiran Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa,
dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa,
berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji
yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik
perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-
alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania
di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu
mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan
lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia.
Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli
melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-
orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri,
bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan
Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!
__________________
yang baca ... sapi


Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #36  
Old 25 August 2006, 08:59 PM
pokip's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: di goa
Posts: 10,450
Rep Power: 13
pokip will become famous soon enough
Default Cinta seorang lelaki biasa part 4

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi.
Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk
bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan
perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke
hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih
belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin
besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama
kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati
Nania, atau membuat Nania menangis. Bayi yang
dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah
lewat dua minggu dari waktunya.

Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua,
Nania. Harus segera dikeluarkan!

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania
memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania.
Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga
perempuan itu merasakan sakit yang teramat
sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam
hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di
rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu
meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan
menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara
kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun
yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan,
delapan jam setelah obat pertama, Nania tak
menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa
sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima
menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan
lambat sekali.

Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu.
Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster
empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan
Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster
terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor
yang tinggi.

Tiga puluh jam berlalu. Nania baru pembukaan
dua. Ketika pembukaan pecah, didahului
keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab
dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah
ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang.
Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa
sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya.
Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi
tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang
istri memperjuangkan dua kehidupan.
Dokter? Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit
tali pusar.

Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa
tidak dari tadi kalau begitu?
Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir
kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak
melepaskan genggaman tangannya hingga ke
pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri
lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan
serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya
hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan
dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania
merasa berada dalam perahu yang diguncang
ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun.
Terakhir, telinga perempuan itu sempat
menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan
langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum
kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli
bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti
melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania
mendekat. Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang
meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut
rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana
pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam
kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa
termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania
menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua
mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda.
Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa
cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh
darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan
meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu
Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit.
Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga
anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang
baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan,
fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak
sampai empat hari, mereka sudah boleh
membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang
ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali
mereka ke rumah dan melihat perkembangan si
kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan
antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah
meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat
anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan
tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin
penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak
perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam.
Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya
dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU.
Kadang perawat dan pengunjung lain yang
kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat
lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-
cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania
bisa merasakan kehadirannya. Nania, bangun…,
Cinta!? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang
sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya
yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga
mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli
masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah
sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam
tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu
membawakan buku-buku kesukaan Nania ke
rumah sakit dan membacanya dengan suara
pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu.
Sambil tak bosan-bosannya berbisik, Nania,
bangun,.. Cinta!? Malam-malam penantian
dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan.
Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal.
Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata
kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang
menjadi sumber semangat bagi orang-orang di
sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania.
Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak
memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama
tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus
akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias
perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan
kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di
wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu
lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab.
Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang
pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis,
menggenggam tangan Nania dan
mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan
syukur berulang-ulang dengan airmata
yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak
penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya
beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah
lelah merawat Nania selama sebelas tahun
terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu
mengantar anak-anak ke sekolah satu persatu.
Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-
cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke
teras, melihat senja datang sambil memangku
Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang
jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik
sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat
perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur.
Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski
seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.
Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan
lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus
dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania,
membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah
perempuan paling cantik dan sempurna di dunia.
Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka
sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia
selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di
restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun
Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli,
melakukan hal yang sama, selalu melibatkan
Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan
pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka
semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli
yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke
sana kemari. Masih dengan senyum hangat di
antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-
orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-
tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak
puas hanya memberi pandangan iba, namun juga
mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah
cari perempuan kedua!
Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang
menerima dia apa adanya.

Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian
lihat bagaimana suaminya memandang penuh
cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang
tiga orang, Papa dan Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat
membuat Nania makin frustrasi, merasa tak
berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu
kemudian. Orang-orang di luar mereka memang
tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan
selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu
kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya
bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali
perempuan itu ikut tergelak melihat kocak
permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania
menghitung-hitung semua, anak-anak yang
beranjak dewasa, rumah besar yang mereka
tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia
syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna.
Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia,
meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar
biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah,
untuk Nania.

Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..
Writen by: Asma Nadia

==================

hasil contekan

capek 'ah
__________________
yang baca ... sapi


Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #37  
Old 25 August 2006, 10:55 PM
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: asl ptk
Posts: 493
Rep Power: 3
suriyanti is on a distinguished road
Default pemuda yg banyak bicara

seorang pemuda yg sedang jatuh cinta berusaha selama berbulan bulan
untuk mengambil hati pujaannya,namun gagal.
ia merasa sakit hati karena di tolak,namun akhirnya si jantung hati menyerah
'datanglah di tempat... dan jam ....katanya.

pada waktu dan di tempat....tersebut,akhirnya si pemuda sungguh jadi duduk
bersanding dengan jantung hatinya.
lalu ia merogoh saku dan mengeluarkan seberkas surat surat cinta,yang telah ia
tulis selama berbulan bulan,sejak ia mengenal si jantung hati.
surat surat itu penuh kata kata asmara,mengungkapkan kerinduan hatinya dan
hasrat yang membara untuk mengalami kebahagiaan karena di persatukan dalam cinta. , ia mulai membacakan semua suratnya itu untuk jantung hatinya.
berjam jam telah lewat, namun ia masih juga terus membaca.

akhirnya si jantung hati berkata:
'betapa bodoh nya kau! semua suratmu hanya tentang aku dan rindumu padaku.
sekarang aku di sini,bahkan duduk disampingmu.
dan kamu masih juga membacakan surat suratmu yg membosankan itu.


'Inilah aku,duduk di sampingmu,'sabda tuhan kepada penyembahnya,'dan engkau masih juga berpikir-pikir tentang aku di dalam benakmu,berbicara tentang aku dengan mulutmu,dan membaca tentang aku dalam buku-bukumu,kapankah
engkau akan diam dan mulai menghayati kahadiranku?'
__________________
Kocham Cie Indonezjo
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #38  
Old 29 August 2006, 03:59 PM
Senior Member
 
Join Date: July 2006
Location: asl ptk
Posts: 493
Rep Power: 3
suriyanti is on a distinguished road
Default

binatang-binatang mengadakan sidang dan mulai mengeluh,
bahwa manusia selalu mengambil apa saja dari mereka.


'Mereka mengambil susuku,'kata lembu.

'Mereka mengambil telurku,'kata ayam.

'Mereka mengambil dagingku,'kata babi.

'Mereka memburuku untuk mengambil minyakku,'kata ikan paus.


Dan selanjutnya"

Pada akhirnya siput berbicara'
'Aku mempunyai sesuatu yg mereka inginkan lebih
daripada segala sesuatu.
Mereka akan merampasnya dariku seandainya dapat.
karna aku mempunyai waktu.
__________________
Kocham Cie Indonezjo
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #39  
Old 02 September 2006, 03:10 PM
momento_mori's Avatar
Senior Member
 
Join Date: May 2006
Posts: 755
Rep Power: 3
momento_mori is on a distinguished road
Default

untuk sobat
damai selalu bersamamu

sobat kemarin kau mendahului ku
engkau pergi dengan cara yang tragis
over dosis sabu-sabu, gua tahu you tidak tidur tiga hari,dan ketika kau pergi keluar kota ternyata, engkau pergi untuk selamanya.yah akhir yang tragis memang sobat cara kepergianmu.
sobat di pusaramu daku merenung
tadi beberapa saat yang lalu sku dengan teman-teman yang menurunkan dan menimbun jasad mu dengan tanah,saat kau turun, helmi yang meng'azan'kan mu,entah mungkin besok atau lusa mungkin daku yang menyusul,aku yang akan diturunkan keliang lahat dan di uruk dengan tanah.
sobat maaf bila saat sakral itu kami masih bercanda, bukan karena kami tidak menghagai dirimu, namun itulah apa adanya kami,kau bisa lihat bukankah kaum perusuh ini yang berlepotan tanah menguruk jasadmu,teman-teman mu yang sontoloyo ini yang melepaskan tali kafanmu,lihat sobat mereka yang mengaku ahli ibadah malah hanya menonton dari pinggir pekuburan,takut ternoda oleh tanah, takut baju putihnya berlepot tanah kuburan.
mereka tampaknya lupa merela juga akan kembali ketanah.
oh ya sobat bila kau belum juga pulang ke alam sana, dan ingin teman bicara, kau bisa datang menemui aku untuk bicara, bila ada pesan untuk kami yang belum sampai kau bisa titipkan pada ku,tapi dengan syarat jangan dengan dandanan pakai pocongan yang menyeramkan,gua rada-rada alergi dengan pocong.biasa kau kan tahu gua yang paling penakut diantara teman-teman yang lain.eh juga kalau kau datang jangan pakai bau menyan,nanti serem.
sobat semoga damai padamu
lepaskan sudah keterikatan mu pada dunia ini
lepaskan beban yang menggelanyut dipundakmu
kau kini sudah terpisah dari dunia maya
lampaui kesedihan dan duka yang selama ini mendera dirimu
abadilah kau dalam dekapan Tuhan

dari tanah kembali ketanah
datang Dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan.

Ya Tuhan yang menguasai ketiga dunia ini,
Yang maha suci dan sumber segala kehidupan,
sumber segala cahaya,
semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci
Digg this Post!Add Post to del.icio.us