makasih udah mengapresiasikan kegelisahan saya.........thanks sekali lagi thanks...........
Ini sajak persahabatn untuk anda.......
Kisah pilu seorang Pemulung dalam kereta.
www.kidungpenyair.cjb.net Disenja hari yang tak terlupakan , ......
Kupangku jasad mungil buah hatiku yang terkulai ,
Dalam kehampaan dan penyesalan yang teramat........
Aku terus saja memandangi wajah polosnya,
Dalam mata nanar.... dalam sentuh jemari yang
bergetar ;
Kurapatkan tubuh dan kupeluk dirinya
Lalu dengan lembut kubisikkan padanya:
" Maafkan ayah anakku, Ayah telah gagal menyembuhkan
sakitmu !",
Bila ruhmu-pun kini tlah sampai kepadaNya, katakan
saja dengan jujur padaNya :
" Ayahku seorang pengusaha sukses yang hidupnya dari
memungut sampah......
Walaupun demikian; dia tetap berjuang untukku!.....
Aku memang sakit, tetapi sakitku, sakitnya juga,
Penderitaanku penderitaannya juga !".........
" Wahai Penciptaku...
Aku tak pernah bisa memilih Kau lemparkan aku kerahim
yang mana.......
Ini semua terjadi atas takdirmu ....dan atas takdirMu
jualah aku "hidup dan mati" dalam pelukannya.....
Maka ampunilah ia, tegarkanlah hatinya untuk melayari
hidup ini -walau tanpa diriku,
Biarlah kecup hangat terakhir didahiku ; menjadi bara
cinta abadi yang senentiasa menghangati jiwaku.....
Dari dekap hangat tulus bajunya yang lusuh ,
biarlah itu menjadi kaffan terindah yang kelak
kukenakan disurga !......
Dari airmatanya yang menitik; kelak menjadi air suci
yang memandikan jasadku yang lara !"........
" Maka perkenankan tobatnya dan maafkanlah ia - wahai
Tuhanku !............
Pabila Engkau tak terima atas kematianku ; Engkau
bisa menegurnya lewat halilintar........
Sambarlah gubuknya yang kumuh......
biar harta berharga yang tersimpan darinya membuncah
keluar............
Agar darinya ia dapat memberiku obat ; serta sedikit
makanan bergizi dan juga susu untukku !"........
" Wahai Tuhanku.Yang Maha Pemberi !...........
Walau aku hanya sekejab menemani dirinya......
Berilah ia anak pengganti yang lebih tegar selain
diriku.......
Maka ijinkanlah aku senantiasa menari dalam kelopak
matanya yang basah....
Biarlah tawa teduhku, menjadi penghibur atas segala :
suka, duka dan juga citanya.......
" Maka Ya Allah,...............
Anugerahkanlah ia pengganti sebagai teman canda dalam
ketersendiriannya;
pelipur lara atas segala duka citanya........
Tetapi Ya Allah , pabila ia belum mendapatkan
kebahagiaannya,
Maka ijinkanlah aku senantiasa menjadi bunga yang
menghias dan memagari gubuknya;
selamanya aku hidup serta merekah dalam taman hatinya
!".........
Hartono Beny Hidayat 2005
