 | Navigation |  | | | Navigate through our site | | |  | Sponsored Links |  | | | Some words from our sponsors | |  | Our Networks |  | | | Our sister websites | |  | Welcome, Unregistered. |  | | | Member Panel | | | | | Traveling Suka jalan-jalan? Diskusikan tempat-tempat yang pernah dikunjungi, silakan berbagi tips, saran dan lain-lain |  06 January 2008, 03:44 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Keindahan kota Palembang baik siang maupun malam bisa kita lihat secara Live di situ Pemerintah Kota Palembang www.livecam.palembang.go.id Kamera 1 & 2 (Gedung Kantor walikota) Kamera 3 & 4 ( Jembatan Ampera) Kamera 5 & 6 ( Masjid Agung) Kamera 7 ( Kambang Iwak) Klo semalem buka live camera.. pasti bisa lihat kemeriahan acara peluncuran "VISIT MUSI 2008"  |  06 January 2008, 03:48 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | |  06 January 2008, 03:49 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | |  06 January 2008, 03:51 PM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | |  09 January 2008, 12:28 AM |  | Senior Member | | Join Date: April 2006 Location: Deket Dah Ama Loe Posts: 6,264 Rep Power: 9 | | dial up killer... btw, musi ada apanya seh... * kaburrrr...................... __________________ . . . Hidup Tidak Akan Indah Tanpa Cinta Dan Kasih Sayang . . . |  09 January 2008, 11:00 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Makin Bersolek dengan 188 Taman dan 17.808 Lampu (Palembang, 6 Desember 2007) WALIKOTA Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT, terus optimis menjadikan kota ini menjadi lebih baik. Walikota terus memotivasi Dinas Penerangan Lampu Jalan Sarana Jaringan Utilitas dan Pertamanan Kota Palembang (DPJUP) Kota Palembang menata taman, lampu-lampu hias dalam menghidupkan Kota Palembang metropolitan. ternyata, Kepala Dinas DPJUP Ir H Taufik Sya’roni MM dapat menjabarkannya sehingga Kota Palembang menjadi lebih indah dan nyaman. Hal ini tidak saja diakui wisatawan domestik, juga wisatawan mancanegara. Seorang warga Malaysia yang kemarin tiba di Kota Palembang, mengaku takjub dengan perkembangan kota yang dipimpin Walikota Eddy Santana yang dia nilai sangat pesat. Sejumlah sarana sedang dibangun. Berbagai fasilitas dilengkapi. Sedangkan tentang penataan kota, dia mengacungkan jempol. “Saya pernah datang ke sini sembilan tahun lalu. Sekarang, Kota Palembang benar-benar sangat berubah. Menjadi makin bagus, hijau, dan asri,” ujarnya. Warga asal Pulau Penang Malaysia ini berencana akan mengunjungi Pulau Kemaro setelah singgah beberapa hari di Kota Palembang. Dia ingin menikmati panorama alam. Tentunya, pembangunan taman kota dimaksudkan selain menjadi paru-paru kota, juga untuk menghadirkan keindahan. Lihatlah, Kota Palembang yang kini terlihat asri ternyata memiliki 188 taman kota yang tersebar di sejumlah kawasan. Suasana asri ini dilengkapi dengan dua taman air mancur di berbagai tempat strategis yang membuat suasana makin enak dipandang. Kepala Dinas DPJUP Kota Palembang H Taufik Syakroni mengungkapkan, 188 taman kota dan dua air mancur ini masih akan terus ditambah secara bertahap, termasuk untuk mengembangkan daerah terbuka hijau. Untuk mendukung kebijakan ini, Dinas DPJUP Kota dengan jumlah pegawai yang hanya 43 personel dibantu pekerja harian lepas bertekad meningkatkan jumlah tanaman pohon pelindung muda setiap tahun untuk peremajaan tanaman tua. “Penanaman berbagai jenis tanaman baru pohon pelindung di seluruh kecamatan, taman-taman kota, bundaran segi tiga dan jalan-jalan besar lainnya terus ditingkatkan,” ujar Taufik. Dijelaskannya, penanaman, penyisipan tanaman dan pohon terutama dilakukan di lokasi-lokasi strategis kota yang meliputi median dan berm jalan, memberikan bantuan bibit untuk penghijauan dan perawatan pohon penghijauan maupun penataan dan renovasi taman-taman kota serta pembuatan taman-taman baru berupa taman median/berm dan planting box. Menurut data tahun 2006 saja, telah terdapat 188 lokasi taman interaktif di seluruh Kota Palembang dengan luas 180.827 meter persegi, ditambah 3 hutan kota yang luasnya mencapai lebih dari 70 hektar. Sedangkan keberadaan dua taman air mancur, masing-masing berada di Bundaran Air Mancur Jl Jend Sudirman dan Jl Tasik atau Kambang Iwak. “Alhamdulillah, dukungan dari masyarakat sangat tinggi untuk menata Kota Palembang menjadi indah dan nyaman. Inilah yang kita harapkan,” ujar Walikota Palembang H Eddy Santana Putra. Nah, untuk lebih menata kawasan Kota Palembang ke depan, sejumlah pihak ketiga telah menyampaikan kesiapannya untuk membantu. Semua upaya yang dilakukan Dinas DPJUP Kota ini berorientasi untuk mewujudkan visi: “Terwujudnya Palembang Rapi, Indah, Nyaman, dan Terpadu serta Lebih Semarak di Malam Hari”. Sebagai kota taman yang indah, sejuk dan nyaman yang didukung oleh kehidupan masyarakat yang aktif, dinamis dan berwawasan lingkungan. Kenyataannya, tidak saja pembangunan taman, penerangan kota juga merupakan aspek penting lainnya yang mendapatkan perhatian Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas PDJUP. Dimungkinkannya peningkatan penerangan kota yang dilakukan Pemkot Palembang tidak terlepas dari peningkatan penerimaan dari pajak penerangan jalan. Di tahun 2005, pajak dari sektor ini baru meraup sebesar Rp 20,348 miliar. Nilai melonjak tajam di tahun 2007 yang pada triwulan III sudah menyentuh angka Rp 19,874 miliar. Dengan mempertimbangkan prinsip keadilan anggaran sebagai mekanisme pengelolaan pajak dan retribusi yang dipungut dari masyarakat, maka Pemkot Palembang berupaya untuk meningkatkan penerangan kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan biaya pemasangan penerangan lampu jalan merupakan dana dari masyarakat yang dikenakan pada saat pembayaran rekening listrik yang lazim disebut PPJ (Pajak Penerangan Jalan) oleh PLN. Kenyataannya, sekarang ini Kota Palembang tidak hanya kelihatan asri di siang hari dengan 188 taman di sejumlah kawasan, juga terang-benderang di malam hari dengan pancaran aneka lampu hias. “Semua ini tidak terlepas dari peran-serta masyarakat,” tutur Walikota Eddy Santana. Ungkapan yang diutarakan Walikota Palembang tersebut memang benar adanya. Tengoklah sekarang di berbagai sudut kota. Kesadaran masyarakat akan pentingnya keindahan makin tumbuh. Hampir di setiap lorong terdapat taman lengkap dengan bunga hias dan pohon buahnya. Salah satu yang menjadi daya tarik yaitu di kawasan Kertapati tepatnya di Jalan Mataram ada hampir di setiap halaman rumah warga ditumbuhi tanaman hias. Bukan hanya itu, warga sekitar juga dengan sukarela membagikan hasil bercocok taman seperti buah-buahan untuk dinikmati para tamu yang kebetulan mampir di sana. “Kalau indah bukan kita saja yang senang, tapi juga kota ini,” tandas Romli (54), tokoh masyarakat di sana. Untuk diketahui, berbagai fasilitas di Kota Palembang memang terus disediakan dan dipercantik. Hal ini tidak terlepas dari program Visit Musi 2008 dan Palembang sebagai Kota Wisata Air. Bahkan menyambut Visit Musi 2008 ini, Dinas DPJUP Kota Palembang juga telah menganggarkan dana Rp 10,9 miliar dalam APBD Kota Palembang untuk menambah 1.300 titik lampu hias dan lampu jalan, termasuk kawasan Pasar 16 Ilir, Jembatan Ampera, dan Plaza BKB. Kota Palembang terang berderang bukan sesuatu impian. Konsentrasi pembangunan lampu hias dan penambah lampu jalan terus dilanjutkan. Setidaknya, Pemkot Palembang melalui Dinas DPJUP Kota akan memiliki target di tahun 2008 akan memasang 17.808 lampu jalan. (*) Dipublikasi oleh : Darmawansyah Kusnady Fotografer : ist |  09 January 2008, 11:02 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Quote: Originally Posted by Del_Priyo dial up killer... btw, musi ada apanya seh... * kaburrrr...................... | banyak Del.. apa lagi klau Malem.. Palembang Gemerlap dengan permainan tata cahaya dan sinar Laser di sekitar Jembatan Ampera.. dan itu berlangsung tiap Hari...  |  09 January 2008, 11:02 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Bagi yang ingin menikmati keindahan Sungai Musi di kala sore bisa mencoba angkutan wisata sungai musi Air Mancur di depan Mesjid Agung Thanks to Zainal Mazaliza |  09 January 2008, 11:04 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Lokasi Acara "Musi Di Waktu MAlam" yang disiarkan RCTI tanggal 5 Hanuari 2008 pukul 21.30 WIB Palembang sebelah Ilir di ambil dari atas Tower Jambatan Ampera Palembang sebelah Ulu diambil dari atas Tower Jembatan Ampera Thanks to KIN_XP |  09 January 2008, 11:05 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Objek Wisata Pulau Kemaro Pulau yang terletak di bagian hilir Sungai Musi ini luasnya sekitar 5 ha. Di atasnya, kini berdiri sebuah kelenteng Hok Ceng Bio yang mulai dibangun tahun 1962. Sebelumnya, kelenteng ini hanya berupa bangunan gubuk. Bagi penganut Budha, Kong Hu Cu, dan Tridharma di Palembang, pulau ini memiliki makna ritual yang tinggi. Selain menjadi pusat kegiatan Cap Go Meh (Hari Raya yang diselenggarakan pada hari ke-15 setelah Sincia atau Tahun Baru Kalender Lunar juga dipercaya sebagai lambang cinta sejati. Kepercayaan ini berangkat dari legenda mengenai terbentuknya Pulau Kemaro. Pangeran dari Negeri Cina, Tan Bun An, menikahi seorang putri Raja Palembang, Siti Fatimah. Keduanya meninggal di Sungai Musi. Setiap tahun memasuki malam kelima belas setelah Imlek, Pulau Kemaro dipadati penganut Tridharma yang merayakan Cap Go Meh. Bukan hanya berasal dari Indonesia, para penganut Tridharma, Budha, dan Kong Hu Cu yang berasal dari mancanegara pun hadir di pulau ini. Perayaan bulan purnama pada bulan Cia Gwee (bulan pertama tahun lunar) ini dilakukan semua marga Tionghoa, baik ia beragama Budha, Taoisme, atau Kong Hu Chu. Tetapi, untuk ritual sembahyang, hanya dilakukanoleh umat Tridharma. Perayaan serupa ini tidak hanya berlangsung di Kelenteng Hock Ceng Bio, Pulau Kemaro. Daerah lain seperti Manado, Pontianak, Jawa Timur, dan Medan pun menjadi pusat perayaan CapGo Meh. Hanya, perayaan di Pulau Kemaro sangat khas dibandingkan tempat lain Saat ritual berlangsung, sembahyang dilaksanakan di enam tempat, baik di luar maupun dalam kelenteng. Sekitar pukul 23.00 dilakukan sembahyang kepada Thien (Tuhan di langit) selama 15 menit. Ritual dilanjutkan dengan sembahyang bagi Hok Tek Cin Sin (Dewa Bumi) selama 15 menit. Secara faktual, Pulau Kemaro memiliki rangkaian sejarah yang panjang. Masa Kerajaan Palembang, pulau ini menjadi basis pertahanan atau benteng. Karena kekalahan VOC pada tahun 1658, Armada Perang Belanda di bawah pimpinan Joan Van der Laan menargetkan perebutan benteng di pulau ini sebagai prioritas pada perang yang terjadi tahun 1659. Pasca pemberontakan yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G 30S/PKI, Pulau Kemaro kembali memegang peran sejarah. Di bagian hilir pulau itu, yang mengarah ke muara, dibangun semacam kamp tahanan. Di tempat inilah, orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI ditahan. Sebetulnya, bukan hanya penahanan yang terjadi melainkan juga pembantaian. Bahkan pada masa tahun 1965 akhir hingga tahun 1966, warga Kota Palembang sempat tidak mau makan ikan dan udang dari Sungai Musi. kredit photo : Kin_xp Narasi : Magali |  09 January 2008, 11:06 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Gemerlap Palembang di Waktu Malam * credit to Zainal Mazalisa |  09 January 2008, 11:07 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Kantor Walikota Palembang Bangunan Kantor Walikota Palembang sejak awal telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang. Bangunan yang dibangun pada tahun 1929 ini didirikan dengan gaya de stijl, yaitu memiliki bentuk dasar kotak dengan atap datar. Selain sebagai kantor pemerintahan, dibagian atas bangunan didirikan menara setinggi 35 m yang difungsikan sebagai penampungan air bersih dengan kapasitas 1200 m3. FYI tahukah anda..kalau gedung Kantor Walokota Palembang ini di Bangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan dana senilai 1 Ton Emas Murni... kredit photo: d-macleod Thanks to Magali |  15 January 2008, 09:55 AM |  | Senior Member | | Join Date: August 2007 Posts: 2,125 Rep Power: 4 | | nice pics  __________________ LOVE U ALL |  15 January 2008, 11:28 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Benteng Kuto Besak & Monpera Kambang Iwak Park lagi Benteng Kuto Besak Mesjid Agung Jembatan Ampera Kantor Walikota Photo Terbaru Warung Legenda |  21 January 2008, 11:01 PM | | Junior Member | | Join Date: January 2008 Posts: 10 Rep Power: 0 | | jadi inget lagunyo golden wings: palembang diwaktu malam... disaat terang bulan... waaah... jadi pengen balek ke plembang... makan pindang pegagan/meranjat di pakjo... wuiiih... lemak nian lur...  Last edited by esajjah; 21 January 2008 at 11:04 PM. |  22 January 2008, 11:01 AM |  | Senior Member | | Join Date: September 2006 Location: pempek city Posts: 4,514 Rep Power: 6 | | Quote: Originally Posted by esajjah jadi inget lagunyo golden wings: palembang diwaktu malam... disaat terang bulan... waaah... jadi pengen balek ke plembang... makan pindang pegagan/meranjat di pakjo... wuiiih... lemak nian lur...  | wong kito jugo yo Lur...??? |  02 February 2008, 09:46 AM | | Junior Member | | Join Date: February 2008 Location: Bandung Posts: 7 Rep Power: 0 | | bgs bgt ey kota palembang... g udh lama ga ke palembang nih... T_T pgn mam pempek, model, tekwannya. hehehehhee.... |  02 February 2008, 03:38 PM | | Junior Member | | Join Date: February 2008 Location: www.i-comers.com Posts: 28 Rep Power: 0 | | Quote: Originally Posted by aqu4r1u5_61r1 bgs bgt ey kota palembang... g udh lama ga ke palembang nih... T_T pgn mam pempek, model, tekwannya. hehehehhee.... | buruan liburan ke Palembang... dah banyak yang berubah loh...  |  18 February 2008, 09:30 PM |  | Senior Member | | Join Date: August 2007 Location: (sulut) Indonesia Posts: 5,280 Rep Power: 7 | | Quote: Originally Posted by hen_mart2006 (Palembang, 6 Desember 2007) WALIKOTA Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT, terus optimis menjadikan kota ini menjadi lebih baik. Walikota terus memotivasi Dinas Penerangan Lampu Jalan Sarana Jaringan Utilitas dan Pertamanan Kota Palembang (DPJUP) Kota Palembang menata taman, lampu-lampu hias dalam menghidupkan Kota Palembang metropolitan. ternyata, Kepala Dinas DPJUP Ir H Taufik Sya’roni MM dapat menjabarkannya sehingga Kota Palembang menjadi lebih indah dan nyaman. Hal ini tidak saja diakui wisatawan domestik, juga wisatawan mancanegara. Seorang warga Malaysia yang kemarin tiba di Kota Palembang, mengaku takjub dengan perkembangan kota yang dipimpin Walikota Eddy Santana yang dia nilai sangat pesat. Sejumlah sarana sedang dibangun. Berbagai fasilitas dilengkapi. Sedangkan tentang penataan kota, dia mengacungkan jempol. “Saya pernah datang ke sini sembilan tahun lalu. Sekarang, Kota Palembang benar-benar sangat berubah. Menjadi makin bagus, hijau, dan asri,” ujarnya. Warga asal Pulau Penang Malaysia ini berencana akan mengunjungi Pulau Kemaro setelah singgah beberapa hari di Kota Palembang. Dia ingin menikmati panorama alam. Tentunya, pembangunan taman kota dimaksudkan selain menjadi paru-paru kota, juga untuk menghadirkan keindahan. Lihatlah, Kota Palembang yang kini terlihat asri ternyata memiliki 188 taman kota yang tersebar di sejumlah kawasan. Suasana asri ini dilengkapi dengan dua taman air mancur di berbagai tempat strategis yang membuat suasana makin enak dipandang. Kepala Dinas DPJUP Kota Palembang H Taufik Syakroni mengungkapkan, 188 taman kota dan dua air mancur ini masih akan terus ditambah secara bertahap, termasuk untuk mengembangkan daerah terbuka hijau. Untuk mendukung kebijakan ini, Dinas DPJUP Kota dengan jumlah pegawai yang hanya 43 personel dibantu pekerja harian lepas bertekad meningkatkan jumlah tanaman pohon pelindung muda setiap tahun untuk peremajaan tanaman tua. “Penanaman berbagai jenis tanaman baru pohon pelindung di seluruh kecamatan, taman-taman kota, bundaran segi tiga dan jalan-jalan besar lainnya terus ditingkatkan,” ujar Taufik. Dijelaskannya, penanaman, penyisipan tanaman dan pohon terutama dilakukan di lokasi-lokasi strategis kota yang meliputi median dan berm jalan, memberikan bantuan bibit untuk penghijauan dan perawatan pohon penghijauan maupun penataan dan renovasi taman-taman kota serta pembuatan taman-taman baru berupa taman median/berm dan planting box. Menurut data tahun 2006 saja, telah terdapat 188 lokasi taman interaktif di seluruh Kota Palembang dengan luas 180.827 meter persegi, ditambah 3 hutan kota yang luasnya mencapai lebih dari 70 hektar. Sedangkan keberadaan dua taman air mancur, masing-masing berada di Bundaran Air Mancur Jl Jend Sudirman dan Jl Tasik atau Kambang Iwak. “Alhamdulillah, dukungan dari masyarakat sangat tinggi untuk menata Kota Palembang menjadi indah dan nyaman. Inilah yang kita harapkan,” ujar Walikota Palembang H Eddy Santana Putra. Nah, untuk lebih menata kawasan Kota Palembang ke depan, sejumlah pihak ketiga telah menyampaikan kesiapannya untuk membantu. Semua upaya yang dilakukan Dinas DPJUP Kota ini berorientasi untuk mewujudkan visi: “Terwujudnya Palembang Rapi, Indah, Nyaman, dan Terpadu serta Lebih Semarak di Malam Hari”. Sebagai kota taman yang indah, sejuk dan nyaman yang didukung oleh kehidupan masyarakat yang aktif, dinamis dan berwawasan lingkungan. Kenyataannya, tidak saja pembangunan taman, penerangan kota juga merupakan aspek penting lainnya yang mendapatkan perhatian Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas PDJUP. Dimungkinkannya peningkatan penerangan kota yang dilakukan Pemkot Palembang tidak terlepas dari peningkatan penerimaan dari pajak penerangan jalan. Di tahun 2005, pajak dari sektor ini baru meraup sebesar Rp 20,348 miliar. Nilai melonjak tajam di tahun 2007 yang pada triwulan III sudah menyentuh angka Rp 19,874 miliar. Dengan mempertimbangkan prinsip keadilan anggaran sebagai mekanisme pengelolaan pajak dan retribusi yang dipungut dari masyarakat, maka Pemkot Palembang berupaya untuk meningkatkan penerangan kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan biaya pemasangan penerangan lampu jalan merupakan dana dari masyarakat yang dikenakan pada saat pembayaran rekening listrik yang lazim disebut PPJ (Pajak Penerangan Jalan) oleh PLN. Kenyataannya, sekarang ini Kota Palembang tidak hanya kelihatan asri di siang hari dengan 188 taman di sejumlah kawasan, juga terang-benderang di malam hari dengan pancaran aneka lampu hias. “Semua ini tidak terlepas dari peran-serta masyarakat,” tutur Walikota Eddy Santana. Ungkapan yang diutarakan Walikota Palembang tersebut memang benar adanya. Tengoklah sekarang di berbagai sudut kota. Kesadaran masyarakat akan pentingnya keindahan makin tumbuh. Hampir di setiap lorong terdapat taman lengkap dengan bunga hias dan pohon buahnya. Salah satu yang menjadi daya tarik yaitu di kawasan Kertapati tepatnya di Jalan Mataram ada hampir di setiap halaman rumah warga ditumbuhi tanaman hias. Bukan hanya itu, warga sekitar juga dengan sukarela membagikan hasil bercocok taman seperti buah-buahan untuk dinikmati para tamu yang kebetulan mampir di sana. “Kalau indah bukan kita saja yang senang, tapi juga kota ini,” tandas Romli (54), tokoh masyarakat di sana. Untuk diketahui, berbagai fasilitas di Kota Palembang memang terus disediakan dan dipercantik. Hal ini tidak terlepas dari program Visit Musi 2008 dan Palembang sebagai Kota Wisata Air. Bahkan menyambut Visit Musi 2008 ini, Dinas DPJUP Kota Palembang juga telah menganggarkan dana Rp 10,9 miliar dalam APBD Kota Palembang untuk menambah 1.300 titik lampu hias dan lampu jalan, termasuk kawasan Pasar 16 Ilir, Jembatan Ampera, dan Plaza BKB. Kota Palembang terang berderang bukan sesuatu impian. Konsentrasi pembangunan lampu hias dan penambah lampu jala | | |