Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Lifestyle » Politics

Politics Diskusi seputar politik dan permasalahannya

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 27 January 2008, 03:04 PM
olynugroho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: white water
Posts: 1,630
Rep Power: 4
olynugroho is on a distinguished road
Default soeharto tutup usia

telah meninggal dunia dgn tenang jend besar h moch soeharto.
minggu,270108 pada pukul 13.10.
tak lupa segenap kluarga meminta maap pada seluruh rakyat indonesia.
maapin ye.....maapin!!!!
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links


  #2  
Old 27 January 2008, 03:10 PM
olynugroho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: white water
Posts: 1,630
Rep Power: 4
olynugroho is on a distinguished road
Default

pantesan dari kmaren mata kiri aku tu kedut2 gitu,eee trnyata mbah harto meninggal,ya ....emang sudah tua dan lagi beliau tuch ga bisa menghentikan kebiasaannya minta REMOT KONTROL.........
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #3  
Old 27 January 2008, 03:14 PM
olynugroho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: white water
Posts: 1,630
Rep Power: 4
olynugroho is on a distinguished road
Default

LINKIN PARK jadi soundtrack pas mbak tutut ngomong di konfrensi pers,
klo ga salah yg what i've done
waaaaah pas bgt lagunya....
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #4  
Old 27 January 2008, 05:02 PM
wall_hasil's Avatar
Senior Member
 
Join Date: August 2007
Location: (sulut) Indonesia
Posts: 5,328
Rep Power: 7
wall_hasil is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by olynugroho View Post
pantesan dari kmaren mata kiri aku tu kedut2 gitu,eee trnyata mbah harto meninggal,ya ....emang sudah tua dan lagi beliau tuch ga bisa menghentikan kebiasaannya minta REMOT KONTROL.........
suster emot k**** ha ha ha Ancen Jery kurang ajar...
__________________
maaf atas kesalahan yg lalu
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #5  
Old 28 January 2008, 10:02 AM
inong_thea's Avatar
Senior Member
 
Join Date: May 2007
Location: hk
Posts: 1,049
Rep Power: 3
inong_thea is on a distinguished road
Default

turut berduka cita atas wafatnya mantan president RI bapak soeharto semoga amal ibadah serta perbuatannya di hitung adil oleh yg kuasa....amien...
memang banyak konflik mengenai pak harto karena karupsinya yg besar2an tapi mesti kita akui juga ,Soeharto steered the nation through an economic boom,meski billions of dollar ended up in the hands of friends and relatives.....any how kita maafin aja deh orang yg memaafkan dosa orang lain pahalanya gedre lohhhh...
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #6  
Old 28 January 2008, 10:20 AM
toeng_ho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2007
Location: jakarta
Posts: 6,924
Rep Power: 8
toeng_ho will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by olynugroho View Post
telah meninggal dunia dgn tenang jend besar h moch soeharto.
minggu,270108 pada pukul 13.10.
tak lupa segenap kluarga meminta maap pada seluruh rakyat indonesia.
maapin ye.....maapin!!!!
tenang karena obat tidur ya......????

kalau gak pake obat tidur, gimana ya????

BTW,
TURUT BERDUKA CITA


Bagaimanapun juga beliau tetap berjasa terhadap negri ini, berjasa memulai pembangunan, dan yang positif2 lainnya, juga berjasa menumbuhkan budaya korupsi, main hakim sendiri, intimidasi, dll ........ yang sudah cukup kuat mengakar (32 tahun rek....) sehingga sulit dan butuh waktu lama untuk mengubah budaya negatif ini, perlu mencuci otak satu atau dua generasi.....susah kan???
__________________
BE YOURSELF
DON'T WORRY....... BE HAPPY!!!!!
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #7  
Old 29 January 2008, 01:23 PM
Senior Member
 
Join Date: July 2007
Location: kutai "kaltim"
Posts: 1,291
Rep Power: 3
liviya is on a distinguished road
Default

banyak yg bilang seribu kebaikan akan kalah dengan satu keburukan...
__________________
Matahariku
mssu sllu
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #8  
Old 29 January 2008, 09:38 PM
momento_mori's Avatar
Senior Member
 
Join Date: May 2006
Posts: 710
Rep Power: 3
momento_mori is on a distinguished road
Default

(^_^)

Turut berbela sungkawa
urusan dunia tinggalin aja didunia
urusan disono nanti ya urus di sono.


(^_^)
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #9  
Old 29 January 2008, 10:36 PM
Senior Member
 
Join Date: March 2006
Location: kalsel
Posts: 9,493
Rep Power: 12
nonasurabaya will become famous soon enough
Default

angka 6 dan 8 itu bagus , bayang bayang pak harto
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #10  
Old 30 January 2008, 09:58 AM
dedi_anker's Avatar
Senior Member
 
Join Date: May 2007
Location: Tanah Tuhan
Posts: 3,977
Rep Power: 5
dedi_anker will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by nonasurabaya View Post
angka 6 dan 8 itu bagus , bayang bayang pak harto
bukannya semua angkan itu bagus

BTW... TURUT BERDUKA CITA... semoga dilapangkan jalannya dan semoga diberikan kemudahan .AMINNNN
__________________
"Tetaplah seperti itu"

"Meskipun ku jauh"
"Namun kau begitu dekat"
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #11  
Old 30 January 2008, 01:12 PM
geblek's Avatar
Senior Member
 
Join Date: August 2007
Posts: 2,253
Rep Power: 4
geblek is on a distinguished road
Default

aminnnnnnnnnn..........
__________________
LOVE U ALL
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #12  
Old 31 January 2008, 03:54 PM
wall_hasil's Avatar
Senior Member
 
Join Date: August 2007
Location: (sulut) Indonesia
Posts: 5,328
Rep Power: 7
wall_hasil is on a distinguished road
Default

kok dikit ya, yg berbela sungkawa.

pdhal klo aku lihat di tv ada ratusan/ribuan.
__________________
maaf atas kesalahan yg lalu
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #13  
Old 31 January 2008, 04:27 PM
Andree_22's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2005
Location: Oil City
Posts: 3,792
Rep Power: 7
Andree_22 is on a distinguished road
Default Soekarno - Sejarah yang tak memihak

Posted by Iman Brotoseno under: SEJARAH; SOEKARNO .



Malam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam

ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel

goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai

Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah

menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik

mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua

saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara

langsung jenasah Soekarno.

Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan

Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.

" Pak Karno seda " ( meninggal )

Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso.

Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3

truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan

Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO

Hartono - Panglima KKO - pernah berkata ,

" Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah

kata KKO "

Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk

turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral

Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa

divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan

panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.



Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia

tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah

dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan

membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.

The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun

menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan

istana pindah ke istana Bogor . Tak berapa lama datang surat dari

Panglima Kodam Jaya - Mayjend Amir Mahmud - disampaikan jam 8 pagi

yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang.

Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang

barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang

barang lain semuanya ditinggalkan.

" Het is niet meer mijn huis " - sudahlah, ini bukan rumah saya lagi ,

demikian Bung Karno menenangkan istrinya.

Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis

sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.

Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie

diasingkan menjadi dubes di London . Jendral KKO Hartono secara

misterius mati terbunuh di rumahnya.



Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak

yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka

masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan

kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya

dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan

mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta! dan Ali Sadikin - Gubernur Jakarta -

yang juga berasal dari KKO Marinir.



Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta

baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.

Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh

dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya

termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam

dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan

jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman

belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.

Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet

di lantai di ruang tengah.

Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah,

sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang

lain.

Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan

jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak

dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor . Pihak militer tetap tak mau

mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu

kota.

Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan

terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.



Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,

" Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul

mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap

Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan

pengobatan yang seharusnya diberikan. "

( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )



dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung

Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter

Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang

diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi

penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat

yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.

( Kompas 11 Mei 2006 )



Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,

" Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana

Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad

"

( Kompas 13 Januari 2008 )



Sangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden

Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan

canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela

yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun

Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan

ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus

menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !



Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah

sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan

munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika

justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ? Kisah tragis

ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi

hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam

membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan

benar atau salah.



Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari

Kesabaran adalah Bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Keterbukaan adalah pelaksanaan kata kata

( * WS Rendra )
__________________
ad yg mau n pengen liat Photonya liviya ngga..?
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #14  
Old 31 January 2008, 08:17 PM
lovecute's Avatar
Senior Member
 
Join Date: October 2007
Location: Snow Islands
Posts: 2,877
Rep Power: 3
lovecute is on a distinguished road
Default

Turut berbela sungkawa juga ya........

cuma Love sedih banget g bisa lihat prosesi pemakamannya Pak Harto....
padahal deket banget ma tempat tinggal Love....

semoga amal beliau diterima di sisi Tuhan.....

Miss U Pak Harto........
__________________
My Luvly Ndy...^_^
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #15  
Old 31 January 2008, 11:11 PM
olynugroho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: white water
Posts: 1,630
Rep Power: 4
olynugroho is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by Andree_22 View Post
Posted by Iman Brotoseno under: SEJARAH; SOEKARNO .



Malam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam

ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel

goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai

Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah

menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik

mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua

saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara

langsung jenasah Soekarno.

Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan

Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.

" Pak Karno seda " ( meninggal )

Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso.

Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3

truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan

Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO

Hartono - Panglima KKO - pernah berkata ,

" Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah

kata KKO "

Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk

turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral

Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa

divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan

panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.



Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia

tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah

dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan

membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.

The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun

menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan

istana pindah ke istana Bogor . Tak berapa lama datang surat dari

Panglima Kodam Jaya - Mayjend Amir Mahmud - disampaikan jam 8 pagi

yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang.

Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang

barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang

barang lain semuanya ditinggalkan.

" Het is niet meer mijn huis " - sudahlah, ini bukan rumah saya lagi ,

demikian Bung Karno menenangkan istrinya.

Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis

sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.

Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie

diasingkan menjadi dubes di London . Jendral KKO Hartono secara

misterius mati terbunuh di rumahnya.



Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak

yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka

masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan

kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya

dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan

mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta! dan Ali Sadikin - Gubernur Jakarta -

yang juga berasal dari KKO Marinir.



Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta

baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.

Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh

dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya

termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam

dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan

jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman

belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.

Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet

di lantai di ruang tengah.

Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah,

sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang

lain.

Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan

jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak

dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor . Pihak militer tetap tak mau

mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu

kota.

Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan

terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.



Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,

" Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul

mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap

Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan

pengobatan yang seharusnya diberikan. "

( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )



dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung

Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter

Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang

diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi

penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat

yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.

( Kompas 11 Mei 2006 )



Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,

" Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana

Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad

"

( Kompas 13 Januari 2008 )



Sangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden

Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan

canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela

yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun

Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan

ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus

menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !



Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah

sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan

munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika

justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ? Kisah tragis

ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi

hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam

membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan

benar atau salah.



Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari

Kesabaran adalah Bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Keterbukaan adalah pelaksanaan kata kata

( * WS Rendra )
thx'z ndree,saya juga salah seorang pengagum Bung Karno,saya yakin kehidupan saya akan lebih baik dari skarang klo Bung Karno masih menjabat jadi Presiden.
smoga Bung karno mendapat tempat yg indah di sisiNya.............amin.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #16  
Old 31 January 2008, 11:24 PM
olynugroho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: white water
Posts: 1,630
Rep Power: 4
olynugroho is on a distinguished road
Default

suharto memang pernah berjasa untuk negri ini,tapi bukankah itu memang tugasnya?tugas dari jabatan yg ia pegang.Negara ini kan tidak pernah memaksa dia untuk jadi presiden,malah dia sendiri yg memaksa untuk jadi presiden.
Dan pasti cara dia untuk mendapatkan posisi itu adalah cara yg kotor,
pendekatan dengan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang,berbohong,dan menipu masyarakat yg semuanya merupakan ciri dari sebuah faham yang sangat fasis yg tentunya hanya dimiliki oleh komunis.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #17  
Old 01 February 2008, 08:54 AM
wall_hasil's Avatar
Senior Member
 
Join Date: August 2007
Location: (sulut) Indonesia
Posts: 5,328
Rep Power: 7
wall_hasil is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by olynugroho View Post
suharto memang pernah berjasa untuk negri ini,tapi bukankah itu memang tugasnya?tugas dari jabatan yg ia pegang.Negara ini kan tidak pernah memaksa dia untuk jadi presiden,malah dia sendiri yg memaksa untuk jadi presiden.
Dan pasti cara dia untuk mendapatkan posisi itu adalah cara yg kotor,
pendekatan dengan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang,berbohong,dan menipu masyarakat yg semuanya merupakan ciri dari sebuah faham yang sangat fasis yg tentunya hanya dimiliki oleh komunis.

lyn thread mu ini bukan mbahas Politik kan?
andree_22 ae mbok ladeni.
tularan komet koen engko....
__________________
maaf atas kesalahan yg lalu
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #18  
Old 01 February 2008, 12:51 PM
toeng_ho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2007
Location: jakarta
Posts: 6,924
Rep Power: 8
toeng_ho will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by Andree_22 View Post
Posted by Iman Brotoseno under: SEJARAH; SOEKARNO .



Malam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam

ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel

goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai

Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah

menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik

mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua

saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara

langsung jenasah Soekarno.

Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan

Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.

" Pak Karno seda " ( meninggal )

Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso.

Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3

truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan

Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO

Hartono - Panglima KKO - pernah berkata ,

" Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah

kata KKO "

Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk

turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral

Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa

divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan

panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.



Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia

tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah

dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan

membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.

The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun

menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan

istana pindah ke istana Bogor . Tak berapa lama datang surat dari

Panglima Kodam Jaya - Mayjend Amir Mahmud - disampaikan jam 8 pagi

yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang.

Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang

barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang

barang lain semuanya ditinggalkan.

" Het is niet meer mijn huis " - sudahlah, ini bukan rumah saya lagi ,

demikian Bung Karno menenangkan istrinya.

Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis

sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.

Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie

diasingkan menjadi dubes di London . Jendral KKO Hartono secara

misterius mati terbunuh di rumahnya.



Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak

yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka

masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan

kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya

dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan

mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta! dan Ali Sadikin - Gubernur Jakarta -

yang juga berasal dari KKO Marinir.



Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta

baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.

Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh

dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya

termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam

dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan

jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman

belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.

Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet

di lantai di ruang tengah.

Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah,

sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang

lain.

Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan

jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak

dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor . Pihak militer tetap tak mau

mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu

kota.

Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan

terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.



Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,

" Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul

mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap

Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan

pengobatan yang seharusnya diberikan. "

( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )



dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung

Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter

Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang

diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi

penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat

yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.

( Kompas 11 Mei 2006 )



Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,

" Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana

Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad

"

( Kompas 13 Januari 2008 )



Sangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden

Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan

canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela

yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun

Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan

ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus

menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !



Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah

sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan

munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika

justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ? Kisah tragis

ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi

hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam

membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan

benar atau salah.



Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari

Kesabaran adalah Bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Keterbukaan adalah pelaksanaan kata kata

( * WS Rendra )

Gw juga sedih banget dengan diskriminasi itu, tapi...ya itulah hasil dari indoktrinasi yg disutradarai oleh Soeharto, berhasil banget dia sebagai seorang sutradara dan perekayasa......

Only God know where he is now..........
__________________
BE YOURSELF
DON'T WORRY....... BE HAPPY!!!!!
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #19  
Old 01 February 2008, 05:59 PM
lovecute's Avatar
Senior Member
 
Join Date: October 2007
Location: Snow Islands
Posts: 2,877
Rep Power: 3
lovecute is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by toeng_ho View Post
Gw juga sedih banget dengan diskriminasi itu, tapi...ya itulah hasil dari indoktrinasi yg disutradarai oleh Soeharto, berhasil banget dia sebagai seorang sutradara dan perekayasa......

Only God know where he is now..........
Dia sekarang di Astana Giribangun Ho.......
__________________
My Luvly Ndy...^_^
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #20  
Old 01 February 2008, 10:26 PM
olynugroho's Avatar
Senior Member
 
Join Date: September 2006
Location: white water
Posts: 1,630
Rep Power: 4
olynugroho is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by toeng_ho