Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Sports » Soccer

Soccer Diskusi seputar sepak bola, meliputi pemain, klub kesayangan, dan lain-lain

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #281  
Old 05 July 2006, 04:37 PM
suluh's Avatar
Senior Member
 
Join Date: February 2006
Location: Wollongong-Australia-Surabaya-Jakarta
Posts: 2,169
Rep Power: 5
suluh is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by s34L_v
hati'y Suluh hanya buat INGGRIS semata
iya donk.... hati tak akan berubah...

__________________
www.suluhadil.co.nr

JAKARTA...
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #282  
Old 05 July 2006, 04:58 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Default

Ribery: Seperti Mimpi Bermain Bersama Zidane!

Bermain bersama bintang pujaan bagaikan mimpi yang menjadi nyata. Begitulah pengakuan Franck Ribery, gelandang serang Marseille yang kini mendapatkan satu tempat utama dalam skuad Raymond Domenech di Piala Dunia 2006 Jerman, berada di samping pemain idolanya Zinedine Zidane. Ribery bersama bek Wigan, Pascal Chimbodia adalah dua pemain debutan di Timnas Prancis yang langsung mendapat tempat di hati sang pelatih.

Sebelumnya, Domenech pernah dihujat gara-gara menurunkan pemain berusia 23 tahun itu pada pertandingan babak penyisihan melawan Swiss. Saat itu, Ribery dikritik habis-habisan sebagai titik lemah permainan Les Bleus. Ribery konon menjadi pangkal perseteruan di antara beberapa pemain, termasuk Thierry Henry yang merasa Ribery tak memberi banyak peluang kepadanya, dan lebih memilih untuk bermain layaknya seorang penyerang.

Tetapi lambat laun, permainan Ribery semakin meyakinkan. Dan akhirnya, mantan pemain Galatasaray itu berhasil merebut perhatian publik setelah bermain gemilang saat memperkuat timnya melawan Togo, dan menyumbang satu gol saat menghantam Spanyol.

Ribery yang kini bermain bersebelahan dengan sang maestro Zinedine Zidane, mengaku sangat terhormat bisa bermain bersama dengan pemain idolanya itu. Ia mengatakan, kelak ia akan menceritakan hal itu kepada anak dan cucunya, kalau ia pernah berjuang bersama-sama dengan salah satu legenda hidup sepakbola Prancis itu.

“Dia adalah pemain yang hebat. Pemain yang sangat luarbiasa,” kata Ribery seperti dikutip Reuters. “Semua orang ingin bermain bersamanya dan saya bekerja keras agar bisa tampil di Piala Dunia dan bekerjasama dengannya. Sangat membanggakan bisa berada satu tim dengan pemain sehebat dia. Jika semua ini berakhir, saya akan mempunyai sesuatu yang bisa saya banggakan kepada semua orang, bahwa saya pernah bermain dengan Zizou!”

Ribery memang sangat mengagumi pemain keturunan Aljazair itu. Ia bahkan mempunyai banyak kesamaan dengan mantan pemain Real Madrid itu. Nama Zidane mulai berkibar saat ia bermain bersama Marseille, klub yang juga membesarkan nama Ribery. Posisi mereka di klub juga sama, yakni sebagai gelandang serang, sehingga banyak orang yang kini menyebut Ribery adalah calon kuat pengganti Zidane. Dan bukan kebetulan kalau keduanya juga mempunyai kesamaan lain, sama-sama muslim. Bedanya, jika Zidane adalah muslim sejak lahir, Ribery baru menjadi seorang mualaf sejak ia menikahi istrinya Wahiba.

Meski begitu, Ribery tak lantas mengecilkan peran teman-temannya yang lain. “Semua pemain membantu saya. Zizou, Henry, Thuram, Makelele, dan Barthez, adalah pemain-pemain senior yang membantu dan mendukung saya di tim. Di tim sekarang sudah tercipta atmosfir yang baik, kami bisa tertawa dan bercanda. Kalian bisa melihatnya sendiri di lapangan.”

“Tidak ada yang menyangka saya akan ikut mengantarkan tim melaju ke babak semifinal melawan Portugal,” kata Ribery, yang saat berumur 15 tahun ikut turun ke jalan untuk merayakan kemenangan Zidane dkk meraih gelar Piala Dunia pertama mereka. “Saya sudah melewati saat-saat yang melelahkan, dan saat ini saya akan menikmatinya. Saya ingin membuat keluarga saya behagia!”

credit to liputanbola.com 2006-07-04 18:40:55
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #283  
Old 05 July 2006, 05:00 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Default

Gallas Waspadai Trik Portugal

Tugas berat dihadapi Raymond Domenech menjelang pertarungan timnya di babak semifinal melawan Portugal, di Muenchen, Rabu malam. Pasalnya, lima pemain intinya telah mendapat kartu kuning, yaitu Zinedine Zidane, Patrick Vieira, Frank Ribery, Lilian Thuram, dan Willy Sagnol. Tiga pemain pertama mendapat kartu kuning saat laga melawan Spanyol di babak perdelapan final. Sementara, dua lainnya, Thuram dan Sagnol, diganjar kartu kuning ketika berhadapan dengan Brasil di babak perempat final.

“Saya pikir mereka (Portugal) mempunyai kemampuan untuk menghancurkan keseimbangan tim. Kami harus berhati-hati dengan trik dan aksi diving yang sering mereka lakukan,” kata William Gallas, palang pintu dan tandem Thuram di jantung pertahanan Les Bleus. “Kami benar-benar mesti fokus selama 90 menit. Untuk itu kami dituntut untuk bertindak dengan kepala dingin jika ingin mengalahkan mereka,” imbuh Gallas dalam konferensi persnya kemarin.

Penampilan anak-anak asuhan Luiz Felipe Scolari saat bertanding melawan Inggris di babak perempat final lalu menjadi perhatian Gallas. “Kami melihat aksi mereka di partai terakhir melawan Inggris. Lihatlah pada saat insiden Rooney terjadi. Mungkin saja dia pantas mendapat kartu merah, tapi kami dapat melihat ulah Cristiano Ronaldo terhadap wasit yang menyebabkan Rooney dikeluarkan,” kata Gallas yang merumput di Liga Premier bersama Chelsea. *emang Christiano Ronaldo musti di Vy gemeeezzzz buanget!*

Namun, meskipun Portugal kerap melakukan trik dan diving, menurut Gallas, hal itu tidak akan membuat gaya dan pola timnya akan berubah, terutama lima rekannya yang telah mengantongi kartu kuning tersebut. “Mereka akan bermain seperti biasanya tanpa memikirkan apakah sudah mengantongi kartu kuning atau belum,” kata Gallas.

“Andaikata, kami tidak beruntung, salah satu pemain kembali diganjar kartu kuning, kami telah siap dengan penggantinya,” tegas Gallas, pemain yang Agustus nanti genap berusia 29 tahun.

credit to liputanbola.com 2006-07-05 07:41:45
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #284  
Old 05 July 2006, 05:03 PM
suluh's Avatar
Senior Member
 
Join Date: February 2006
Location: Wollongong-Australia-Surabaya-Jakarta
Posts: 2,169
Rep Power: 5
suluh is on a distinguished road
Default

Perancis...WASPADALAH..!!! WASPADALAH...!!!

Portugal itu licik..suka memprovokator Wasit...
__________________
www.suluhadil.co.nr

JAKARTA...
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #285  
Old 05 July 2006, 05:07 PM
Junior Member
 
Join Date: July 2006
Posts: 2
Rep Power: 0
peduk is on a distinguished road
Smile Prancis VS Portugal

Entah apa dosa Portugal. Meski dikenal memiliki pemain-pemain brilian, belum sekalipun Portugal meraih gelar bergengsi di pentas sepak bola dunia. Menariknya, Prancis adalah salah satu nama yang ikut menentukan kegagalan Portugal.

Pada Euro 1984, Portugal terhenti di semifinal setelah kalah 2-3 dari Prancis. Kenangan pahit itu terulang enam tahun berselang, di Euro 2000. Selecao dan Les Bleus kembali bersua di semifinal. Setelah bermain imbang (1-1) hingga 90 menit, kedua tim harus melakoni perpanjangan waktu. Tiga menit sebelum peluit panjang, Prancis mendapat hadiah penalti yang disempurnakan dengan baik oleh Zinedine Zidane.

Nah, Portugal bakal kembali meladeni Prancis pada semifinal Piala Dunia 2006 di Munich dini hari nanti. Bayang-bayang dua kegagalan sebelumnya kembal datang. Apakah Prancis bakal menorehkan luka yang ketiga buat Portugal?

"Cara kami kalah saat itu (1984 dan 2000) sangat menyakitkan. Saya berharap cerita itu akan berbeda saat ini," kata Helder Prostiga, striker Portugal, seperti dilansir Reuters.

Kembalinya duet gelandang Costinha dan Deco menjadi modal penting Selecao dini hari nanti. "Kami benar-benar ingin mencapai babak final dan meraih gelar juara. Dalam setiap pertandingan kami selalu menargetkan kemenangan. Begitu pula dengan apa yang akan lakoni besok (dini hari nanti)," ujar Miguel, bek Portugal.

"Dengan segala hormat, kami siap menghadapi konfrontasi dengan Prancis di lapangan. Kami sangat yakin bisa memenangkan pertandingan. Kemenangan di babak semifinal ini sangat penting artinya, tidak hanya bagi saya dan tim, tapi juga untuk rakyat Portugal," tuturnya.

Salah satu ancaman bagi Portugal adalah keberadaan Zinedine Zidane. Pemain yang bakal pensiun usai Piala Dunia itu tampil sangat dominan ketika Les Bleus mendepak juara bertahan Brazil di perempat final lalu.

"Zidane masih pemain terbaik dunia saat ini. Penampilannya kian hari kian meningkat. Terutama ketika melawan Brazil, Zidane benar-benar luar biasa. Saya harap saat bertanding melawan kami Zidane sedang dalam kondisi offday," kata Miguel. "Andai Zidane bermain dalam penampilan terbaiknya, terus terang saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk menghentikan pergerakannya." Sambungnya.

Ketika kekuatan Portugal semakin solid dengan kehadiran Costinha dan Deco, hal yang sama ada di skuad Prancis. Pelatih Raymond Domenech juga bisa menurunkan seluruh kekuatan terbaiknya. Tidak ada punggawa Les Bleus yang mengalami masalah fisik setelah melakoni laga superberat melawan Brazil.

"Saya pikir kami akan menghadapi laga yang lebih ketat lawan Portugal. Mereka memiliki pemain berbakat seperti Brazil. Tapi, mereka secara organisasi tim lebih baik," tutur Domenech.

Meski atmosfernya panas, Domenech berharap yang tersaji di atas lapangan tetap menyejukkan. "Saya harap kami bisa memainkan sepak bola yang sesungguhnya, sebuah real semifinal di mana semua orang bisa menikmati pertandingan. Saya tak ingin ada ulangan drama Portugal lawan Belanda," tandasnya.

PERKIRAAN PEMAIN

Portugal (4-5-1): 1-Ricardo (g) (KK); 13-Miguel, 16-Ricardo Carvalho, 5-Fernando Meira, 14-Nuno Valente (KK); 7-Luis Figo (KK), 6-Costinha, 18-Maniche (KK), 20-Deco, 17-Cristiano Ronaldo; 9-Pauleta.
Pelatih: Luiz Felipe Scolari

Cadangan: 12-Quim (g), 2-Paulo Ferreira, 4-Ricardo Costa, 10-Hugo Viana, 15-Boa Morte, 19-Tiago, 21-Nuno Gomes


Prancis(4-2-3-1): 16-Fabien Barthez (g); 19-Willy Sagnol (KK), 15-Lilian Thuram (KK), 5-William Gallas, 3-Eric Abidal; 4-Patrick Vieira (KK), 6-Claude Makelele; 22-Franck Ribery (KK), 10-Zinedine Zidane (KK), 7-Florent Malouda; 12-Thierry Henry.
Pelatih: Raymond Domenech

Cadangan: 23-Gregory Coupet (g), 2-Jean-Alain Boumsong, 9-Sidney Govou, 11-Sylvain Wiltord, 13-Mikael Silvestre, 14-Louis Saha (KK), 20-David Trezeguet


HEAD TO HEAD (tiga laga terakhir)

25-04-2001 Prancis v Portugal 4-0 (Uji Coba)
28-06-2000 Prancis v Portugal 2-1 (Euro 2000)
22-06-1997 Portugal v Prancis 0-2 (Uji Coba)

KONDISI TIM

Portugal
Tak ada kendala teknis yang dihadapi Portugal. Tak ada pemain yang mengalami cedera serius. Hanya gelandang Armando Petit yang harus absen karena akumulasi kartu. Namun, Portugal sudah bisa menurunkan dua pemain tengah, Costinha dan Deco, yang telah menuntaskan masa skorsing.

Prancis
Kemenangan atas Brazil menambah motivasi Prancis. Les Bleus semakin percaya diri lantaran tak ada pemain yang terkena skorsing atau cedera. Fakta sejarah juga lebih berpihak pada Prancis. Pada 1984 Prancis berhasil menghentikan Portugal di semifinal Piala Eropa. Prancis kembali mengalahkan Portugal di semifinal Euro 2000.


FACT AND FIGURE

1. Dalam 21 pertemuan, Prancis menang 15 kali, Portugal menang 4 kali, dan 2 laga lainnya berakhir imbang.
2. In adalah semifinal Piala Dunia kedua yang dicapai Portugal. Yang pertama terjadi pada 1966, tapi Portugal terhenti di tangan Inggris yang kemudian menjadi juara.
3. Portugal tak terkalahkan sejak final Euro 2004 atau dalam 17 laga terakhir.
4. Portugal merupakan satu-satunya semifinalis yang ditangani pelatih asing (luiz Felipe Scolari asal Brazil). Dalam sejarah, belum ada pelatih asing yang bisa membawa tim asuhannya menjadi juara.
5. Youri Djorkaeff, Sylvain Wiltord, Mikael Silvestre, dan Thierry Henry adalah pemain Prancis yang pernah mencetak gol ke gawang Portugal dalam enam tahun terakhir.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #286  
Old 06 July 2006, 06:06 PM
Del_Priyo's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: Deket Dah Ama Loe
Posts: 6,274
Rep Power: 9
Del_Priyo will become famous soon enough
Default

BRAVO ITALY





THANKS GROSSO

THANKS DEL


Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #287  
Old 06 July 2006, 09:14 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by Del_Priyo
BRAVO ITALY





THANKS GROSSO

THANKS DEL


saking girang'y........ampe TP dimana-mana neh

Selamat lagi yah buat ITALY.....iya..iya..pasti menang di FINAL
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #288  
Old 06 July 2006, 09:16 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Default

Ballack Ratapi Nasib

Empat tahun silam, Ballack terpaksa duduk di bangku cadangan ketika Jerman berjuang menahan gempuran Ronaldo dkk di babak final PD 2002 di Jepang-Korea. Akumulasi kartu kuning membuat playmaker Jerman itu harus menitikkan air mata menyaksikan Oliver Kahn dkk berjuang “sendirian”. Kini, di kandang sendiri, air mata kembali menggenang di pipi Ballack, setelah hanya dalam dua menit, performa gemilang dari anak-anak Italia mengubur mimpi dan ambisi timnya melangkah ke babak pamungkas. Ballack pun seperti ditakdirkan untuk tidak dapat bermain di partai puncak Piala Dunia.

Seusai wasit Benito Archundia (Meksiko) meniup peluit akhir tanda pertandingan usai, pemain yang begitu dipuji Jose Mourinho, itu tak kuasa untuk kembali bercucur air mata. “Sangat pahit rasanya bagi kami tersingkir dengan cara seperti ini, satu menit dari peluit akhir,” kata Ballack. “Pahit, pahit, tapi bukannya kami tidak pantas, bukan. Kami memang tampil terlambat panas di babak pertama, tapi kami mampu tampil bagus di babak kedua,” imbuhnya.

Menurut mantan kapten Bayern Muenchen yang musim depan akan tampil bersama Frank Lampard di Stamford Bridge, penampilan Tim Panser tidak kalah jika dibanding performa Azzurri. “Pertandingan itu berjalan seimbang. Memang, Italia mempunyai peluang lebih bagus di babak perpanjangan waktu ketika tendangan mereka membentur mistar gawang dua kali. Tapi, saya rasa, sesudah itu kami pun punya sejumlah peluang emas, terutama sundulan Lukas Podolski,” tegas Ballack.

Hanya dalam hitungan detik memasuki babak kedua perpanjangan waktu, Italia sungguh membuat degup jantung 60 ribu penonton di Westfalenstadion, Dortmund, berhenti sejenak ketika tiba-tiba Alberto Gilardino lolos dari pengawalan Christoph Metzelder, dan mampu mengecoh kiper Jens Lehmann. Sayang, tendangannya hanya membentur tiang gawang. Semenit kemudian, giliran mistar atas Lehmann yang tertimpa tendangan Gianluca Zambrotta.

Jerman pun punya dua peluang lewat Podolski. Pertama, ketika sundulannya melebar padahal posisi Podolski sendiri sangat bebas. Kedua, ketika tendangan kandidat Pemain Muda Terbaik itu mampu secara gemilang ditip Gianlugi Buffon, delapan menit menjelang pertandingan usai.

Lantas, datanglah passing sempurna dari Andrea Pirlo, man of the match, yang menset-up kemenangan Italia. “Saya tidak begitu tahu apa yang terjadi,” kilah Ballack. ”Tendangan penjuru dari Italia mampu kami halau. Tiba-tiba Pirlo melakukan tindakan gemilang. Biasanya, seorang pemain akan melakukan tendangan ke gawang, tapi apa yang dilakukannya sungguh luar biasa, berlari masuk ke kotak 16 meter. Kami punya tiga pemain didekatnya, tapi tidak dapat menghalanginya untuk melakukan passing kepada (Fabio) Grosso. Apalagi tendangan Grosso benar-benar cantik. Penyelesaian akhir yang luar biasa,” kata Ballack.

Dengan kembali hilangnya kesempatan bermain di partai pamungkas Piala Dunia membuat Ballack meratapi nasibnya sendiri. “Sepertinya, saya ditakdirkan untuk tidak dapat bermain di partai puncak. Pahit rasanya,” kata Ballack lirih.

credit to liputanbola.com 2006-07-05 14:10:42

*duhh, Vy ga tahan liat muka Ballack..sedih bngt gitu hiks1000x*
Attached Images
File Type: jpg img_ballack-4.jpg (15.1 KB, 0 views)
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #289  
Old 08 July 2006, 05:46 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Cool

Jerman vs Portugal: Gelar Bergengsi yang Tersisa

Jerman dan Portugal telah pernah berlaga sebanyak 14 kali namun belum pernah bertemu di ajang putaran final Piala Dunia. Jerman menang 6 kali, seri 5 kali, dan 3 kali kalah. Dalam laga perebutan medali perunggu alias Juara ke-3 di Stuttgart ini, Jerman lebih diunggulkan atas Portugal. Tuan rumah kelihatannya berusaha menegakkan pamornya, setelah kalah di semifinal, dan bertekad menyabet gelar bergengsi yang masih tersisa.

Jerman telah tampil 3 kali dalam perebutan Juara ke-3 Piala Dunia, yakni pada 1934, 1958, dan 1970. Mereka menang 2 kali dan kalah sekali, dari Prancis, pada 1958. Meski begitu, dalam 10 tahun terakhir, Jerman tidak pernah menang atas Portugal. Bahkan, pada Euro 2000, Portugal menekuk Jerman 3-0.

Bagi Portugal, kemenangan atas Jerman akan membuat Scolari menyamai rekor terbaik Portugal, yakni Juara ke-3 di Piala Dunia 1966. Empat puluh tahun lalu, penyerang legendaris Eusebio yang membawa Portugal mengalahkan Uni Soviet. "Kami akan bermain serius dan sehingga negara dan setiap orang Portugal bangga terhadap kami," kata Costinha.

Kedua tim tidak akan bermain dengan kekuatan penuh. Kapten Tim Panser, Michael Ballack tidak bisa bermain akibat cedera di lutut kiri. Per Mertesacker masih dalam proses penyembuhan setelah operasi pada Kamis, 6 Juli. Bek Arne Friedrich juga cedera lutut. Sementara Scolari tidak bisa menurunkan Miguel dan Ricardo Carvalho.

Di kubu tuan rumah, pelatih Jurgen Klinsmann memasukkan beberapa pemain yang sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan. Kiper Oliver Kahn akan bermain untuk pertama kali di putaran final Piala Dunia 2006 setelah kiper utama Jens Lehmann bersedia digantikan Kahn. Bek kiri Marcell Jansen dan bek tengah Robert Huth juga akan dipasang Klinsmann sejak awal. Tentu saja, Klinsmann dan para pemainnya harus memberikan kemenangan terakhir bagi tuan rumah sehingga bisa mengembalikan kebanggaan publik sepakbola Jerman terhadap tim asuhan Jurgen Klinsmann. "Saya pikir tim ini punya karakter yang kuat dan berupaya meninggalkan turnamen ini dengan kepada tegak," kata Klinsmann.

HEAD TO HEAD
JERMAN (GER) : 55%
PORTUGAL (POR) : 45%

Pertemuan Sebelumnya :
20-Jun-2000 Portugal vs Germany 3:0 (1:0) UEFA EURO 2000
6-Sep-1997 Germany vs Portugal 1:1 (0:0) FIFA WC 1998 Prel. Comp. UEFA
14-Dec-1996 Portugal vs Germany 0:0 FIFA WC 1998 Prel. Comp. UEFA
21-Feb-1996 Portugal vs Germany 1:2 (0:1) Friendly 1996
29-Aug-1990 Portugal vs Germany FR 1:1 (0:1) Friendly 1990
16-Oct-1985 Germany FR vs Portugal 0:1 (0:0) FIFA WC 1986 Prel. Comp. UEFA
24-Feb-1985 Portugal vs Germany FR 1:2 (0:2) FIFA WC 1986 Prel. Comp. UEFA

credit to liputanbola.com 2006-07-07 11:45:01
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #290  
Old 08 July 2006, 05:47 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Default

biarpun Jerman ga nyampe final, trnyata masih bnyk prestasi yg bisa dibanggakan dr tim panzer ini….

Vy barusan liat news’y di SCTV…
a. Klose butuh 1 gol lg buat dapetin Golden Shoe…..moga2 aja partai dini hari ntar, Klose bs nge-gol-in

b. Lukas Podolski telah diputuskan FIFA sebagai Pemain Muda Terbaik World Cup 2006

Moga2 JERMAN menang ya dini hari ntar….yes!!
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #291  
Old 08 July 2006, 05:49 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Default

Podolski Pemain Muda Terbaik

Penyerang muda Tim Panser, Lukas Podolski, akhirnya dinobatkan FIFA sebagai Gillette Best Young Player pada penyelanggaraan Piala Dunia kali ini. Pemain berusia 21 tahun itu berhasil menyisihkan nama-nama lain seperti Cristiano Ronaldo (Portugal), Luis Valencia (Ekuador), Lionel Messi (Argentina), Tranquilo Barnetta (Swiss) dan Cesc Fabregas (Spanyol).

Kelompok Studi Teknis FIFA memutuskan hal itu setelah melihat penampilan Podolski yang gemilang bersama timnya. Podolski yang hingga kini telah mengoleksi tiga gol, dianggap mempunyai peran penting bagi timnya. “Dia tidak hanya menciptakan tiga gol penting untuk timnya, ia juga merupakan pemain penting dalam penyerangan Jerman,” kata Holger Oseick, Ketua Kelompok Studi Teknis FIFA. “Ia menunjukkan rasa saling pengertian yang tinggi dengan rekannya, Miroslav Klose, dan keduanya bermain dengan sangat efektif. Keduanya berhasil menciptakan 8 gol dari 11 gol yang telah dikumpulkan Jerman.”

Podolski yang kini tercatat sebagai pemain Bayern Munchen setelah ditarik dari FC Koln, telah menyumbang 13 gol bagi Jerman, dari 31 kali penampilannya. Ia berhasil memikat hati sang pelatih, Jurgen Klinsmann sehingga mampu menyisihkan pemain-pemain depan lainnya yang lebih berpengalaman seperti Gerald Asamoah, Luis Saha, Mike Hanke, bahkan Oliver Neuville.

Pemain keturunan Polandia itu (sama dengan tandemnya Miroslav Klose), mulai memikat hati para juri, sejak pertama kali diturunkan Klinsmann melawan Kosta Rika dan menyumbang satu gol. Dua gol lainnya diciptakannya saat Jerman menumbangkan Ekuador 3-0. Meski tak mencetak gol saat melawan Swedia dan Argentina, tapi penampilannya yang gemilang telah memberi kontribusi bagi kemenangan timnya.

Podolski yang dijuluki ‘Prince Poldi’ oleh rekan-tekannya, menyingkirkan 40 pemain muda lainnya yang ikut berlaga di Piala Dunia kali ini, lalu masuk dalam enam besar dan akhirnya meraih penghargaan yang cukup prestisius itu. “Salah satu penilaian kami yang lain, adalah berapa lama ia dimainkan oleh pelatihnya,” kata Oseick. “Ia selalu dimainkan sebagai starter pada semua pertandingan dan hanya diganti saat melawan Swedia dan di ujung pertandingan melawan Polandia.”

Berikut statistik yang membuat Poldi terpilih; bermain selama 563 menit, menyumbang tiga gol, melakukan 21 kali tendangan yang membahayakan gawang lawan, dan ‘hanya’ 15 kali melakukan pelanggaran. “Pilihan terbaik kami berdasarkan fakta yang tak terbantahkan bahwa si pemain menunjukkan penampilan terbaiknya selama turnamen,” papar Oseick. “Podolski memang masih harus belajar banyak, tetapi sangat jelas ia adalah calon pemain besar di masa yang akan datang!”

Selamat! Paling tidak, gelar itu bisa menjadi hiburan lain bagi Tim Panser yang gagal meraih gelar juara keempatnya. Satu hiburan lainnya, tempat ketiga, baru akan diperjuangkan besok malam.

credit to liputanbola.com 2006-07-07 16:47:48
Attached Images
File Type: jpg img_podolski_jer_swe.jpg (16.4 KB, 0 views)
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #292  
Old 08 July 2006, 10:48 PM
Del_Priyo's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: Deket Dah Ama Loe
Posts: 6,274
Rep Power: 9
Del_Priyo will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by s34L_v
Podolski Pemain Muda Terbaik


pemain muda terbaik adalah
Attached Images
File Type: jpeg images.jpeg (3.6 KB, 0 views)
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #293  
Old 08 July 2006, 10:50 PM
Del_Priyo's Avatar
Senior Member
 
Join Date: April 2006
Location: Deket Dah Ama Loe
Posts: 6,274
Rep Power: 9
Del_Priyo will become famous soon enough
Default

3 kandidat pemain terbaik piala dunia 2006 adalah
Attached Images
File Type: jpeg 12.jpeg (2.2 KB, 0 views)
File Type: jpeg 23.jpeg (2.3 KB, 0 views)
File Type: jpeg 123.jpeg (2.9 KB, 0 views)

Last edited by Del_Priyo; 08 July 2006 at 10:55 PM.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #294  
Old 09 July 2006, 12:54 AM
4an's Avatar
4an 4an is offline
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: halah emboh
Posts: 1,967
Rep Power: 4
4an will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by Del_Priyo
3 kandidat pemain terbaik piala dunia 2006 adalah
cannavaroo......

is the best......
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #295  
Old 09 July 2006, 01:07 AM
suluh's Avatar
Senior Member
 
Join Date: February 2006
Location: Wollongong-Australia-Surabaya-Jakarta
Posts: 2,169
Rep Power: 5
suluh is on a distinguished road
Default

Podolski emang TOP...
__________________
www.suluhadil.co.nr

JAKARTA...
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #296  
Old 09 July 2006, 01:08 AM
suluh's Avatar
Senior Member
 
Join Date: February 2006
Location: Wollongong-Australia-Surabaya-Jakarta
Posts: 2,169
Rep Power: 5
suluh is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by 4an
cannavaroo......

is the best......
iya cannavaro TOP...mudah2an ITALY bisa juara...
__________________
www.suluhadil.co.nr

JAKARTA...
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #297  
Old 09 July 2006, 01:57 PM
s34L_v's Avatar
Senior Member
 
Join Date: June 2006
Location: paris van java
Posts: 2,062
Rep Power: 5
s34L_v is on a distinguished road
Wink

Jerman Raih Perunggu

Bastian Schweinsteiger menjadi penyelamat muka tuan rumah Jerman, setelah dua golnya bersarang telak di gawang kiper tangguh Portugal, Ricardo. Satu gol Jerman lainnya yang secara resmi dicatat sebagai gol bunuh diri Petit, tak lain dari hasil tendangan bebas yang dilakukan oleh Schweinsteiger juga. Satu-satunya gol balasan Portugal dicetak di menit-menit akhir pertandingan hasil umpan matang Luis Figo yang diselesaikan dengan baik oleh Nuno Gomes.

Kubu Jerman menurunkan pemain-pemain yang selama ini menjadi penghuni bangku cadangan. Jansen, Nowotny, dan Sebastien Kehl yang jarang dimainkan, kali ini diturunkan sebagai starter, termasuk kiper Oliver Kahn. Sebaliknya di kubu Portugal, Luis Felipe Scolari menurunkan hampir semua pemain intinya, kecuali Ricardo Carvalho yang terkena larangan bertanding dan Luis Figo yang diturunkan belakangan.

Dengan formasi yang tak biasa, termasuk kapten Michael Ballack yang tak diturunkan karena cedera ringan, Tim Panser terlihat kedodoran di menit-menit awal. Pertahanan yang apik diperlihatkan oleh anak-anak Portugal. Tanpa jenderal lapangan mereka, pasukan Jerman terlihat bermain tanpa arah. Sebaliknya serangan Portugal yang dibangun oleh Deco dan Cristiano Ronaldo tampak lebih hidup, ditambah dengan pertahanan Jerman yang terlihat sedikit longgar, terutama sektor kanan. Menit ke-15 pertahanan Jerman benar-benar dibobol Pauleta yang datang menusuk dari sebelah kanan. Ia berhasil lolos dari hadangan dan tinggal berhadapan dengan Oliver Kahn. Sayang, tembakannya yang diarahkan ke sebelah kiri gawang Kahn berhasil diblok.

Memasuki babak kedua, pertandingan mulai terlihat imbang. Jerman membuka peluang dari tendangan bebas setelah Ricardo Costa menjatuhkan Miroslav Klose di dekat kotak penalti. Podolski yang melakukan eksekusi gagal memperdaya kiper Ricardo. Pada serangan berikutnya, dari tendangan penjuru yang dilakukan Deco, Costinha gagal menyundul bola, sehingga bola hanya melayang melewati Kahn.

Menit ke-56, Schweinsteiger tanpa diduga berhasil melakukan tendangan yang sangat akurat, meski jarak dengan gawang Ricardo cukup jauh. Schweinsteiger yang berada dalam kawalan seorang pemain Portugal berhasil menempatkan bola ke sudut kiri Ricardo yang saat itu sudah salah posisi, sehingga ia gagal menepis bola yang mengarah deras ke gawangnya. Pendukung Jerman bersorak. 1-0.

Lima menit berselang, sebuah tendangan bebas yang dilakukan Schweinsteiger dari sebelah kanan pertahanan Portugal meluncur deras ke kotak penalti. Armando Petit yang berniat membuang bola ke pinggir lapangan malah terpeleset dan arah bola mengarah ke gawang Ricardo yang tak lagi bisa berbuat apa-apa.

Dua gol yang bersarang ke gawang Ricardo tak membuat pemain Portugal patah arang. Serangan-serangan mereka masih saja membahayakan gawang Kahn, tetapi Kahn sendiri tampil cukup gemilang. Ia berhasil menepis tendangan bebas Cristiano Ronaldo, meskipun ia sudah hampir salah posisi.

Gagal memanfaatkan setiap serangan yang dibangun, Scolari memasukkan Nuno Gomes dan disusul dengan Luis Figo yang masuk menit ke-77 menggantikan Pauleta. Tetapi baru saja masuk, Figo harus dihadapkan dengan kenyataan, gawang timnya kembali kebobolan oleh aksi luarbiasa Schweinsteiger yang dilakukan sama persis dengan gol pertamanya.

Tertinggal 3-0, dengan sisa-sisa semangat yang tersisa, serangan Portugal tak juga mengendur, dan akhirnya membuahkan hasil di menit 88. Umpan panjang Luis Figo dari sebelah kiri Kahn berhasil disambut sundulan kepala Nuno Gomes yang tak bisa lagi diantisipasi oleh Kahn. Skor 3-1 bertahan hingga permainan usai. Jerman berpesta. Setidaknya, itulah pesta yang bisa mereka lakukan. Sementara Bastian Schweinsteiger boleh tersenyum dinobatkan sebagai man of the match. (Yog)

Susunan Pemain:
Jerman: Kahn, Jansen, Nowotny, Metzelder, Lahm, Schneider, Kehl, Frings (KK), Schweinsteiger (KK) (79, Hitzlsperger), Klose (64, Neuville), Podolski (71, Hanke)

Portugal: Ricardo, Ferreira (KK), Ricardo Costa (KK), Meira, Nuno Valente (69, Nuno Gomes), Costinha (KK) (45, Petit), Maniche, Deco, Ronaldo, Pauleta (77, Figo), Simao

credit to liputanbola.com 2006-07-09 04:20:04
Attached Images
File Type: jpg jerman.jpg (16.7 KB, 0 views)
__________________
Koleksi Resep DC
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #298  
Old 09 July 2006, 02:00 PM
s34L_v's Avatar