Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Community » The Lounge

The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan!

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 05 July 2005, 09:50 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default Sajak renungan untuk korban busung lapar !

Cahaya Doa
www.planetmusic.4t.com

Ketika malaikat -malaikat sedang bertasbih dari setiap pintu-pintu langit ,

Bergetar sayap-sayap mereka ,

kemudian malaikat -malaikat tersebut mengadu kepada Rabbnya,

"Ya, Allah Ya Tuhan kami, cahaya keindahan apakah yang baru saja melintasi kami,

yang terangnya sama dengan keindahan wajah-Mu, sehingga sayap-sayap perkasa kami dibuat kaku olehnya ?!

Dari balik singgasana-Nya kemudian Ia berfirman :

"Cahaya itu adalah doa yang diucapkan lidah seorang hamba-Ku yang teraniaya !"...."Keperihan jiwa telah membawa hatinya pada-Ku !"

"Aku bangga kepada jiwa ini !...disaat Aku mengujinya dengan dua jenis rasa lapar..dia selalu bersyukur dan berbaik sangka pada-Ku!"

"Tahukah engkau dua rasa lapar itu ?!",

Yaitu ketika seorang hamba ditimpa oleh siksa kelaparan yang teramat, maka jiwanya berkata pada-Ku :

" Sang Terkasih sedang bertandang dirumah jiwaku, ketukan Tangan kasih Nya menyapa ususku yang selalu suci , maka ketika aku mati, bukan engkau yang mencabutnya, tapi Dia yang menjemput nyawaku disini!"

Lapar kedua ; yaitu saat ia diuji oleh rasa kenyang, maka jiwanya berkata pada-Ku ;

"Yang Maha Pemurah telah memberikan rizkinya yang telah dijatah padaku , maka aku tidak akan merebut diluar selain apa-apa yang telah ada dalam genggamanku,

kemudian hadiah pemberianNya- kubagi lagi pada sesama sebagai rasa syukur ku kepada-Nya !"

"Tahukah ' rizki ' yang hambaku maksud dipenghujung ajalnya ini , wahai malaikat ?!..yaitu sesendok kerak nasi, yang berkuahkan airmata syukur !"

2004 by Hartono Beny Hidayat
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links


  #2  
Old 05 July 2005, 09:51 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default

Tentang Kekayaan

www.kidungpenyair.cjb.net

Kekayaan Ibarat koin emas yang diletakkan secara vertikal diantara dua bola mata. Raihlah bekal dunia dan bekal akhirat secara seimbang dan janganlah kau buat dipincang keduanya, karena dengan dua mata itulah; hati dapat melihat- indah kedua sisinya.

Apabila tak mampu membuatnya seimbang maka raihlah kekayaan hati, karena dengannya jiwa senantiasa kaya walau sekiranya hidup dalam kemiskinan.

Ketahuilah wahai sahabat, bahwa kekayaan dunia -sejatinya dapat membutakan mata hati, maka lebih baik dan terhormat bagimu untuk mati diatas kekayaan hati , daripada mati diatas tumpukan emas permata ; dan menjadi kotoran diatasnya.

Hartono Beny Hidayat

2003
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #3  
Old 05 July 2005, 09:52 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default

Negeri seorang penyair

www.kidungpenyair.cjb.net

Airmataku menitik dari kelopak jiwa , menetes deras menggenangi tanah kering berduri,

Aku dapati bangsaku tertatih menahan lapar , dari sebuah negri yang kaya akan madu dan susu.

Aku saksikan dengan mata rahim kesedihanku, anak-anak negeri mati ditanahnya -yang penuh berkah ilahi.

Aku katakan padamu , apa yang dapat dilakukan- anak terbuang untuk bangsanya yang sekarat ?

Apa gunanya bagi mereka ratapan tangis seorang penyair yang tidak memiliki tempat untuk berpijak ?

Aku dengungkan hatimu dengan suara lirih , "dimana wujud mu berada wahai nurani?!'....'sudah matikah engkau diistana kehampaanmu ?"....

Ku coba menggetarkan semangat dari bahumu ,sekedar untuk membangunkan sukma agung- yang tertidur pulas dikedalaman jiwa setiap mata hati anak negeri...

Kini kutersadar dari keprihatinanku yang sia-sia , karena semua takkan mengenyangkan rasa lapar bangsaku, dan airmataku takkan menghilangkan dahaga anak-anak negeri...

Aku terjaga dari pembaringanku yang getir....wahai bumi , air dan benih yang ada digenggamanku....berjanjilah padaku bahwa engkau senantiasa hidup, dan bersama-sama tunas-tunas hari depanmu , selamanya bersemi ditanah ....tempat ari-ariku terkubur.....

Wahai kesegaran pagi yang menyejukkan, katakan kepada bangsaku, bila benih ini telah menghasilkan buah kehidupan, kuingin mereka senantiasa memenuhi genggamannya secara wajar... katakan juga pada bangsaku, agar saling berbagi benih , menyirami tunas dan menjaga kesuburan ladang-ladang ilahi dari ketamakan ...

Aku titipkan negeri miskin ini padamu semesta, dari negeri ku yang kaya raya....negeri seorang penyair.

Hartono Beny Hidayat,

1999
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #4  
Old 05 July 2005, 09:52 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default

Nyanyian Jiwa

www.kidungpenyair.cjb.net

Kubawa serta gitar ini , lalu kunyanyikan lagu untuk telaga sunyiku, kumelangkah menjemput pelangi dibalik kabut hitam, yang kugenggam erat adalah segumpal daging yang bernama harapan…

Nafasku berhembus laksana kuda perang. Telah menetes air kehidupan ditubuh, dengan berbedak asap dan debu jalanan-kuterus berlari dan berlari, aku terbang bersama angin namun bukan berarti arahku tanpa tujuan .

Apa yang sedang kucari akupun tak tahu sepenuhnya ! Namun aku sedang mencoba mengisi ruang kosong dari jiwaku….

Aku menunggu penuhnya mangkuk ini, yang kelak akan terisi penuh olek kerak nasi serta sup yang berkuahkan airmata….

Namun ku tidak sendiri…disana kulihat “Peri kecil” yang lusuh dan berkoreng sedang mengais-ais sampah untuk sekedar makan !...yang menurutku lebih buruk nasibnya dari anjing piaraannya orang-orang kaya !

Hati ini bergetar Tuhanku, menggigil tulang sendiku menyaksikan itu semua…..dirahim kesedihan mana kau titipkan bocah-bocah ini…sehingga mereka harus menjalani hidup seperti itu….Tapi ku tersadar, Engkau tak pernah salah Tuhanku, itu karena keserakahan kami, kami memang “buta dan tuli” yang membiarkan semua itu bisa terjadi..dan kusadari bahwa Kehidupan yang dijalani orang kaya untuk menumpuk emas sesungguhnya adalah seperti kehidupan ulat didalam makam. Itulah tanda-tanda ketakutan.

Akupun terjaga dari rasa tertegunku , lalu kusadari bahwa Lewat “mereka” inilah Tuhan berbicara , dan dari sinar lembut mata mereka , Dia tersenyum kepada dunia.

Betapa ingin hatiku agar kalian dapat hidup dari sari wangi bumi , seperti bunga yang cukup hidup dari terang cahaya dan air.

Wahai “peri kecilku “ disaat kalian mengunyah buah dengan gigi kalian , Ucapkanlah dalam hati : “Benihmu akan hidup terus dalam tubuhku dan kuncup hari esokmu tetap mekar dihatiku. Keharumanmu selalu terhembus dalam nafasku , dan bersama kita akan menari bersuka ria menyambut setiap musim yang akan tiba .”

Malampun berlalu, keremangan menyelimuti kotaku yang tak pernah mati….

Aku menyusuri lorong gelap kota yang penuh sesak oleh “sampah cantik” laksana jasad busuk yang belum terkubur…

Malam telah temaram “Peri keciku” telah tertidur pulas beralaskan tanah , beratap langit dan berselimutkan debu jalanan. Jiwaku tercabik-cabik mengerang kesakitan !.......Merintih dan tersayat….aku berteriak kepada setiap jiwa yang melintas…..tetapi kuda-kuda besi mereka terlalu cepat berlalu….aku menitikkan airmata darah dan dari balik airmataku aku melihatmu dirangkul Keadilan, tersenyum dan mengampuni para penganiayamu.Engkaulah saudaraku dan aku mengasihimu....

Takkala jiwaku hendak berontak melawan ketidakadilan manusia terhadap sesamanya , dan aku melihat wajahnya berada diantara wajah-wajah yang ingin kuhindari !

Takkala kulihat wajahnya yang jujur dan polos- badai yang berkecamuk dalam jiwaku seketika tergantikan oleh alunan lagu-lagu merdu dan cahaya bintang…

Peri kecilku kelak engkau akan tahu bahwa bahwa kemalangan yang menimpamu dalam kehidupan adalah kekuatan yang menerangi hati dan mengangkat jiwa dari lubang kehinaan menuju singgasana kehormatan , dan aku yakin engkau takkan pernah kecewa dengan sepetak bumi yang telah kau miliki, ketahuilah bahwa kesedihan adalah sebuah rantai emas diantara kepasrahan masa kini dan harapan masa depan dan yakinlah masih ada hari esok yang penuh dengan harapan dan cita!.


Hartono Beny Hidayat

2001
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #5  
Old 06 July 2005, 07:45 AM
borneo's Avatar
Senior Member
 
Join Date: February 2005
Location: Pontianak
Posts: 4,852
Rep Power: 8
borneo is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by benycasanova
Nyanyian Jiwa

www.kidungpenyair.cjb.net

Kubawa serta gitar ini , lalu kunyanyikan lagu untuk telaga sunyiku, kumelangkah menjemput pelangi dibalik kabut hitam, yang kugenggam erat adalah segumpal daging yang bernama harapan…

Nafasku berhembus laksana kuda perang. Telah menetes air kehidupan ditubuh, dengan berbedak asap dan debu jalanan-kuterus berlari dan berlari, aku terbang bersama angin namun bukan berarti arahku tanpa tujuan .

Apa yang sedang kucari akupun tak tahu sepenuhnya ! Namun aku sedang mencoba mengisi ruang kosong dari jiwaku….

Aku menunggu penuhnya mangkuk ini, yang kelak akan terisi penuh olek kerak nasi serta sup yang berkuahkan airmata….

Namun ku tidak sendiri…disana kulihat “Peri kecil” yang lusuh dan berkoreng sedang mengais-ais sampah untuk sekedar makan !...yang menurutku lebih buruk nasibnya dari anjing piaraannya orang-orang kaya !

Hati ini bergetar Tuhanku, menggigil tulang sendiku menyaksikan itu semua…..dirahim kesedihan mana kau titipkan bocah-bocah ini…sehingga mereka harus menjalani hidup seperti itu….Tapi ku tersadar, Engkau tak pernah salah Tuhanku, itu karena keserakahan kami, kami memang “buta dan tuli” yang membiarkan semua itu bisa terjadi..dan kusadari bahwa Kehidupan yang dijalani orang kaya untuk menumpuk emas sesungguhnya adalah seperti kehidupan ulat didalam makam. Itulah tanda-tanda ketakutan.

Akupun terjaga dari rasa tertegunku , lalu kusadari bahwa Lewat “mereka” inilah Tuhan berbicara , dan dari sinar lembut mata mereka , Dia tersenyum kepada dunia.

Betapa ingin hatiku agar kalian dapat hidup dari sari wangi bumi , seperti bunga yang cukup hidup dari terang cahaya dan air.

Wahai “peri kecilku “ disaat kalian mengunyah buah dengan gigi kalian , Ucapkanlah dalam hati : “Benihmu akan hidup terus dalam tubuhku dan kuncup hari esokmu tetap mekar dihatiku. Keharumanmu selalu terhembus dalam nafasku , dan bersama kita akan menari bersuka ria menyambut setiap musim yang akan tiba .”

Malampun berlalu, keremangan menyelimuti kotaku yang tak pernah mati….

Aku menyusuri lorong gelap kota yang penuh sesak oleh “sampah cantik” laksana jasad busuk yang belum terkubur…

Malam telah temaram “Peri keciku” telah tertidur pulas beralaskan tanah , beratap langit dan berselimutkan debu jalanan. Jiwaku tercabik-cabik mengerang kesakitan !.......Merintih dan tersayat….aku berteriak kepada setiap jiwa yang melintas…..tetapi kuda-kuda besi mereka terlalu cepat berlalu….aku menitikkan airmata darah dan dari balik airmataku aku melihatmu dirangkul Keadilan, tersenyum dan mengampuni para penganiayamu.Engkaulah saudaraku dan aku mengasihimu....

Takkala jiwaku hendak berontak melawan ketidakadilan manusia terhadap sesamanya , dan aku melihat wajahnya berada diantara wajah-wajah yang ingin kuhindari !

Takkala kulihat wajahnya yang jujur dan polos- badai yang berkecamuk dalam jiwaku seketika tergantikan oleh alunan lagu-lagu merdu dan cahaya bintang…

Peri kecilku kelak engkau akan tahu bahwa bahwa kemalangan yang menimpamu dalam kehidupan adalah kekuatan yang menerangi hati dan mengangkat jiwa dari lubang kehinaan menuju singgasana kehormatan , dan aku yakin engkau takkan pernah kecewa dengan sepetak bumi yang telah kau miliki, ketahuilah bahwa kesedihan adalah sebuah rantai emas diantara kepasrahan masa kini dan harapan masa depan dan yakinlah masih ada hari esok yang penuh dengan harapan dan cita!.


Hartono Beny Hidayat

2001
waaaaaaaaaaaaaaa
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #6  
Old 08 July 2005, 12:20 PM
Kristi_dan_Sari's Avatar
Senior Member
 
Join Date: March 2005
Posts: 1,302
Rep Power: 5
Kristi_dan_Sari is on a distinguished road
Default

cybersastra.net jg banyak sastra2 bagus
__________________
http://i4.photobucket.com/albums/y12...ou/signbtx.jpg

http://dubberindo.co.nr(web)
http://groups.yahoo.com/group/dubbing_indo/ (groups)
http://forumdubbing.cjb.net (forum)
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On




All times are GMT +8. The time now is 11:19 PM.
Powered by vBulletin®, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73