 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | The Lounge Diskusi dengan topik bebas (selain kategori yang ada). Mohon tetap menjaga kesopanan dalam diskusi. Posting yang menyinggung SARA atau beriklan serta mempromosikan produk akan dihapus serta account dinon-aktifkan! |  | |  15 September 2005, 02:14 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Mohon maaf, tapi sepertinya harus saya tegaskan bahwa terlalu berlandaskan pada logika dan teori untung-rugi sama sekali tidak akan membantu. Masalah aborsi adalah murni masalah kemanusiaan. Coba visualisasikan, "Anda masih berada di rahim ibu, lalu ibu Anda berniat membunuh Anda, apa yang akan Anda ajukan sebagai pembelaan saat itu agar Anda diberi kesempatan untuk hidup dan tidak dilempar ke bak sampah (meskipun Anda.. maaf.. anak haram)?" Jangan beranggapan si bayi belum bisa berpikir dan mengadu (kalo mau bicara "dunia lain"). Silakan dijawab sendiri di hati masing-masing. Dan klo memang bayi itu korban perkosaan, si pemerkosa itulah yang harus dibunuh pelan2, bukan bayi itu (!). Klo memang ibunya menolak, kan masih ada banyak cara... Masak ga bisa nemuin cara2 itu... Dan klo mau bicara soal pencegahannya, silakan pendidikan keluarga itu sendiri ditumbuhkembangkan secara dewasa tanpa benih-benih kebencian terhadap siapa pun, pendidikan yang menekankan bahwa manusia adalah manusia. Kenapa harus bicara tentang pornografi dsb? Semua itu ga akan kebendung (ini fakta global). Kita bukan manusia gua. Peace! __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  |  15 September 2005, 02:18 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by terran Mohon maaf, tapi sepertinya harus saya tegaskan bahwa terlalu berlandaskan pada logika dan teori untung-rugi sama sekali tidak akan membantu. Masalah aborsi adalah murni masalah kemanusiaan. Coba visualisasikan, "Anda masih berada di rahim ibu, lalu ibu Anda berniat membunuh Anda, apa yang akan Anda ajukan sebagai pembelaan saat itu agar Anda diberi kesempatan untuk hidup dan tidak dilempar ke bak sampah (meskipun Anda.. maaf.. anak haram)?" Jangan beranggapan si bayi belum bisa berpikir dan mengadu (kalo mau bicara "dunia lain"). Silakan dijawab sendiri di hati masing-masing. Dan klo memang bayi itu korban perkosaan, si pemerkosa itulah yang harus dibunuh pelan2, bukan bayi itu (!). Klo memang ibunya menolak, kan masih ada banyak cara... Masak ga bisa nemuin cara2 itu... Dan klo mau bicara soal pencegahannya, silakan pendidikan keluarga itu sendiri ditumbuhkembangkan secara dewasa tanpa benih-benih kebencian terhadap siapa pun, pendidikan yang menekankan bahwa manusia adalah manusia. Kenapa harus bicara tentang pornografi dsb? Semua itu ga akan kebendung (ini fakta global). Kita bukan manusia gua. Peace! | memang keluarga adalah benteng yang paling UTAMA dalam membentengi putra putri kita dalam memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang kurang atau tidak baik. Saya setuju __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini |  15 September 2005, 05:44 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: paris, france (www.uniquerose.fr) Posts: 3,036 Rep Power: 7 | | ..ada copt paste nih..dr bbrp situs: Fakta Mengenai Aborsi Dunia · WHO memperkirakan di seluruh dunia setiap tahun terjadi 20 juta kejadian aborsi yang tidak aman (unsafe abortion) (WHO, 1998). Sekitar 13% dari jumlah total kematian ibu di seluruh dunia diakibatkan oleh komplikasi aborsi yang tidak aman. 95% (19 dari setiap 20 tindak aborsi tidak aman) di antaranya terjadi di negara-negara berkembang (Safe Motherhood 200; 28(1)). Tabel 1. Aborsi yang Tidak Aman: Perkiraan per Wilayah, per tahun Wilayah jumlah aborsi yang tidak aman jumlah kematian akibat aborsi yang tidak aman % kematian ibu akibat aborsi yang tidak aman Dunia 20.000.000 78.000 13 Negara Berkembang 19.000.000 77.500 13 Asia* 9.900.000 38.500 12 Asia Tenggara 2.800.000 8.100 15 Negara maju 900.000 500 13 Indonesia · Estimasi nasional menyatakan setiap tahun terjadi 2 juta kasus aborsi di Indonesia. Ini artinya terdapat 43 kasus aborsi per 100 kelahiran hidup (menurut hasil sensus penduduk tahun 2000, terdapat 53.783.717 perempuan usia 15-49 tahun) atau 37 kasus aborsi per tahun per 1.000 perempuan usia 15-49 tahun (berdasarkan Crude Birth Rate (CBR) sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup) (Utomo, 2001). · Sebuah studi yang dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan di Indonesia mengestimasikan 25-60% kejadian aborsi adalah aborsi disengaja (induced abortion) (WHO, 1998). · Sebuah penelitian yang dilakukan di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia ditemukan bahwa insiden aborsi lebih tinggi di perkotaan dibandingkan di pedesaan. Setiap tahun lebih dari 2 juta kasus aborsi terjadi, lebih dari 1 juta kasus (53%) terjadi di perkotaan, di mana angka ini hanya mewakili 42% dari total keseluruhan. Hal ini dimungkinkan adanya kasus-kasus yang tidak terlaporkan karena sebaran penduduk lebih luas dan kurangnya akses terhadap pelayanan aborsi. Studi ini juga menemukan pola yang berbeda pada provider aborsi. Di daerah perkotaan, 73% kasus-kasus aborsi dilakukan oleh ahli kebidanan, bidan, rumah bersalin dan klinik keluarga berencana (KB), sedangkan dukun hanya menangani 15% kasus aborsi. Di daerah pedesaan, dukun mempunyai peran yang dominan dalam memberikan pelayanan aborsi, kasus yang ditangani mencapai 84%. Klien terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun baik di perkotaan (45,4%) maupun di pedesaan (51,5%). Dilihat dari biaya yang dikeluarkan untuk melakukan aborsi berbeda antara satu daerah dengan yang lain, ditemukan bahwa biaya tertinggi berkisar Rp350.000,- hingga 2 juta rupiah yang dilakukan di praktik dokter swasta. Di rumah sakit biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp200.000 hingga 1 juta rupiah, sedangkan pada bidan berkisar antara Rp8.000 hingga Rp750.000 (Utomo, 2001). · Sebuah penelitian yang menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997 pada 1.563 perempuan usia subur dengan status menikah sebagai sampelnya, ditemukan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan paling banyak terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun (50,9%). Sebanyak 11,9% di antaranya berupaya mengakhiri kehamilannya, baik dengan cara tradisional maupun medis. Upaya pengguguran dengan melakukan sendiri/famili 119 orang (ketidakberhasilan 97,5%), dukun 20 orang (ketidakberhasilan 95%), bidan 25 orang (ketidakberhasilan 88%), dan bantuan dokter sebanyak 23 orang. Cara pengguguran yang banyak digunakan adalah minum jamu atau ramuan (49,4%), pil (27,5%), pijat (8,9%), suntik (7,9%), sedot (3,5%) dan kuret (2,8%). Temuan ini sama polanya dengan studi sebelumnya yang dilakukan di Klinik Raden Saleh Jakarta tahun 1988-1991, di mana 61% responden melakukan upaya dengan minum jamu sebelum datang meminta pertolongan induksi haid. Proporsi kegagalan cara pengguguran berkisar antara 86-98%, kecuali upaya yang dilakukan dengan cara sedot dan kuret (tidak ada kegagalan) (Pradono, 2001). · Sebuah penelitian yang melihat karakteristik perempuan menikah yang mencari pelayanan aborsi di 3 klinik pada tahun 1996-1997 menunjukkan usia klien saat melakukan abortus terbesar adalah 31-35 tahun (29,7%), 21-25 tahun (19,4%) dan 17-20 tahun (6%). Ditemukan pada salah satu klinik, abortus dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 7 minggu (52%), 8-14 minggu sebanyak 46% dan 2% pada usia kehamilan 15-25 minggu. Permintaan abortus pada usia kehamilan diatas 15 minggu sebagian besar dilakukan pada perempuan usia 21-25 tahun (34%). Data mengenai jenis kontrasepsi yang dipakai sebelum dan sesudah abortus menunjukkan peningkatan jumlah pemakaian IUD dari 55% menjadi 68,5%, begitu juga dengan suntik dari 2,6% menjadi 8,0% (Herdayati, 1998 dalam Jender & Kesehatan, Januari-Februari 2001). · Jajak pendapat yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia bekerja sama dengan Mitra Perempuan, Ford Foundation, Fenomena, Universitas Atmajaya dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia menunjukkan 83,5% responden laki-laki dan perempuan setuju jika keputusan secara medis dan psikologis mengenai aborsi ditentukan oleh dokter melalui proses konseling dengan pasien (n=600). Dari mereka yang setuju sebesar 85,11% adalah perempuan menikah (Jender & Kesehatan, 2001). |  15 September 2005, 06:06 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by batavianlady .Terjadi 2 juta kasus aborsi di Indonesia. Ini artinya terdapat 43 kasus aborsi per 100 kelahiran hidup (menurut hasil sensus penduduk tahun 2000, terdapat 53.783.717 perempuan usia 15-49 tahun) atau 37 kasus aborsi per tahun per 1.000 perempuan usia 15-49 tahun 25-60% aborsi disengaja (induced abortion) lebih tinggi di perkotaan dibandingkan di pedesaan. Di rumah sakit biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp200.000 hingga 1 juta rupiah, sedangkan pada bidan berkisar antara Rp8.000 hingga Rp750.000 ditemukan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan paling banyak terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun (50,9%). usia klien saat melakukan abortus terbesar adalah 31-35 tahun (29,7%), 21-25 tahun (19,4%) dan 17-20 tahun (6%). 83,5% responden laki-laki dan perempuan setuju jika keputusan secara medis dan psikologis mengenai aborsi ditentukan oleh dokter melalui proses konseling dengan pasien (n=600). Dari mereka yang setuju sebesar 85,11% adalah perempuan menikah (Jender & Kesehatan, 2001). | ...memprihatinkan... walau memang ada kondisi yang, klo bicara kemanusiaan, si bayi lebih baik tidak dilahirkan.... __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  |  15 September 2005, 07:02 PM |  | Senior Member | | Join Date: March 2005 Location: Norwich - UK Posts: 1,122 Rep Power: 5 | | Quote: | Originally Posted by Syahrul_Istiqlali diambil dari posting sdr organics... (salah satu dari) Sembilan Fatwa Aktual Persis 2. Aborsi korban perkosaan hukumnya haram walaupun usia kehamilan itu belum 40 hari. Artinya, aborsi atau pengakhiran kehamilan bukan atas dasar indikasi medis hukumnya haram sejak terjadinya konsepsi (pembuahan). Aborsi yang dibolehkan adalah aborsi dasar indikasi medis. | Aduuuuuuuhh kasihan dong si korban-korban pemerkosaan itu (apalagi para TKI kita yang kerja di negara ARAB, banyak yang jadi korban perkosaan arab-arab b*****t : maaf - padahal para TKI itu sudah berpakaian yang menutupi aurat, masih juga kena perkosa) kan kebanyakan si pemerkosa tidak mau bertanggung jawab (yah kalau mau bertanggung jawab mah gak usah diperkosa - ya gak?) sedangkan membesarkan dan mendidik anak itu gak mudah. Apalagi dunia makin gak karu-karuan begini - dimana drugs merajalela, video porno berkeliaran. Kalau si anak setelah besar tahu bahwa dirinya terlahir dari bapak seorang pemerkosa, gimana itu mental anak? Ntar malah niru kelakuan bapaknya pula..... Jadi dalam hal ini jangan hanya menyalahkan vcd porno sebagai pemicu ......tapi moral manusia itu yang perlu diperbaiki. atau hukuman bagi si pemerkosa yang harus berat, seberat-beratnya. Anyway, semua masalah / permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Mungkin aborsi di legalkan tidak apa-apa, tapi ya seperti yang aku bilang dulu, diperlukan persyaratan dan seleksi yang ketat (melalui proses hukum misalnya - karena ini menyangkut hidup dan mati). Dan tidak semua dokter atau rumah sakit bisa menjalankan aborsi. Hanya lembaga-lembaga tertentu. Seperti di UK ini, ada satu tempat / lembaga khusus untuk aborsi. |  15 September 2005, 07:03 PM |  | Senior Member | | Join Date: March 2005 Location: Norwich - UK Posts: 1,122 Rep Power: 5 | | Quote: | Originally Posted by terran ...memprihatinkan... walau memang ada kondisi yang, klo bicara kemanusiaan, si bayi lebih baik tidak dilahirkan.... | Iya betul............... |  15 September 2005, 07:16 PM |  | Senior Member | | Join Date: March 2005 Location: Norwich - UK Posts: 1,122 Rep Power: 5 | | Quote: | Originally Posted by terran Mohon maaf, tapi sepertinya harus saya tegaskan bahwa terlalu berlandaskan pada logika dan teori untung-rugi sama sekali tidak akan membantu. Masalah aborsi adalah murni masalah kemanusiaan. Coba visualisasikan, "Anda masih berada di rahim ibu, lalu ibu Anda berniat membunuh Anda, apa yang akan Anda ajukan sebagai pembelaan saat itu agar Anda diberi kesempatan untuk hidup dan tidak dilempar ke bak sampah (meskipun Anda.. maaf.. anak haram)?" Jangan beranggapan si bayi belum bisa berpikir dan mengadu (kalo mau bicara "dunia lain"). Silakan dijawab sendiri di hati masing-masing. Dan klo memang bayi itu korban perkosaan, si pemerkosa itulah yang harus dibunuh pelan2, bukan bayi itu (!). Klo memang ibunya menolak, kan masih ada banyak cara... Masak ga bisa nemuin cara2 itu... Dan klo mau bicara soal pencegahannya, silakan pendidikan keluarga itu sendiri ditumbuhkembangkan secara dewasa tanpa benih-benih kebencian terhadap siapa pun, pendidikan yang menekankan bahwa manusia adalah manusia. Kenapa harus bicara tentang pornografi dsb? Semua itu ga akan kebendung (ini fakta global). Kita bukan manusia gua. Peace! | Ataukah kita juga harus menyarankan remaja gadis / para wanita untuk selalu ber kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak di inginkan? seperti yang dilakukan oleh kebanyakan wanita (single / married) di negara-negara maju???? Yah jawabannya tentu terserah kepada masing-masing individu / keluarga , bagaimana cara mendidik & melindungi anak - anak mereka. Kalau tidak mau terbuka masalah pendidikan sex (dalam hal ini mengenai perlindungan diri untuk mencegah kehamilan / untung rugi nya dan masalah penyakit yang akan ditularkan / tertularkan)..........yah pasti ada resikonya ...nanti............... Tapi semua tergantung pada individu masing-masing.....karena yang menanggung ya individu itu sendiri...... |  16 September 2005, 06:14 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by kristina Anyway, semua masalah / permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Mungkin aborsi di legalkan tidak apa-apa, tapi ya seperti yang aku bilang dulu, diperlukan persyaratan dan seleksi yang ketat (melalui proses hukum misalnya - karena ini menyangkut hidup dan mati). Dan tidak semua dokter atau rumah sakit bisa menjalankan aborsi. Hanya lembaga-lembaga tertentu. Seperti di UK ini, ada satu tempat / lembaga khusus untuk aborsi. | Bingung ya... Tp klo memang harus dilegalkan, ya sudah... mungkin memang harus dibentuk satu wadah (hanya satu) di mana aborsi MEDIS bisa dilakukan. Di luar wadah itu dan di luar faktor medis, aborsi tetap ilegal, dan eksekutornya boleh diseret ke meja hijau dengan pasal pembunuhan berencana (serem ndak?), termasuk manajemen dan dokter2nya. Tp... aku kok sama sekali masih blum bisa menerima aborsi PSIKIS (akibat perkosaan, kebobolan, dsb) ya.... Sulit, mbak. Mungkin karena aku cowok ya... Walau begitu, untuk kehamilan akibat seks bebas, silakan konsekuensi bertanggung jawab atas anak itu ditanggung... (yang ini harga mati)... __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  Last edited by terran; 16 September 2005 at 06:20 PM. |  16 September 2005, 06:29 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Batavia (the old town) Posts: 1,027 Rep Power: 5 | | Kalo masalah aborsi di posisi kita tidak mengalami paksaan dari seseorang gw juga menentang hal itu. Soalnya pernah dapat beberapa artikel mengenai aborsi, dan bagaimana cara aborsi itu dilakukan, terdapat beberapa cara yang tergantung pada usia janin tersebut. Terus terang gw sedih dan gak bisa bayangin bagaimana kepala janin diremukkan atau badannya dipotong2 dsb dsb... Tapi coba kita posisikan diri kita, misalnya kita sebagai korban pemerkosaan dan telah mengalami trauma yang hebat. Kalo si korban mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungannya, rasanya bisa diterima. Soalnya secara bathin dia sdh menderita, masa dia mau terus menanggung si janin yang tidak diinginkan tsb. Jika seorang anak lahir ke dunia dengan suatu keadaan yang tidak diinginkan dan tidak dirawat selagi dalam kandungan sang ibu, apakah bayi yang akan lahir tersebut nantinya akan lahir sebagai bayi yang sehat dan mempunyai perangai yang baik? Malah bisa menjadi beban, baik secara fisik maupun mental anak tersebut. Jadi gimana ya?? __________________ Yesterday is a canceled check, Tomorrow is a post-dated check, Today is the only cash you have, so spend it wisely (Kay Lyons) |  16 September 2005, 06:41 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Always Passer Baroe Posts: 485 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by Richard Kalo masalah aborsi di posisi kita tidak mengalami paksaan dari seseorang gw juga menentang hal itu. Soalnya pernah dapat beberapa artikel mengenai aborsi, dan bagaimana cara aborsi itu dilakukan, terdapat beberapa cara yang tergantung pada usia janin tersebut. Terus terang gw sedih dan gak bisa bayangin bagaimana kepala janin diremukkan atau badannya dipotong2 dsb dsb... Tapi coba kita posisikan diri kita, misalnya kita sebagai korban pemerkosaan dan telah mengalami trauma yang hebat. Kalo si korban mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungannya, rasanya bisa diterima. Soalnya secara bathin dia sdh menderita, masa dia mau terus menanggung si janin yang tidak diinginkan tsb. Jika seorang anak lahir ke dunia dengan suatu keadaan yang tidak diinginkan dan tidak dirawat selagi dalam kandungan sang ibu, apakah bayi yang akan lahir tersebut nantinya akan lahir sebagai bayi yang sehat dan mempunyai perangai yang baik? Malah bisa menjadi beban, baik secara fisik maupun mental anak tersebut. Jadi gimana ya?? | Plissssssssss kasi dia kesempatan untuk hidup.... untuk menunjukkan bahwa dia bisa menunjukkan sesuatu yg baik... walaupun untuk itu dia harus dititipkan ke PA... __________________ Live your life. Love your family (I mean... reeeeeally love them)  |  16 September 2005, 09:05 PM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by terran Plissssssssss kasi dia kesempatan untuk hidup.... untuk menunjukkan bahwa dia bisa menunjukkan sesuatu yg baik... walaupun untuk itu dia harus dititipkan ke PA... | kalau tidak sanggup urus dan harus dititip mendungan di aborsi... Realistis aja.... Karna banyak yg tdk terurus makanya kalau demo banyak pengikutnya.. |  16 September 2005, 10:18 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2005 Location: Brisbane,Queensland Posts: 323 Rep Power: 3 | | Get back to your own Holy Book (Qur'an/Bible/TAurat/Zabur/etc). End of story. __________________ God works in mysterious way... |  16 September 2005, 11:38 PM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Posts: 782 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by kristina Aduuuuuuuhh kasihan dong si korban-korban pemerkosaan itu (apalagi para TKI kita yang kerja di negara ARAB, banyak yang jadi korban perkosaan arab-arab b*****t :maaf - padahal para TKI itu sudah berpakaian yang menutupi aurat, masih juga kena perkosa) kan kebanyakan si pemerkosa tidak mau bertanggung jawab (yah kalau mau bertanggung jawab mah gak usah diperkosa - ya gak?) sedangkan membesarkan dan mendidik anak itu gak mudah. Apalagi dunia makin gak karu-karuan begini - dimana drugs merajalela, video porno berkeliaran. Kalau si anak setelah besar tahu bahwa dirinya terlahir dari bapak seorang pemerkosa, gimana itu mental anak? Ntar malah niru kelakuan bapaknya pula..... Jadi dalam hal ini jangan hanya menyalahkan vcd porno sebagai pemicu ......tapi moral manusia itu yang perlu diperbaiki. atau hukuman bagi si pemerkosa yang harus berat, seberat-beratnya. Anyway, semua masalah / permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Mungkin aborsi di legalkan tidak apa-apa, tapi ya seperti yang aku bilang dulu, diperlukan persyaratan dan seleksi yang ketat (melalui proses hukum misalnya - karena ini menyangkut hidup dan mati). Dan tidak semua dokter atau rumah sakit bisa menjalankan aborsi. Hanya lembaga-lembaga tertentu. Seperti di UK ini, ada satu tempat / lembaga khusus untuk aborsi. | eh kris....ada sebagian alias nda semua tki, yang jadi korban,yang dikarenakan oleh ulahnya tki sendiri..  .ane mau kasih bocoran dikit nich,orang arab klo lihat penyempuan senyum aja,mereka udah piktor,apalagi klo liat tki over..  ..udah dech,semangkanya di keluarin...heheee apa coba semangka!!!....  |  17 September 2005, 05:54 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by amira | he..he... kok tau ? pengalaman ya...? |  17 September 2005, 06:30 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Posts: 782 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by lsy he..he... kok tau ? pengalaman ya...? | ya tau donk,aku kan udah sering ganti khodam/pembantu dari indo...so,tingkah lakunya jelas beda2,so jangan salahkan arab juga,klo mereka ngasih semangka ama tuh khodam... peace....  |  17 September 2005, 06:59 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by amira ya tau donk,aku kan udah sering ganti khodam/pembantu dari indo...so,tingkah lakunya jelas beda2,so jangan salahkan arab juga,klo mereka ngasih semangka ama tuh khodam... peace....  | busyet.. apaan itu semangka.. emang ada yg kayak semangka.. kepingin lihat juga... |  17 September 2005, 07:11 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Posts: 782 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by lsy busyet.. apaan itu semangka.. emang ada yg kayak semangka.. kepingin lihat juga... | semangka=buah yang ada airnya..  .heheee klo mau liat buah semangka yang panjanaaaaaaaaang,sini aja...banyak koq...  |  17 September 2005, 07:21 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Location: PAPUA Posts: 805 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by amira semangka=buah yang ada airnya..  .heheee klo mau liat buah semangka yang panjanaaaaaaaaang,sini aja...banyak koq...  | Kalau hanya dikasi semangka kan tidak masalah, hanya banyak air toh? Bentuk juga kayaknya tidak masalah..?????? |  17 September 2005, 07:27 AM | | Senior Member | | Join Date: September 2005 Posts: 782 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by lsy Kalau hanya dikasi semangka kan tidak masalah, hanya banyak air toh? Bentuk juga kayaknya tidak masalah..?????? | klo bentuknya sich nda masalah tuh sy,tapi airnya itu lho....jadi bumerang...  hehheeeeeeee any way ISY ce/co?.....  |  17 September 2005, 07:42 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2005 Location: Pontianak Posts: 4,852 Rep Power: 8 | | Quote: | Originally Posted by terran Plissssssssss kasi dia kesempatan untuk hidup.... untuk menunjukkan bahwa dia bisa menunjukkan sesuatu yg baik... walaupun untuk itu dia harus dititipkan ke PA... | ... Apa itu PA ? __________________  "kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita dapat memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai " - R.A. Kartini | | Thread Tools | | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not | | |