Numpang Promosi yaa bung Moderator.
http://productions.nadas-online.com/bilaesoktiba/ Para Pemain
Pemain Utama :
- Indra Brugman
- Wulan Guritno
Pemain Pembantu :
- Subarkah
- Lutfi Sandy
- Ferry Ixel
- Fairuz Faizal
- Ary Sudarsono
- Tri Budiman
Penulis Skenario : Djoko Supriyono
Sutradara : Sofyan
Durasi : 100 menit
Produksi : PT. Nadas Productions (Direktur: Drs. Togar M. Sianipar)
TV : Indosiar
Cerita Singkat
Arini (Wulan Guritno), seorang gadis yang telah bertunangan dengan seorang dokter bernama Dandung (Indra Brugman), telah divonis oleh dokter ahli bahwa hidupnya tidak lama lagi, karena mengidap penyakit kanker paru-paru yang sudah kronis dan tidak mungkin lagi dapat disembuhkan. Menyadari itu, Arini merasa sisa waktu hidupnya akan dia gunakan untuk sesuatu yang berarti. Walaupun ditentang oleh tunangannya, Dandung, Arini melamar untuk menjadi guru sekolah di SMU Pilar Bangsa, dan sengaja memilih salah satu kelas, kelas 11 B, yang murid-muridnya luar biasa nakal. Saking nakalnya, Kepala Sekolah Umar Bakri (Subarkah), dan Wakil Kepala Sekolah Pandapotan (Lutfi Sandy) menyebutnya sebagai “kelas bar-bar”. Salah seorang murid di kelas ‘nakal’ itu adalah Tori (Fairuz Faizal), putri dari Pak Haris (Ary Sudarsono), Ketua Yayasan pengelola SMU Pilar Bangsa.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai guru kelas 11 B, Arini, yang diam-diam juga disenangi oleh Dian (Ferry Ixel), guru olah raga SMU Pilar Bangsa, mendapat teror dari semua murid, yang dimotori oleh Tori, karena merasa sebagai anak Pak Haris, sang Ketua Yayasan. Tetapi Arini menghadapinya dengan tegar, bahkan dengan sikap yang spartan. Arini menunjukkan, bahwa dia pun bisa berbuat lebih gila dari tindakan dan terror murid-muridnya. Cara Arini menghadapi murid di kelas 11 B, mengundang ketidak-setujuan dari Pandapotan, sang Wakil Kepala Sekolah, yang menyebut tindakan Arini sebagai cara-cara kekerasan, yang sudah tidak cocok lagi dengan metode pendidikan saat ini. Sebaliknya,Kepala Sekolah Umar Bakri, sangat setuju dengan cara-cara Arini, karena menurutnya, cara-cara itulah yang cocok digunakan untuk menghadapi kelas 11 B, kelas yang telah menaklukkan beberapa guru sebelum Arini. Pandapotan yang sangat berambisi menggantikan Umar Bakri sebagai Kepala Sekolah, melaporkan cara-cara Arini mengajar kepada Haris, Ketua Yayasan. Tetapi Haris pun tidak menganggap itu sebagai masalah.
Ternyata, kerja keras Arini membuahkan hasil. Murid-murid di kelas 11 B tunduk, mereka menjadi anak-anak murid yang baik, karena menilai Arini sebagai seorang ibu guru yang mempunyai nyali. Mereka menjadi sangat sayang kepada Arini, terutama setelah Arini terjatuh akibat sakitnya, yang selama ini dirahasiakan Arini. Semua guru, termasuk Pandapotan yang selalu menentang Arini, sangat bersedih ketika Arini terpaksa harus dirawat di rumah sakit, dan mengetahui bahwa penyakit Arini tidak mungkin disembuhkan lagi. Menyadari ajalnya akan tiba, Arini telah menyempatkan merekam kesan dan pesan terakhir untuk murid-muridnya di kelas 11 B dan untuk para guru. Ketika murid-murid dan para guru sedang menyaksikan rekaman pesan-pesan terakhir Arini, Arini yang terbaring ditunggui oleh ibundanya (Tri Budiman) dan tunangannya, Dandung, menghembuskan napasnya yang terakhir.
Kisah ini penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, yaitu menjadikan hidup lebih bermakna, sekalipun ajal akan menjemput.
Komentar Para Bintang Utama ( Indra Brugman)
”Film ”Bila Esok Tiba” menurut hemat saya, merupakan film yang sangat baik, karena sangat kental dengan sisi-sisi kemanusiaan. Seorang yang telah divonis akan menemui ajal karena penyakit, masih mau menggunakan sisa waktu hidupnya untuk melakukan amal ibadah bagi kemanusiaan. Artinya, patut menjadi contoh bagi kita-kita, agar selalu mau berbuat yang terbaik. Saya telah membintangi berpuluh-puluh film, tetapi saya rasa, film produksi PT. Nadas Productions ”Bila Esok Tiba”, merupakan salah satu film terbaik yang pernah saya bintangi. Saya sangat berharap masyarakat pecinta film Indonesia, dapat menyaksikannya di TV Indosiar, yang saya dengar akan tayang di awal September ini. Semoga Pak Togar akan terus dapat berkarya untuk film-film yang bersifat mendidik masyarakat.”.
Terima kasih Bung Moderator..