 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | Soccer Diskusi seputar sepak bola, meliputi pemain, klub kesayangan, dan lain-lain |  | |  04 July 2006, 08:41 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | Toni: Klose, Ancaman Terbesar Awalnya, tim nasional Italia diragukan untuk mampu berkiprah di PD 2006. Namun, berbekal lini pertahanan yang solid dan tangguh, Azzurri mampu menembus babak empat besar dengan menyandang rekor sebagai satu-satunya tim yang tak pernah kebobolan oleh penyerang lawan. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Buffon tercipta karena aksi bunuh diri Cristian Zaccardo. Ketangguhan Fabio Cannavaro dkk di lini belakang kembali akan mendapat ujian berat saat berhadapan dengan tim tuan rumah, Jerman dalam babak semifinal yang akan berlangsung di Westfalenstadion, Dortmund, Selasa, 4 Juli. Apalagi, duet striker utama yang selalu menjadi pilihan Jurgen Klinsmann dalam lima pertandingan terdahulu, Miroslav Klose dan Lukas Podolski telah menunjukkan ketajamannya. Dari 11 gol yang dibuat Tim Panser, delapan (8) gol di antaranya merupakan sumbangan kedua penyerang tersebut, yaitu masing-masing lima gol ditoreh Klose dan tiga gol dicetak Podolski yang baru tampil pertama kali di ajang Piala Dunia. Khusus bagi Klose, penyerang Werder Bremen, raihan lima gol tadi sekaligus menyamai pundi-pundi golnya di ajang PD 2002 lalu. Kini, dengan raihan lima gol, untuk sementara, Klose bertengger sendirian di puncak daftar pencetak gol dan membuka kesempatan baginya untuk meraih Golden Shoe Award. Konsistensi Klose tak luput dari perhatian Azzurri. “Klose telah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu striker terbaik di dunia, tidak hanya dari apa yang telah diraihnya selama ini di Jerman, tapi juga di turnamen sebelumnya (PD 2002),” kata Luca Toni, striker andalan timnas Italia yang “baru” menjaringkan dua buah gol ke gawang lawan. “Saya pikir, para pemain belakang kami betul-betul harus waspada dengan pergerakan Klose. Sebab, jika kami memberinya sedikit kesempatan, maka tak ayal lagi Klose akan menghukum kami. Dialah ancaman terbesar bagi kami,” imbuh Toni. Di awal PD 2006 ini, penyerang utama Fiorentina yang menjadi top skorer Liga Seri A Italia musim lalu dengan raihan 31 gol (dua dari titik penalti) itu mendapat kritik tajam atas kemandulannya dalam empat pertandingan pertama. Namun, Toni tak patah arang. Begitu kembali dipercayai Marcello Lippi sebagai duet striker bersama Francesco Totti di babak perempat final melawan Ukraina, Toni mampu menjawab segala keraguan dengan memborong dua gol. Kini, Toni diharapkan dapat menyamai penampilan dan rekor Paolo Rossi di PD 1982--juga gagal dalam dua pertandingan awal di PD 1982, namun mampu tampil tajam di babak berikutnya dan bahkan akhirnya tampil sebagai top skorer. “Luar biasa untuk menyamai pencapaian Rossi,” kata Toni. Tapi, tambahnya, “Yang terpenting bagaimana caranya Italia mampu melangkah ke babak final.” credit to liputanbola.com 2006-07-03 16:17:39 |  04 July 2006, 08:42 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | Jerman vs Italia: Bukan untuk Balas Dendam Dua semi finalis yang akan berlaga di Westfalenstadion, Dortmund, punya rekor yang sama-sama bagus. Jerman dan Italia sama-sama menang 4 kali dan hanya sekali seri sejak putaran final Piala Dunia 2006 dimulai. Jerman lebih subur dengan memasukkan 11 gol dibandingkan Italia yang cuma 9 gol (dari 8 pemain yang berbeda), sementara lini belakang Italia lebih kokoh karena hanya kemasukan 1 gol sedang Jerman kemasukan 3 gol. Jerman dan Italia telah bertemu sebanyak 28 kali dimana Italia menang 13 kali sedang Jerman hanya 7 kali namun Jerman tidak pernah menang atas Italia dalam laga di Piala Dunia. Italia hanya sekali bertemu Jerman di babak semi final Piala Dunia 1970. Saat itu Italia mengalahkan Jerman 4-3 pada perpanjangan waktu. Jerman berkesempatan membalas dendam di Final Piala Dunia 1982, sayang Tim Panser kalah 1-3 sehingga Italia juara. Bisa dibilang Jerman bernasib buruk jika bertemu Italia. Dalam pertandingan persahabatan 3 tahun terakhir, Jerman dua kali kalah melawan Italia, yakni pada 2003 dan 2006. Terakhir pada pertandingan pemanasan Piala Dunia, Maret 2006, Jerman kalah dengan skor cukup telak:1-4. Dengan rekor seperti itu, meski bertindak sebagai tuan rumah, Jerman tidak terlalu diunggulkan. Toh, bek Christoph Metzelder yakin timnya bisa mengatasi Italia kali ini. "Motivasi kami bukan untuk balas dendam atas kekalahan di bulan Maret, tapi untuk mencapai final," katanya. "Kita tahu saat ini tim yang di lapangan merupakan tim yang berbeda." Dari susunan pemain, skuad Jerman yang dikalahkan Italia tidak berbeda dengan skuad Piala Dunia 2006. Yang dimaksud Metzelder tentu saja semangat skuad Jerman saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan saat laga persahabatan di Florence, Italia, 3 bulan lalu. Apalagi Jerman akan berlaga di Dortmund. Tim Klinsmann memang punya rekor bagus jika bertanding di Dortmund: 13 kali menang dan sekali seri dalam 14 pertandingan. "Kami senang saat mengetahui akan bermain di sana," kata Klinsmann. Ia pun senang karena Ballack dan Klose akan bisa diturunkan setelah sembuh dari cedera ringan. Di kubu Italia, Marcello Lippi masih tetap tidak bisa memainkan bek andalannya, Alessandro Nesta karena cedera. Begitu juga dengan Camoranesi yang diragukan bisa turun akibat cedera lutut. Namun Lippi masih punya Marco Materazzi yang siap menemani Cannavaro di lini belakang Gli Azzurri. Tanpa Nesta pun, gawang Buffon tidak bisa dibobol tim lawan. Jadi, Lippi tampaknya hanya perlu mendorong dua striker utamanya, Gilardino dan Luca Toni untuk lebih produktif. Dua tim papan atas Eropa ini punya kekuatan yang berimbang. Jerman berharap bisa mengalahkan Italia untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia. Sementara Italia berharap siklus 12 tahunannya kembali terulang. Jika pada 1970, 1982, dan 1994, Tim Azzurri masuk Final, kenapa tidak pada 2006? credit to liputanbola.com 2006-07-03 20:18:15 |  04 July 2006, 08:46 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | HEAD TO HEAD JERMAN (GER) : 50% ITALIA (ITA) : 50% Pertemuan Sebelumnya : 1-Mar-2006 Italy vs Germany 4:1 (3:0) Friendly 2006 20-Aug-2003 Germany vs Italy 0:1 (0:1) Friendly 2003 19-Jun-1996 Italy vs Germany 0:0 UEFA EURO 1996 21-Jun-1995 Germany vs Italy 2:0 (2:0) Friendly 1995 23-Mar-1994 Germany vs Italy 2:1 (1:1) Friendly 1994 25-Mar-1992 Italy vs Germany 1:0 (0:0) Friendly 1992 10-Jun-1988 Germany FR vs Italy 1:1 (0:0) UEFA EURO 1988 18-Apr-1987 Germany FR vs Italy 0:0 Friendly 1987 5-Feb-1986 Italy vs Germany FR 1:2 (1:1) Friendly 1986 11-Jul-1982 Italy vs Germany FR 3:1 (0:0) 1982 FIFA World Cup Spain 14-Jun-1978 Germany FR vs Italy 0:0 1978 FIFA World Cup Argentina 17-Jun-1970 Italy vs Germany FR 4:3 a.e.t (1:1, 1:0) 1970 FIFA World Cup Mexico 31-May-1962 Germany FR vs Italy 0:0 1962 FIFA World Cup Chile credit to liputanbola.com |  04 July 2006, 08:47 AM | | | |  04 July 2006, 08:48 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | Sejarah Berulang di Jerman Piala Dunia tinggal empat pertandingan lagi. Dua pertandingan semi final dan dua pertandingan final, termasuk perebutan Juara ke-3. Empat tim yang tersisa semuanya berasal dari negara Eropa. Tim mana kandidat yang terkuat? Keberadaan empat negara Eropa di semi final seakan membuktikan kebenaran adanya "pola" Juara Piala Dunia yang mengacu pada 10 Piala Dunia terakhir, yakni sejak 1962. Pola ini, seperti yang telah ditulis liputanbola sebelumnya, mungkin bisa dijadikan acuan untuk memprediksi tim mana yang berpotensi menjadi Juara Piala Dunia 2006. Amerika vs Eropa Negara Amerika Selatan dan negara Eropa selalu bergantian menjadi Juara Piala Dunia sejak 1962. Selain itu, negara dari benua Amerika tidak pernah menjadi Juara Piala Dunia di tanah Eropa, begitu juga sebaliknya. Berikut ini Juara Piala Dunia sejak 1962: Brasil (Chili, 1962) Inggris (Inggris, 1966) Brasil (Meksiko, 1970) Jerman Barat (Jerman Barat, 1974) Argentina (Argentina, 1978) Italia (Spanyol, 1982) Argentina (1986) Jerman Barat (Italia, 1990) Brasil (Amerika Serikat, 1994) Prancis (Prancis, 1998) Brasil (Jepang-Korea, 2002) Kebetulan? Mungkin saja. Namun setelah Argentina dan Brasil tersingkir di babak perempat final dan tersisa empat negara Eropa (Jerman, Italia, Portugal, dan Prancis), "pola giliran" itu kembali valid. Juara Piala Dunia 2006 dipastikan akan berasal dari Eropa. Tidak Dua Kali Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya Italia dan Brasil yang pernah menjuarai Piala Dunia dua kali berturut-turut. Italia juara pada 1934 dan 1938, sementara Brasil juara pada 1958 dan 1962. Setelah itu, tidak pernah ada negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia dua kali berturut-turut. Kegagalan Juara Piala Dunia 2002, Brasil, di babak perempat final menunjukkan validitas pola ini. Usia Rata-rata 28 Tahun Menurut catatan FIFA, 10 negara Juara Piala Dunia terakhir mempunyai tim yang usia rata-rata pemainnya tak lebih dari 28 tahun, kecuali pada 1962. Berikut ini usia rata-rata skuad Juara Piala Dunia (tahun/bulan): Brasil (30/01) Inggris (27/01) Brasil (25/02) Jerman (27/03) Argentina (26/03) Italia (27/04) Argentina (26/10) Jerman (27/09) Brasil (27/11) Prancis (27/04) Brasil (26/09) Berdasarkan catatan itu maka negara Eropa yang harus dicoret dari daftar calon juara karena usia rata-ratanya di atas 28 tahun adalah Prancis, Italia, Republik Ceko, Swedia, Portugal, Serbia and Montenegro, dan Kroasia. Kandidat kuat yang tersisa adalah Jerman, Belanda, dan Inggris. Karena Belanda dan Inggris sudah tersingkir, maka Jerman satu-satunya skuad yang punya usia rata-rata tak lebih dari 28 tahun, yakni 27 tahun 5 bulan. Jerman Juara Piala Dunia 2006? Jika benar, maka 3 pola di atas kembali valid. Jika tidak, setidaknya pola "giliran" dan "tidak dua kali berturut-turut" telah terbukti valid. credit to liputanbola.com 2006-07-03 12:42:41 |  04 July 2006, 08:52 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | Saatnya Jerman Membalas Dendam Pertemuan Jerman dengan Italia dalam babak semifinal Piala Dunia 2006 akan menjadi partai paling panas. Tim Panser belum lupa kekalahan menyakitkan atas Tim Azzuri pada final Piala Dunia 1982. Liputan6.com, Jakarta: Kesebelasan Italia bakal menghadapi tugas berat saat berlaga dalam babak semifinal Piala Dunia 2006 di Dortmund, Jerman, Selasa (4/6) malam waktu setempat. Penampilan impresif tim ini saat menundukkan Ukraina di perempat final tidak menjadi jaminan bahwa mereka akan menang mudah saat menghadapi tuan rumah Jerman. Seperti juga Italia, tim tuan rumah telah menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali. Selain itu, Jerman selalu melancarkan serangan dengan penuh rasa percaya diri, tak terkecuali saat perang psikologi dalam adu penalti. Hal ini jelas berbeda dari Italia yang sering kalah saat adu penalti. Lihat saja dalam partai final Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat, ketika itu Tim Azzuri takluk oleh Brasil. Pertemuan terakhir kedua kesebelasan terjadi pada babak final Piala Dunia 1982. Ketika itu Jerman masih membawa nama Jerman Barat dan Italia berhasil meraih gelar juara dunia. Tim asuhan Marcello Lippi ini memang boleh sedikit berlega hati karena menempuh jalan yang relatif mudah menuju semifinal dengan mengalahkan Australia dan Ukraina pada tahap sistem gugur. Apalagi mereka berhasil mengalahkan Jerman 4-1 dalam pertandingan persahabatan di Florence, Italia, sebelum Piala Dunia 2006 digelar. Namun, Jerman yang diuntungkan sebagai tuan rumah serta ambisi untuk membalas kekalahan dalam Piala Dunia 1982 bisa membalikkan keadaan.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV) credit to liputan6.com |  04 July 2006, 08:55 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | Pemain Jerman Kebanjiran Bonus Prestasi kesebelasan Jerman dalam ajang Piala Dunia 2006 berbuah bonus uang ratusan ribu dolar. Bonus tambahan sebesar 300 ribu euro juga sudah menunggu jika Tim Panser berhasil menjadi juara. Liputan6.com, Berlin: Penampilan gemilang seluruh pemain Jerman dalam Piala Dunia 2006 diganjar bonus menggiurkan. Atas prestasinya mencapai babak semifinal setelah mengalahkan Argentina lewat adu tendangan penalti, masing-masing pemain akan memperoleh hadiah sebesar 100 ribu euro atau US$ 127.700. Angka ini merupakan bonus terbesar dalam sejarah keikutsertaan Jerman di ajang Piala Dunia. Tidak sampai di situ, bonus lebih besar juga sudah menunggu jika Tim Panser berhasil mengalahkan Italia dalam pertandingan yang akan digelar di Dortmund, Selasa (4/6) malam waktu setempat. Tim asuhan Juergen Klinsmann akan kembali memperoleh 150 ribu euro atau US$ 191.600 untuk masing-masing pemain jika berhasil mencapai babak final. Akhirnya, bonus sebesar 300 ribu euro atau US$ 383.300 akan menambah kocek masing-masing pemain jika kesebelasan ini berhasil mempersembahkan gelar juara dunia keempat kalinya bagi Jerman. Jika keseluruhan bonus tersebut berhasil diraih, berarti lebih banyak tiga kali lipat dari bonus sebelumnya saat Jerman berlaga di Piala Dunia 2002. Saat ajang sepakbola terbesar itu digelar di Jepang dan Korea Selatan, mereka dijanjikan bonus sebesar 92 ribu euro. Sayang saat itu Jerman kalah 0-2 dari Brasil dalam babak final, sehingga memupus harapan para pemain Jerman meraih bonus tersebut.(ADO) credit to liputan6.com |  04 July 2006, 04:37 PM | | Junior Member | | Join Date: June 2006 Posts: 18 Rep Power: 0 | | hidup tuan rumahhhhhhhhhhhhhhhhhh.................. |  04 July 2006, 04:41 PM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | uuuwwwwaaaaaaHHHHHH........udh 5 neh pendukung GERMANY welcome to 'antung'...........terus dukung Jerman yaahhhh achtung! achtung! |  04 July 2006, 07:35 PM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: bontang-jogja Posts: 181 Rep Power: 3 | | Quote: | Originally Posted by s34L_v uuuwwwwaaaaaaHHHHHH........udh 5 neh pendukung GERMANY welcome to 'antung'...........terus dukung Jerman yaahhhh achtung! achtung! | ayo atung cari pendukung jerman lagi.... ayo siapa mau dukung jerman.....dapat bonus tim itali.. stock terbatas.  |  05 July 2006, 12:38 AM |  | Member | | Join Date: May 2006 Posts: 69 Rep Power: 3 | | Prediksi mbah .. ternyata hampir tidak meleset... dari awal mbah udah dapet wangsit kalo juara WORLD CUP 2006 antara BRAZIL, ITALY atau GERMANY..  Tapi kalo dari ketiga itu (Brazul sudah tersingkir) yg paling berpeluang kuat adalah GERMANY..!!! Karena ..... FRANZ BECKENBAUER..!! Ketika masih jadi pemain... dia berhasil membawa JERMAN juara, Ketika menjadi pelatih... dia juga berhasil membawa JERMAN juara, kini saat menjadi ketua panitia ... dia akan membawa JERMAN juara......!!!!!! Ramalan Mbah... hasilnya nanti akan ... ADU PENALTY....! Mudah2an ramalan ini.. TIDAK DIPERCAYA !  __________________ WEDHUS GEMBEL is coming to town... |  05 July 2006, 05:49 AM |  | Senior Member | | Join Date: November 2005 Location: Djakarta Posts: 4,646 Rep Power: 8 | | FORZA ITALIA!!! Buffon tetep membuktikan kehebatannya sebagai World Class Goalkeeper Cannavaro tetap jadi tembok perkasa Gattuso gelandang tangguh tak kenal menyerah Del Piero Si Jenius dengan teknik yang membuat lawan terbius Salut buat Grosso...... |  05 July 2006, 07:17 AM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Location: Wollongong-Australia-Surabaya-Jakarta Posts: 2,169 Rep Power: 5 | | |  05 July 2006, 09:22 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | 8 things that make me feel.........when i watched the game 1. Vy udh liat tanda2 Jerman bakal kalah, keliatan dari ke-nervous-an’y para pemain, apalagi Ballack, baru di menit awal aja, udh salah nendang, bola’y ke luar lapangan en Schneider, tiap dikasih bola cantik, ga prnh bisa manfaatin’y 2. awal pertandingan, seneng bngt soale Del Piero ga diturunin *dalam hati : YES! anak betuah ga maen, keberuntungan Italy ga double.. :hyper* 3. mulai deg2an wkt Lippi nurunin Del Piero *dalam hati : wadoh! keberuntungan italy double neh  * 4. ga lama…satu gol akhir’y bersarang di gawang Jerman  *nyesek banget ?? iya…* 5. tp ga nyesek malahan seneng wkt Del Piero nge-gol-in for the second time *soale Vy jg FBD sama kayak Kang Del_Priyo  ) 6. di balik kekalahan itu, ada 2 hal yg bikin bangga dari GERMANY >>> yg pertama, prestasi yg cukup bagus bisa mencapai semifinal  & yang kedua, TOP SCORE msh dipegang ma KLOSE dr Jerman yeeeeee  *masih ada yg bisa diharapkan……* 7. keberuntungan Italy ini mirip dgn keberuntungan MU dlu wkt maen di final Liga Champion……..bikin gol en menang di injury time (2 menit trakhir)……tp keren!! 8. akhir’y Vy ucapin : CONGRATS TO ITALY FORZA! “HOPE U’LL BE THE WINNER OF WORLD CUP 2006” |  05 July 2006, 10:37 AM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: paris van java Posts: 2,062 Rep Power: 5 | | buat yg ga sempet nonton Jerman-Itali kmrn... Italia Menang Strategi L’histoire se repete. Sejarah itu selalu berulang. Siklus 12 tahunan ternyata benar-benar milik Azzurri. Setelah mampu menembus babak final PD 1970 di Meksiko, PD 1982 di Spanyol, dan PD 1994 di Amerika Serikat, Italia kembali berhasil melangkah ke babak pamungkas PD 2006 di Jerman, setelah dalam babak semifinal yang berlangsung di Westfalenstadion, Dortmund, Selasa malam, membungkam pasukan Jurgen Klinsmann 2-0 lewat perpanjangan waktu. Sebaliknya, kekalahan ini semakin memperpanjang sejarah rekor buruk Tim Panser jika bertemu Italia di ajang Piala Dunia. Setelah menelan kekalahan 3-4 lewat perpanjangan waktu di babak semifinal PD 1970 di Meksiko, Jerman pun gagal meraih kemenangan saat bertemu Azzurri di final PD 1982 yang berlangsung di Spanyol. Walhasil, inilah kekalahan ketiga bagi Jerman dari lima kali pertemuannya dengan Italia di Piala Dunia. Dua partai lainnya berakhir dengan imbang. Kegagalan ini terasa begitu menyesakkan bagi Klinsmann, Michael Ballack dkk, dan lebih dari 60.000 penonton. Pasalnya, mereka begitu yakin pertandingan akan diakhiri dengan adu tendangan penalti—satu hal yang menjadi keuntungan bagi Jerman yang piawai dan punya rekor bagus dalam menendang penalti di ajang Piala Dunia. Wajar, jarum jam menunjukkan babak kedua perpanjangan waktu tinggal tersisa dua menit. Namun, inilah sepakbola yang menganut falsafah sebelum peluit akhir berbunyi segalanya bisa terjadi. Sesuatu yang ditegaskan Marcello Lippi sehari sebelum pertandingan. Dan akhirnya terbukti. Di menit ke-119, dengan ketenangan luar biasa, deep playmaker Italia Andrea Pirlo mengontrol bola hasil rebound dari tendangan penjuru. Lalu, Pirlo memberikan sodoran ke kotak penalti yang disambut dengan tendangan first time oleh bek kiri Fabio Grosso. Bola sepakan Grosso berjalan melengkung, meluncur ke pojok kanan gawang tanpa bisa dijangkau Jens Lehmann. Ketika Jerman berusaha keras menyamakan kedudukan dalam waktu yang terbatas, serangan balik Italia berbuah gol kedua. Kali ini, Alberto Gilardino dan Alessandro Del Piero patut diacungi jempol. Gilardino yang menusuk sendirian ke kotak penalti, sengaja melambatkan jalannya bola untuk memberi kesempatan rekannya berlari dari second line. Del Piero menyambut sodoran pendek Gilardino dan tanpa kesulitan melambungkan bola ke pojok kiri atas gawang Lehmann. 2-0 untuk Italia, dan wasit Benito Archundia dari Meksiko membunyikan peluit akhir pertandingan. Di awal pertandingan, Klinsmann memainkan Sebastian Kehl menggantikan Torsten Frings yang dihukum FIFA dan Tim Borowski menggantikan Bastian Schweinsteiger. Di lain pihak, Lippi menduetkan Totti dan Luca Toni di lini depan. Artinya, Italia menurunkan empat gelandang. Tanpa dinyana, justru Italia yang tampil bagus di awal pertandingan babak pertama. Selama 10 menit pertama, Francesco Totti dkk tampil perkasa mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan jalannya permainan. Sebaliknya, Jerman tampil rada gugup. Tidak tampilnya Frings memang membuat lapangan tengah Tim Panser sedikit goyah. Italia punya peluang bagus di menit ke-16, ketika umpan terobosan Totti secara jitu mampu menembus lini belakang Jerman. Simone Perotta yang lolos dari jebakan off-side gagal mengontrol bola secara mulus sehingga dapat diamankan Jens Lehmann. Italia kembali mendapatkan peluang ketika Fabio Grosso mampu menaklukkan Arne Friedrich di sisi kanan pertahanan Jerman. Umpannya ke kotak penalti mampu diteruskan Toni, namun masih dapat diblok Per Mertesacker. Peluang terbaik di babak pertama diraih Jerman di menit ke-34. Miroslav Klose mampu mencuri bola dari Andrea Pirlo. Sodorannya ke kotak penalti disambut Schneider yang berdiri bebas. Sayang tendangannya tipis di atas mistar Buffon.Sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih tetap imbang tanpa gol. Di babak kedua, giliran Jerman yang menggebrak. Di menit ke-61, tendangan Lukas Podolski masih bisa ditepis Gianluigi Buffon. Bola pantul disambar Arne Friedrich dan melambung. Schweinsteiger masuk menggantikan Borowski. Lippi menarik Toni dan memainkan Gilardino. 10 menit menjelang usai, Klinsmann menambah daya gempur dengan memasukkan David Odonkor. Tapi, justru Italia yang nyaris mencetak gol lima menit menjelang usai. Untunglah Lehmann bergerak lebih cepat dari Simone Perotta yang mendapat bola flick dari Gilardino. Sampai babak kedua tetap tanpa gol. Di awal perpanjangan waktu, Lippi mulai mengeluarkan jurusnya, memasukkan Iaquinta. Hanya 40 detik, Italia nyaris mencetak gol, ketika tendangan Gilardino dari jarak dekat hanya mengenai tiang. Satu menit kemudian, bola rebound dari tendangan sudut disambut Gianluca Zambrotta. Lehmann terpana. Bola hanya membentur mistar atas gawang. Penonton pun terdiam sejenak. Menyadari waktu kian mepet, di awal babak kedua perpanjangan, Lippi memainkan kartu truf-nya yang terakhir, Alessandro Del Piero. Sementara Klinsmann menarik Klose, memasukkan Neuville. Di menit ke-112, peluang terbaik Jerman datang. Tendangan Podolski mampu ditepis Buffon. Setelah itu, Italia semakin gencar menekan lini pertahanan Jerman. Upaya Lippi berbuah hasil ketika pertandingan tinggal tersisa dua menit. Dengan kemenangan ini, di babak final yang akan berlangsung di Olympiastadion, Berlin, 9 Juli mendatang, Italia akan berhadapan dengan pemenang partai semifinal lainnya antara Prancis vs Portugal yang baru akan berlangsung Rabu malam di Muenchen. Susunan Pemain: Jerman: Lehmann, Friedrich, Metzelder (KK), Mertesacker, Lahm, Borowski (KK, 72-Schweinsteiger, Ballack, Kehl, Schneider (83-Odonkor), Klose (111-Neuville), Podolski. Italia: Buffon, Zambrotta, Cannavaro, Materazzi, Grosso, Camoranesi (KK, 90-Iaquinta), Perrotta (104-Del Piero), Gattuso, Pirlo, Totti, Toni (74-Gilardino). Wasit: Benito Archundia (Mexico). credit to liputanbola.com 2006-07-05 04:30:16 |  05 July 2006, 11:00 AM |  | Senior Member | | Join Date: November 2005 Location: Djakarta Posts: 4,646 Rep Power: 8 | | Yang jelas, pertandingan Jerman - Italy seru... Semua pemain dari kedua kesebelasan nunjukkin gaya permainan kelas dunia... |  05 July 2006, 03:20 PM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: halah emboh Posts: 1,967 Rep Power: 4 | | Salut buat jerman...  .Selamat buat italia...  bener2 pertandingan yang seru....gak ngebosanin, semifinal yang asyik ...  |  05 July 2006, 03:22 PM |  | Senior Member | | Join Date: February 2006 Location: Wollongong-Australia-Surabaya-Jakarta Posts: 2,169 Rep Power: 5 | | betuulll...hidup inggris..  |  05 July 2006, 03:27 PM |  | Senior Member | | Join Date: June 2006 Location: halah emboh Posts: 1,967 Rep Power: 4 | | wooooo Quote: | Originally Posted by suluh betuulll...hidup inggris..  | hasyahhhhh.......   Last edited by 4an; 05 July 2006 at 03:29 PM. | |