Quote:
| Originally Posted by Koenigstiger Syukurnya, saya bukan tipe remaja yang suka hura-hura, pacaran, nongkrong di jalan dan perbuatan tidak bermanfaat lainnya. Saya lebih suka duduk di depan komputer melihat Biografi orang-orang besar atau melihat sejarah kehidupan manusia. Jikapun saya jalan-jalan, hanya ke Daerah Mangga dua untuk beli komputer atau hal-hal semacamnya (saya juga jual-beli komputer, ada yang mau beli?) Saya berharap saat ini saya tidak "merem" soal dunia. Jika sudah 18 tahun saya masih "merem" soal dunia, itu berarti saya keterlaluan tololnya. Dan soal idealisme-idealisme konyol, apa maksud anda dengan idealisme konyol itu? apakah ide mengenai pengungkapan kebenaran masalah Holocaust ini atau Idealisme lain? Dan jika maksud anda benar mengenai pengungkapan kebenaran ini adalah suatu hal yang konyol bagi diri saya 15 tahun mendatang, maka saya patut prihatin terhadap masa depan saya, karena saya berarti sudah berubah menjadi orang yang "pengikut arus" padahal saya tahu arus itu salah. |
ok deh......saya udah gak mau usil lagi...cuma harap2 inget pesan saya ya, "untuk selalu menertawakan diri sendiri".....
percaya deh ...i had nothing againts you....tapi kalau yang kamu bilang diatas ( gak suka pacaran) itu bener, berarti menyedihkan.....karena pada hakikatnya semua orang itu suka pacaran...
waktu masih muda, saya juga seneng baca buku....banyak buku2 filsafat yg saya baca, nietzsche, sartre. focault, hegel, marx ...etc etc.....akhirnya capek sendiri, kadang2 kita juga perlu untuk jadi pragmatis..
kamu suka belajar, itu bagus, kamu suka komputer - bagus .....tapi rekreasi itu perlu, apalagi "cewek"....--- perlu banget, kamu akan jadi orang yang bener2 berbeda kalau punya satu ---- cuma satu.... cewek yg bener2 kamu cintai
jangan sampe kamu kayak si "holden caulfield" walaupun asik banget....( o iya, kayanya perlu kamu baca tuh buku/novel "Catcher in the rye" - J.D Salinger)