Didapat dari internet.....
Merasa usianya kian uzur, Soeharto perlu membuat
wasiat tempat di mana ia harus dikubur bila kelak
mati. Mungkin ia terpengaruh berita yang gencar soal
wasiat mendiang Presiden Soekarno yang berkeingnan
agar dimakamkan di Kebun Raya Bogor.
Soeharto segera mengumpulkan para penasehat spiritual
dan paranormal istana, menteri kabinet, pimpinan
angkatan bersenjata, putra-putri dan para sahabatnya.
"Saya sudah tua, mungkin sebentar lagi saya mati.
Menurut kalian sebaiknya jenasah daripada saya
dimakamkan dimana?" tanya Soeharto dengan senyumnya
yang khas.
"Bukankah menurut kesepakatan keluarga, Bapak akan
dimakamkan disamping makam ibu di Astana Giri Bangun?"
tanya Mbak Tutut.
Seperti biasa, Soeharto manggut-manggut. "Tidak, saya
berubah pikiran," katanya. Mbak Tutut dan anak-anak
presiden yang lain terkejut, namun tidak berani
memprotes.
"Kelak jika saya mati saya ingin dimakamkan di Bukit
Golgota, di luar kota Jerusalem, tempat Nabi Isa
disalibkan," lanjut Soeharto dengan wajah yang serlus.
Orang-orang yang hadir kontan terkejut dengan wasiat
Soeharto ini.
Lukman Harun, tokoh Anti Zionis yang juga hadir tak
bisa menyembunyikan rasa tidak setujunya. Apalagi Nabi
Isa adalah Tuhan bagi orang Kristen.
"Bapak Presiden, ini tak mungkin dan amat berbahaya.
Wilayah itu kan diduduki Zionis Israel dan kita sejak
dulu anti-Zionis. Dunia Arab dan kelompok-kelompok
anti-Zionis di tanah air akan marah kepada bapak jika
ini terjadi. Dampaknya akan terkena juga kepada
putera-putera dan cucu bapak yang akan Bapak
tinggalkan," kata Lukman berapi-api
"Saudara Lukman. Itu sangat tidak mungkin. Karena
setelah tiga hari saya dikuburkan, saya akan bangkit
dan berkuasa lagi untuk selama-lamanya. Dan tak
seorang pun akan punya nyali untuk mengusik daripada
saya," kata Soeharto.
www.duniamusik.com tdk hanya fakta namun juga suka bcanda! (saya setuju Soeharto diampuni demi alasan kemanusiaan, namun juga secara jantan tetap diadili agar memberi contoh yg baik buat generasi muda, krn hukum harus ditegakkan Terlepas dia benar atau salah.)