Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Entertainment » Televisi

Televisi Diskusi seputar tayangan-tayangan di televisi

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 24 July 2005, 01:44 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 3
benycasanova is on a distinguished road
Default Anak Indonesia;..anak asuhan ibu tiri bernama Pertiwi

Anak Indonesia;..anak asuhan ibu tiri bernama Pertiwi

www.kidungpenyair.cjb.net
Kian hari makin banyak saja, anak-anak itu berkeliaran dijalanan...........
Kian hari makin banyak saja yang diperdagangkan, ......dilacurkan.........
Masihkah anak Indonesia memilki impian?
Masihkah tawa lepas menghiasi wajahnya yang lugu ?
Masihkah mata polosnya bercerita pada kita tentang indahnya dunia?
Masihkah ada hasrat tuk menggapai citanya yang kian hari semakin melayang lepas dan menggantung diujung langit?
Aku ragu menjawabnya.............
Hartono Beny Hidayat 23 juli 2005


Selamat hari anak , smoga anak Indonesia mendapatkan perlindungan
dan memiliki rasa aman didalam menjalankan kehidupannya !
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links


  #2  
Old 24 July 2005, 01:45 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 3
benycasanova is on a distinguished road
Default

Perpect Body and Perpect Soul

www.kidungpenyair.cjb.net

Dalam impian masa remajaku

Kuingin memiliki tubuh dan jiwa yang sempurna,

Memang- tanganku yang kecil ini tak mampu untuk meraih segala yang kumau,

Tapi kuyakin jiwa yang ada dalam tubuh mungilku dapat merangkul semua ,

Dan aku yakin dapat merangkul raksasa walaupun aku sebenarnya seorang kurcaci.

Kan kugapai semua cita dan harapan -sekalipun itu semua

melayang lepas ataupun tergantung

diujung langit.

Pernah aku menangisi semua yang terjadi,

tapi kini air mataku mengering sudah,

Kucoba kubangun kembali puing-puing hidupku yang hilang,

aku susun sedikit demi sedikit puing-puing itu untuk kehidupan yang lebih baik dikemudian hari

Dan sekali lagi ku ucapkan !

Aku bukanlah seorang pemimpi yang menanti datangnya seorang peri.

Aku adalah si kurcaci raksasa yang memiliki tekad mengegelegar laksana halilintar

kokoh laksana bebatuan karang.

Jiwaku telah ditempa besi yang panas, terbakar , berabukan peluh ,dan berbunga api airmata.

Jiwaku menuntunku untuk bicara jujur,

sekalipun terasa berat, aku tetap berusaha.

Aku hanyalah manusia biasa,

Sesekali aku menyesali- tapi aku mencoba untuk tidak melihat masa silam ,

biarlah itu semua menjadi warna hidupku yang melecuti setiap arah langkahku.

Kucoba menegakkan tubuhku ini, walau pedih-perih terasa sesak dalam misteri.

Kucoba kuangkat kembali karung-karung bernama harapan, ku terjatuh,

Kucoba untuk bangkit kembali,

Aku terjatuh dan aku terjatuh......

Entah berapa kali aku terjatuh, aku tak dapat menghitungnya,

Namun aku masih bertahan , karena hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah perjuangan,

memasuki rahasia langit dan bumi, serta mencipta dan mengukir kehidupan adalah tujuan akhirku.

Aku merasakan getaran aneh

ketika aku sedih, dan ketika aku bahagia, bagiku keduanya adalah sama.

Bagiku tawa adalah kesedihan yang terbuka dari penyamarannya.

dan tangis adalah kebahagiaan yang tertunda hari kedatangannya.

Dan kuyakin masih ada hari esok bersama Pelangi.

Aku terus berusaha dan berdoa,

Aku serahkan tubuh dan jiwaku sepenuhnya untuk-Mu Tuhan,

Lindungi dan dekatkanlah aku pada-Mu.

Rangkullah aku dengan cahaya petunjuk-Mu,

Dan ketika aku melihatnya,

Aku akan berlari Mengejarnya !.

Hartono Beny Hidayat

1998

Last edited by benycasanova; 24 July 2005 at 01:47 PM.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #3  
Old 24 July 2005, 01:46 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 3
benycasanova is on a distinguished road
Default

Kisah pilu seorang Pemulung dalam kereta.

www.kidungpenyair.cjb.net


Disenja hari yang tak terlupakan , ......

Kupangku jasad mungil buah hatiku yang terkulai ,

Dalam kehampaan dan penyesalan yang teramat........

Aku terus saja memandangi wajah polosnya,

Dalam mata nanar.... dalam sentuh jemari yang
bergetar ;

Kurapatkan tubuh dan kupeluk dirinya

Lalu dengan lembut kubisikkan padanya:



" Maafkan ayah anakku, Ayah telah gagal menyembuhkan
sakitmu !",

Bila ruhmu-pun kini tlah sampai kepadaNya, katakan
saja dengan jujur padaNya :



" Ayahku seorang pengusaha sukses yang hidupnya dari
memungut sampah......

Walaupun demikian; dia tetap berjuang untukku!.....

Aku memang sakit, tetapi sakitku, sakitnya juga,
Penderitaanku penderitaannya juga !".........



" Wahai Penciptaku...

Aku tak pernah bisa memilih Kau lemparkan aku kerahim
yang mana.......

Ini semua terjadi atas takdirmu ....dan atas takdirMu
jualah aku "hidup dan mati" dalam pelukannya.....



Maka ampunilah ia, tegarkanlah hatinya untuk melayari
hidup ini -walau tanpa diriku,

Biarlah kecup hangat terakhir didahiku ; menjadi bara
cinta abadi yang senentiasa menghangati jiwaku.....

Dari dekap hangat tulus bajunya yang lusuh ,

biarlah itu menjadi kaffan terindah yang kelak
kukenakan disurga !......

Dari airmatanya yang menitik; kelak menjadi air suci
yang memandikan jasadku yang lara !"........



" Maka perkenankan tobatnya dan maafkanlah ia - wahai
Tuhanku !............

Pabila Engkau tak terima atas kematianku ; Engkau
bisa menegurnya lewat halilintar........

Sambarlah gubuknya yang kumuh......

biar harta berharga yang tersimpan darinya membuncah
keluar............

Agar darinya ia dapat memberiku obat ; serta sedikit
makanan bergizi dan juga susu untukku !"........



" Wahai Tuhanku.Yang Maha Pemberi !...........

Walau aku hanya sekejab menemani dirinya......

Berilah ia anak pengganti yang lebih tegar selain
diriku.......

Maka ijinkanlah aku senantiasa menari dalam kelopak
matanya yang basah....

Biarlah tawa teduhku, menjadi penghibur atas segala :
suka, duka dan juga citanya.......



" Maka Ya Allah,...............

Anugerahkanlah ia pengganti sebagai teman canda dalam
ketersendiriannya;

pelipur lara atas segala duka citanya........

Tetapi Ya Allah , pabila ia belum mendapatkan
kebahagiaannya,

Maka ijinkanlah aku senantiasa menjadi bunga yang
menghias dan memagari gubuknya;

selamanya aku hidup serta merekah dalam taman hatinya
!".........



Hartono Beny Hidayat 2005

Last edited by benycasanova; 24 July 2005 at 01:48 PM.
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #4  
Old 24 July 2005, 02:06 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 3
benycasanova is on a distinguished road
Default

Nyanyian Jiwa

www.kidungpenyair.cjb.net

Kubawa serta gitar ini , lalu kunyanyikan lagu untuk telaga sunyiku, kumelangkah menjemput pelangi dibalik kabut hitam, yang kugenggam erat adalah segumpal daging yang bernama harapan…

Nafasku berhembus laksana kuda perang. Telah menetes air kehidupan ditubuh, dengan berbedak asap dan debu jalanan-kuterus berlari dan berlari, aku terbang bersama angin namun bukan berarti arahku tanpa tujuan .

Apa yang sedang kucari akupun tak tahu sepenuhnya ! Namun aku sedang mencoba mengisi ruang kosong dari jiwaku….

Aku menunggu penuhnya mangkuk ini, yang kelak akan terisi penuh olek kerak nasi serta sup yang berkuahkan airmata….

Namun ku tidak sendiri…disana kulihat “Peri kecil” yang lusuh dan berkoreng sedang mengais-ais sampah untuk sekedar makan !...yang menurutku lebih buruk nasibnya dari anjing piaraannya orang-orang kaya !

Hati ini bergetar Tuhanku, menggigil tulang sendiku menyaksikan itu semua…..dirahim kesedihan mana kau titipkan bocah-bocah ini…sehingga mereka harus menjalani hidup seperti itu….Tapi ku tersadar, Engkau tak pernah salah Tuhanku, itu karena keserakahan kami, kami memang “buta dan tuli” yang membiarkan semua itu bisa terjadi..dan kusadari bahwa Kehidupan yang dijalani orang kaya untuk menumpuk emas sesungguhnya adalah seperti kehidupan ulat didalam makam. Itulah tanda-tanda ketakutan.

Akupun terjaga dari rasa tertegunku , lalu kusadari bahwa Lewat “mereka” inilah Tuhan berbicara , dan dari sinar lembut mata mereka , Dia tersenyum kepada dunia.

Betapa ingin hatiku agar kalian dapat hidup dari sari wangi bumi , seperti bunga yang cukup hidup dari terang cahaya dan air.

Wahai “peri kecilku “ disaat kalian mengunyah buah dengan gigi kalian , Ucapkanlah dalam hati : “Benihmu akan hidup terus dalam tubuhku dan kuncup hari esokmu tetap mekar dihatiku. Keharumanmu selalu terhembus dalam nafasku , dan bersama kita akan menari bersuka ria menyambut setiap musim yang akan tiba .”

Malampun berlalu, keremangan menyelimuti kotaku yang tak pernah mati….

Aku menyusuri lorong gelap kota yang penuh sesak oleh “sampah cantik” laksana jasad busuk yang belum terkubur…

Malam telah temaram “Peri keciku” telah tertidur pulas beralaskan tanah , beratap langit dan berselimutkan debu jalanan. Jiwaku tercabik-cabik mengerang kesakitan !.......Merintih dan tersayat….aku berteriak kepada setiap jiwa yang melintas…..tetapi kuda-kuda besi mereka terlalu cepat berlalu….aku menitikkan airmata darah dan dari balik airmataku aku melihatmu dirangkul Keadilan, tersenyum dan mengampuni para penganiayamu.Engkaulah saudaraku dan aku mengasihimu....

Takkala jiwaku hendak berontak melawan ketidakadilan manusia terhadap sesamanya , dan aku melihat wajahnya berada diantara wajah-wajah yang ingin kuhindari !

Takkala kulihat wajahnya yang jujur dan polos- badai yang berkecamuk dalam jiwaku seketika tergantikan oleh alunan lagu-lagu merdu dan cahaya bintang…

Peri kecilku kelak engkau akan tahu bahwa bahwa kemalangan yang menimpamu dalam kehidupan adalah kekuatan yang menerangi hati dan mengangkat jiwa dari lubang kehinaan menuju singgasana kehormatan , dan aku yakin engkau takkan pernah kecewa dengan sepetak bumi yang telah kau miliki, ketahuilah bahwa kesedihan adalah sebuah rantai emas diantara kepasrahan masa kini dan harapan masa depan dan yakinlah masih ada hari esok yang penuh dengan harapan dan cita!.

Hartono Beny Hidayat

2001
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On




All times are GMT +8. The time now is 10:32 AM.
Powered by vBulletin®, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73