Sepertinya Anda belum terdaftar di Komunitas Untuk Semua. Untuk mendaftar silakan klik di sini...

Welcome to the forums
Community
Navigation
Navigate through our site
Home
Forums
Register
Blogs
Groups
Gallery
Games
Radio & TV
Calendar
Members List
FAQ

Sponsored Links
Some words from our sponsors

Our Networks
Our sister websites
Surya Citra Media
Surya Citra Televisi
Liputan6.com
LiputanBola.com
SCTV Awards
SCTV Music Awards
Info Karir SCTV
Welcome, Unregistered.
Member Panel
Go Back   Komunitas Untuk Semua » Entertainment » Televisi

Televisi Diskusi seputar tayangan-tayangan di televisi

Post New Thread  Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 27 June 2005, 04:34 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default Sajak renungan tentang : "Busung lapar" !!!!!!!!!! Alert !!!!!!!!!!

Negeri seorang penyair

www.kidungpenyair.cjb.net

Airmataku menitik dari kelopak jiwa , menetes deras menggenangi tanah kering berduri,

Aku dapati bangsaku tertatih menahan lapar , dari sebuah negri yang kaya akan madu dan susu.

Aku saksikan dengan mata rahim kesedihanku, anak-anak negeri mati ditanahnya -yang penuh berkah ilahi.

Aku katakan padamu , apa yang dapat dilakukan- anak terbuang untuk bangsanya yang sekarat ?

Apa gunanya bagi mereka ratapan tangis seorang penyair yang tidak memiliki tempat untuk berpijak ?

Aku dengungkan hatimu dengan suara lirih , "dimana wujud mu berada wahai nurani?!'....'sudah matikah engkau diistana kehampaanmu ?"....

Ku coba menggetarkan semangat dari bahumu ,sekedar untuk membangunkan sukma agung- yang tertidur pulas dikedalaman jiwa setiap mata hati anak negeri...

Kini kutersadar dari keprihatinanku yang sia-sia , karena semua takkan mengenyangkan rasa lapar bangsaku, dan airmataku takkan menghilangkan dahaga anak-anak negeri...

Aku terjaga dari pembaringanku yang getir....wahai bumi , air dan benih yang ada digenggamanku....berjanjilah padaku bahwa engkau senantiasa hidup, dan bersama-sama tunas-tunas hari depanmu , selamanya bersemi ditanah ....tempat ari-ariku terkubur.....

Wahai kesegaran pagi yang menyejukkan, katakan kepada bangsaku, bila benih ini telah menghasilkan buah kehidupan, kuingin mereka senantiasa memenuhi genggamannya secara wajar... katakan juga pada bangsaku, agar saling berbagi benih , menyirami tunas dan menjaga kesuburan ladang-ladang ilahi dari ketamakan ...

Aku titipkan negeri miskin ini padamu semesta, dari negeri ku yang kaya raya....negeri seorang penyair.


1999
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Sponsored Links


  #2  
Old 27 June 2005, 04:35 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default

Cahaya Doa

www.kidungpenyair.cjb.net

Ketika malaikat -malaikat sedang bertasbih dari setiap pintu-pintu langit ,

Bergetar sayap-sayap mereka ,

kemudian malaikat -malaikat tersebut mengadu kepada Rabbnya,

"Ya, Allah Ya Tuhan kami, cahaya keindahan apakah yang baru saja melintasi kami,

yang terangnya nyaris sama dengan keindahan wajah-Mu, sehingga sayap-sayap perkasa kami dibuat kaku olehnya ?!

Dari balik singgasana-Nya kemudian Ia berfirman :

"Cahaya itu adalah doa yang diucapkan lidah seorang hamba-Ku yang teraniaya !"...."Keperihan jiwa telah membawa hatinya pada-Ku !"

"Aku bangga kepada jiwa ini !...disaat Aku mengujinya dengan dua jenis rasa lapar..dia selalu bersyukur dan berbaik sangka pada-Ku!"

"Tahukah engkau dua rasa lapar itu ?!",

Yaitu ketika seorang hamba ditimpa oleh siksa kelaparan yang teramat, maka jiwanya berkata pada-Ku :

" Sang Terkasih sedang bertandang dirumah jiwaku, ketukan Tangan kasih Nya menyapa ususku yang selalu suci , maka ketika aku mati, bukan engkau yang mencabutnya, tapi Dia yang menjemput nyawaku disini!"

Lapar kedua ; yaitu saat ia diuji oleh rasa kenyang, maka jiwanya berkata pada-Ku ;

"Yang Maha Pemurah telah memberikan rizkinya yang telah dijatah padaku , maka aku tidak akan merebut diluar selain apa-apa yang telah ada dalam genggamanku,

kemudian hadiah pemberianNya- kubagi lagi pada sesama sebagai rasa syukur ku kepada-Nya !"

"Tahukah ' rizki ' yang hambaku maksud dipenghujung ajalnya ini , wahai malaikat ?!..yaitu sesendok kerak nasi, yang berkuahkan airmata syukur !"

Hartono Beny Hidayat


2004
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #3  
Old 27 June 2005, 04:38 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default

Tentang Kekayaan

www.kidungpenyair.cjb.net

Kekayaan Ibarat koin emas yang diletakkan secara vertikal diantara dua bola mata. Raihlah bekal dunia dan bekal akhirat secara seimbang dan janganlah kau buat dipincang keduanya, karena dengan dua mata itulah; hati dapat melihat- indah kedua sisinya.

Apabila tak mampu membuatnya seimbang maka raihlah kekayaan hati, karena dengannya jiwa senantiasa kaya walau sekiranya hidup dalam kemiskinan.

Ketahuilah wahai sahabat, bahwa kekayaan dunia -sejatinya dapat membutakan mata hati, maka lebih baik dan terhormat bagimu untuk mati diatas kekayaan hati , daripada mati diatas tumpukan emas permata ; dan menjadi kotoran diatasnya.

Hartono Beny Hidayat

2003
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #4  
Old 27 June 2005, 05:01 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default

Kematian seorang penyair adalah awal keabadiannya

www.kidungpenyair.cjb.net

Disebuah gubuk reyot , dan nyaris roboh diterpa angin- terbaring seorang lelaki sekarat,

menatap cahaya suram dari sebuah lampu yang bertempur melawan kegelapan....

Ia adalah seorang penyair yang terbaring sekarat ; kelaparan ; dikota yang hidup dan kaya.

Dia menghela nafas-nafas penghabisannya, sementara tiada seorangpun yang menemaninya kecuali lampu minyak , satu-satunya pendamping yang ia miliki dan lembar-lembar kertas yang diatasnya terdapat lukisan hati yang ramah.

Dengan sisa-sisa tenaga yang kian menyusut, dia mengangkat tangan kearah langit dan menggerakkan pelupuk matanya yang lemah seolah penglihatannya yang kabur akan menembus atap gubuk kumuh itu. Seakan ia mampu melihat bintang dibalik awan....

Dia berkata : "Datanglah kini wahai maut yang cantik, karena ruhku rindu padamu, karena aku begitu lelah ...bebaskanlah diriku dari masyarakatku yang terasing ....

"Cepatlah menyabut ruhku wahai kesunyian yang agung.... karena mereka menolak aku, dan membuang diriku karena aku tak mau menindas yang lemah sebagaimana yang mereka lakukan, karena aku berbicara dengan lidah malaikat dalam bahasa manusia."

"Datanglah dengan jemari kelembutanmu, dari bibir yang tak pernah merasakan ciuman seorang ibu, pun tidak pernah menyentuh pipi perempuan, pun tidak pernah merasakan bibir kekasih tersayang. Cepatlah dan peluklah daku, wahai maut kekasihku."

Kemudian disamping ranjang pemuda sekarat itu berdiri bayangan seorang bidadari dengan kecantikan surgawi. Dia memeluk pemuda itu dan memejamkan matanya sehingga pemuda itu tak bisa melihat apapun selain dengan mata hatinya.

Bidadari itu mencium bibirnya dengan ciuman cinta kasih, sebuah kecupan kebahagiaan surgawi yang takkan terlupakan bagi pemuda sekarat itu.

Dan pada saat itu gubuk menjadi kosong kecuali lantai tanah , dan sobekan kertas yang berisi ratapan derita sang penyair.

Beratus-ratus tahun kemudian , ketika penduduk kota itu tersadar akan kebodohannya , kala mereka terjaga dan matanya menyaksikan fajar pengetahuan , mereka mendirikan sebuah monumen sebagai tanda bagi sang penyair , ditaman paling indah yang ada dipusat kota . Setiap tahun mereka menyelenggarakan pesta rakyat untuk mengenang sang penyair, yang tulisan-tulisannya telah membebaskan mereka.

Oh, betapa mengerikannya kebodohan!.

Hartono Beny Hidayat, In Colaboration with KG

2002
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #5  
Old 27 June 2005, 06:25 PM
Richard's Avatar
Senior Member
 
Join Date: February 2005
Location: Batavia (the old town)
Posts: 1,027
Rep Power: 5
Richard is on a distinguished road
Default

Beny, mungkin aku bukan pujangga, mungkin aku tak selalu ada, ini diriku apa adanya,
Mungkin aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, dst....hehe..
Ben, lulusan sastra ya, keliatannya suka sekali dengan yang bersifat sastra. hehe...

Salam kenal nih,
__________________
Yesterday is a canceled check,
Tomorrow is a post-dated check,
Today is the only cash you have,
so spend it wisely

(Kay Lyons)
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
  #6  
Old 24 July 2005, 01:40 PM
Senior Member
 
Join Date: May 2005
Posts: 287
Rep Power: 4
benycasanova is on a distinguished road
Default terima kasih ya....

makasih udah mengapresiasikan kegelisahan saya.........thanks sekali lagi thanks...........


Ini sajak persahabatn untuk anda.......



Kisah pilu seorang Pemulung dalam kereta.

www.kidungpenyair.cjb.net


Disenja hari yang tak terlupakan , ......

Kupangku jasad mungil buah hatiku yang terkulai ,

Dalam kehampaan dan penyesalan yang teramat........

Aku terus saja memandangi wajah polosnya,

Dalam mata nanar.... dalam sentuh jemari yang
bergetar ;

Kurapatkan tubuh dan kupeluk dirinya

Lalu dengan lembut kubisikkan padanya:



" Maafkan ayah anakku, Ayah telah gagal menyembuhkan
sakitmu !",

Bila ruhmu-pun kini tlah sampai kepadaNya, katakan
saja dengan jujur padaNya :



" Ayahku seorang pengusaha sukses yang hidupnya dari
memungut sampah......

Walaupun demikian; dia tetap berjuang untukku!.....

Aku memang sakit, tetapi sakitku, sakitnya juga,
Penderitaanku penderitaannya juga !".........



" Wahai Penciptaku...

Aku tak pernah bisa memilih Kau lemparkan aku kerahim
yang mana.......

Ini semua terjadi atas takdirmu ....dan atas takdirMu
jualah aku "hidup dan mati" dalam pelukannya.....



Maka ampunilah ia, tegarkanlah hatinya untuk melayari
hidup ini -walau tanpa diriku,

Biarlah kecup hangat terakhir didahiku ; menjadi bara
cinta abadi yang senentiasa menghangati jiwaku.....

Dari dekap hangat tulus bajunya yang lusuh ,

biarlah itu menjadi kaffan terindah yang kelak
kukenakan disurga !......

Dari airmatanya yang menitik; kelak menjadi air suci
yang memandikan jasadku yang lara !"........



" Maka perkenankan tobatnya dan maafkanlah ia - wahai
Tuhanku !............

Pabila Engkau tak terima atas kematianku ; Engkau
bisa menegurnya lewat halilintar........

Sambarlah gubuknya yang kumuh......

biar harta berharga yang tersimpan darinya membuncah
keluar............

Agar darinya ia dapat memberiku obat ; serta sedikit
makanan bergizi dan juga susu untukku !"........



" Wahai Tuhanku.Yang Maha Pemberi !...........

Walau aku hanya sekejab menemani dirinya......

Berilah ia anak pengganti yang lebih tegar selain
diriku.......

Maka ijinkanlah aku senantiasa menari dalam kelopak
matanya yang basah....

Biarlah tawa teduhku, menjadi penghibur atas segala :
suka, duka dan juga citanya.......



" Maka Ya Allah,...............

Anugerahkanlah ia pengganti sebagai teman canda dalam
ketersendiriannya;

pelipur lara atas segala duka citanya........

Tetapi Ya Allah , pabila ia belum mendapatkan
kebahagiaannya,

Maka ijinkanlah aku senantiasa menjadi bunga yang
menghias dan memagari gubuknya;

selamanya aku hidup serta merekah dalam taman hatinya
!".........



Hartono Beny Hidayat 2005
Digg this Post!Add Post to del.icio.usBookmark Post in TechnoratiFurl this Post!
Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On




All times are GMT +8. The time now is 11:22 AM.
Powered by vBulletin®, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73