huaa lama ga ol..ni trhd kok ratingnya turun goooo uppppp
cerita achhh..
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh,
maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya juga;
Saya tidak melihat Anda." Orang tidak dikenal itu, juga saya,
berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat
tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita
memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari
itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya
berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja
saya membuatnya jatuh. "Minggir!!" kata saya dengan marah. Ia pergi,
hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata
saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara
padaku,
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika
kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi,
sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke
lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat
pintu."
"Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda,
kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak
menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak
melihat matanya yang basah saat itu."
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat
tidurnya,
"Bangun, nak, bangun," kataku.
"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, " Aku
menemukannya jatuh dari pohon. "
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku
tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu;
Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu."
Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar
menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana
kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti
kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan
merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada
pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang
tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apa itu keluarga/family…
"kakak q dh tau nich" hehehe


